KORAN MERAPI – Dessy Arfianto ditetapkan sebagai Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PSSI DIY) Periode 2026-2030, setelah sebelumnya menjadi calon tunggal dalam Kongres Luar Biasa Pemilihan PSSI Provinsi DIY yang diadakan di Hotel Merapi Merbabu Yogyakarta pada Jumat (09/10).
Disampaikan oleh Komite Pemilihan PSSI Provinsi DIY Rudy Wijanarko, S.H., Zam Zam Wathoni, S.H., M.H., Putri Aprilia Utomo, S.H., bersama-sama dengan Komite Banding Pemilihan PSSI Provinsi DIY Wihanadi Nugroho, S.H., Winda Ayu Swastika, S.H., dan Syarifa Maharani, S.H., bahwa hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) PSSI Provinsi DIY Nomor 05/SKEP/KP-PSSIDIY/X/2026 tertanggal 05 Oktober 2026 tentang Penetapan Daftar Calon Sementara Ketua PSSI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Periode 2026-2030.
“Penetapan kongres, dengan ini kongres menetapkan Saudara Dessy Arfianto sebagai Ketua PSSI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Periode 2026-2030,” ujar Rudy.

Adapun dalam tahapan kongres sebelumnya dihadiri dan telah disetujui oleh 15 voter atau pemilik suara sah. Yakni PSSI Kota Yogyakarta, PSSI Kabupaten Sleman, PSSI Kabupaten Bantul, PSSI Kabupaten Kulon Progo, PSSI Kabupaten Gunungkidul, ASBWI, AFP, Persiba Bantul, Mataram Utama, UAD FC, Duta Pro Bina Taruna, Gunungkidul Tigers, JK Tamanan United, KAFI FC, dan PS HW UMY.
Di samping itu ada perwakilan 26 klub sepak bola yang juga hadir sebagai observer. Termasuk di dalamnya dua (2) klub Liga 1 yaitu PSIM Jogja dan PSS Sleman. Sedangkan ke-24 klub lainnya meliputi Gadjah Mada FC, UNY FC, Rajawali FC, PS Baturetno, IM Naturindo, Tunas Ngaglik, Raga Putra Menoreh, Satria Adikarta, Bantul United FC, Gunungkidul Soccer Club, Unisi FC, Tanah Krapyak FC, Pakem Soccer Club, Persikup, Persig, Tunas Jogja, Sleman United, JIF, Protaba Bantul, PS MAS, PORS Segoroyoso, Sleman Muda, Mataram Putra, dan PS Sleman Timur.
“Syukur Alhamdulillah karena proses ini sudah berjalan lancar dan baik. Bismillah nawaitu atas amanah yang diberikan oleh para anggota kepada saya untuk bisa menjalankan roda organisasi sepak bola di PSSI Provinsi DIY, pastinya sesuai dengan filosofi sepak bola itu sendiri. Bahwa sepak bola ini bukan olahraga perorangan, tapi olahraga tim, jadi memang harus ada kerja sama dari seluruh pihak. Baik dari kami, stakeholder lainnya, termasuk dari anggota, pemerintah, KONI, serta unsur lainnya. Insyaallah monggo kita bersama-sama untuk nyengkuyung supaya sepak bola DIY kita bisa berjalan lebih baik lagi, berprestasi dan menghasilkan hal-hal baik untuk dibawa ke skala nasional,” jelas Dessy Arfianto.
Wakil Ketua Umum (WKU) II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY Nolik Maryono, B.Sc., yang hadir mewakili Ketua Umum KONI DIY KGPAA Paku Alam X mengapresiasi atas dilaksanakannya Kongres Luar Biasa Pemilihan PSSI DIY dalam rangka memenuhi tata kelola organisasi yang telah ditetapkan oleh PSSI. Kongres tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua dan jajaran kepengurusan, namun juga jadi momentum untuk jalin silaturahmi dan bekerja sama dengan sejumlah pihak dalam memajukan olahraga sepak bola di DIY.
“Harapan kami semoga PSSI DIY dapat meloloskan tim di ajang PON. Porda juga akan digelar di tahun 2027. Selamat bermusyawarah dan melaksanakan kongres, siapapun yang menjadi ketua terpilih, harus kita dukung supaya sepak bola DIY juga bisa menjadi sebuah olahraga bergengsi, yang dapat memberikan support, atensi khususnya kepada Tim Nasional Indonesia. Dan berharap kepada para pemilik klub, untuk tidak berhenti membina generasi muda menuju sepak bola yang berprestasi di DIY, nasional maupun internasional,” kata Nolik.

Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi yang berkesempatan membuka kegiatan, menyampaikan salam dan ucapan terima kasih dari Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir kepada Pemerintah Daerah DIY dan PSSI DIY atas dukungan dan kontribusi yang diberikan selama ini, khususnya dalam hal pelatihan atau training center (tc) bagi Timnas Indonesia di DIY. Program tersebut besar kemungkinan akan terus berkelanjutan, utamanya untuk Timnas U-17, tidak terkecuali juga program uji coba timnas lainnya. Dikemukakan bahwa Sekolah Sepak Bola (SSB) di DIY juga akan menjadi sasaran dalam pembagian 3.000 buah bola FIFA.
“PSSI juga ucapkan terima kasih atas diadakannya Kongres (Luar Biasa) di Yogyakarta, di daerah lain ramai dan dinamikanya begitu ekstrem, kita bersyukur Yogyakarta adem, lebih dinamis tetapi tidak ekstrem. Ini membuat sepak bola di Yogyakarta lebih solid, tidak ada rivalitas yang membuat terpecahnya keluarga sepak bola di Yogyakarta. Tentu ini menjadi salah satu media terbaik ke depan untuk menjalankan beberapa program dari hasil Kongres PSSI beberapa bulan lalu. Mulai dari pelaksanaan pelatihan pelatih, pelatihan wasit kompetisi baik profesional, amatir, grassroot, kami yakin PSSI dengan kawan-kawan yang mrnjadi bagian dari sepak bola Yogyakarta bisa sukses laksanakan program tersebut,” imbuh Yunus.
Ucapan selamat, apresiasi dan terima kasih juga disampaikan kepada ketua terpilih dan kepengurusan PSSI DIY periode sebelumnya. Tidak terkecuali klub-klub dan PSSI Kabupaten/Kota di DIY. Hadir dalam kegiatan kongres, Exco PSSI, Kepala Balai Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (BPO Disdikpora) DIY Arfi Hidananto, S.E., Akt., M.Ec.Dev., sebagai unsur perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, Ketua PSSI Kota Yogyakarta sekaligus Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, S.E., M.M., dan sejumlah tamu undangan. (Rls)



















