Jumat, 25 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Pagelaran Wayang Kulit di Bawah Langit Kotagede. Ini Terbukti!

admin by admin
27 April 2025
in News
0
0
SHARES
91
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Di bawah langit malam Yogyakarta yang hening, tepat di halaman Masjid Besar Mataram Kotagede, kisah abadi tentang kejatuhan dan kebangkitan kembali dihidupkan. Sabtu (26/4/2025), dalam rangkaian Upacara Nawu Sendhang Seliran 2025, pentas wayang kulit bertajuk “Semar Bangun Kayangan” dipersembahkan oleh Dalang Agus Podhang atau Agus Tugiana, menggetarkan hati hadirin.

Diiringi alunan musik terbang yang lirih, pentas ini membawa penonton menyelami sebuah dunia di mana kekuasaan dan pengabdian bertarung dalam sunyi. Lakon “Semar Bangun Kayangan” mengisahkan bukan hanya pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, melainkan napas seorang pamong — suara seorang dewa yang memilih membungkuk, ketika dunia lain sibuk mendongak.

Di Keraton Amarta, panji-panji kemenangan berkibar, istana bersinar, rakyat bersorak. Namun, di balik gemerlap itu, luka lama menganga: keadilan memudar, etika penguasa mengabur. Semar, sang pamong abadi, memandang dengan mata batin yang pilu. Ia menyadari, bangsa yang dulu didirikan dengan darah dan doa kini mulai terseret arus kelalaian.

Dalam sunyi, Semar memutuskan: Amarta harus dibangun kembali — bukan dari batu, tetapi dari jiwanya. Bersama ketiga putranya, Gareng, Petruk, dan Bagong, ia menggugah para Pandawa untuk meninggalkan gemerlap istana dan menuju Karangkadempel, tempat sunyi yang mengundang manusia bercermin ke dalam dirinya.

Namun jalan menuju penyucian tidak mudah. Ancaman datang dalam wujud Kresna dan Baladewa palsu, sosok-sosok jahat yang berusaha merebut pusaka Jamus Kalimasada, lambang legitimasi dan kebenaran Amarta. Dengan dalih mengatasi pageblug yang melanda Dwarawati, mereka nyaris menodai makna sejati kepemimpinan: mengutamakan keselamatan sesaat di atas prinsip kebenaran.

Dalam lakon ini, pertarungan tidak hanya menghunus tombak dan pedang. Ia mengoyak kesetiaan dan pengkhianatan, idealisme dan oportunisme. Semar, yang di dunia pewayangan dikenal jenaka dan sederhana, sesungguhnya menyimpan rahasia agung: ia adalah Batara Ismaya, kakak Batara Guru, yang menerima hukuman suci untuk turun ke bumi membimbing manusia — bukan dari atas takhta, tetapi dari tanah, dari peluh dan sabar seorang pamong.

“Bangunan abadi bukan batu, tapi budi,” begitulah pesan malam itu bergema.
Semar tidak membangun istana dari emas, melainkan kayangan dalam batin manusia — tempat di mana pemimpin sejati bukan hanya berwibawa, tetapi juga mengayomi, merendah, dan mengabdi.

Ketika pertarungan usai, Jamus Kalimasada kembali ke tangan para Pandawa. Tapi Semar tahu: negara hanya akan tegak bila ditopang budi pekerti, bukan kekuatan senjata.

Malam itu di Kotagede, dalam bayang rembulan dan denting terbang yang mengalun lembut, Semar seolah-olah menjahit kembali langit yang robek. Meninggalkan pesan sunyi bagi siapa saja yang bersedia mendengar:
di dunia yang gaduh, kita butuh lebih banyak Semar.
Lebih banyak pemimpin yang berani membungkuk, berani merawat nurani di tengah dunia yang nyaris lupa cara bermimpi.

“Bangunlah kayangan dalam hatimu sendiri, dan biarkan nurani menjadi rajamu,” suara Semar menggema.
Sebuah sabda lintas zaman, di mana kekuasaan bukan tentang memerintah, melainkan tentang melayani. Negeri besar bukan dibangun dengan ambisi, melainkan dengan kesanggupan mengasuh hati manusia.

Dan malam itu, di Kotagede, di bawah langit yang dijahit ulang, kisah itu hidup — dan semoga, berlanjut dalam jiwa-jiwa kita. (***)

Tags: Dalang Agus PodhangKoranmerapi.idSemar Mbangun KayanganWayang kulit

Related Posts

Dua Srikandi Gunungkidul Bertemu: Hari Jadi ke-196, Bupati Endah Anjangsana ke Badingah
News

Dua Srikandi Gunungkidul Bertemu: Hari Jadi ke-196, Bupati Endah Anjangsana ke Badingah

25 September 2026
Bupati Gunungkidul dan Forkopimda Pantau Kesiapan Pilur Serentak, Tekankan Netralitas dan Kondusivitas
News

Bupati Gunungkidul dan Forkopimda Pantau Kesiapan Pilur Serentak, Tekankan Netralitas dan Kondusivitas

25 September 2026
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Gunungkidul Pimpin Aksi Gotong Royong Sinergi TNI-Polri di Kapanewon Semin
News

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Gunungkidul Pimpin Aksi Gotong Royong Sinergi TNI-Polri di Kapanewon Semin

24 September 2026
FWK Doakan Emas Pertama Asian Games, Minta Presiden Prabowo Perhatikan Proses Pembinaan Atlet Bukan Sekadar Bonus 
News

FWK Doakan Emas Pertama Asian Games, Minta Presiden Prabowo Perhatikan Proses Pembinaan Atlet Bukan Sekadar Bonus 

24 September 2026
Myanmar Bergabung, Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Perkuat Persahabatan Asia
News

Myanmar Bergabung, Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Perkuat Persahabatan Asia

22 September 2026
PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026
News

PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

21 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Dua Srikandi Gunungkidul Bertemu: Hari Jadi ke-196, Bupati Endah Anjangsana ke Badingah

Dua Srikandi Gunungkidul Bertemu: Hari Jadi ke-196, Bupati Endah Anjangsana ke Badingah

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Dua Srikandi Gunungkidul Bertemu: Hari Jadi ke-196, Bupati Endah Anjangsana ke Badingah

Dua Srikandi Gunungkidul Bertemu: Hari Jadi ke-196, Bupati Endah Anjangsana ke Badingah

25 September 2026
Mengurai Kelelahan Berbuat Baik di Tengah Pragmatisme Zaman

Mengurai Kelelahan Berbuat Baik di Tengah Pragmatisme Zaman

25 September 2026
Bupati Gunungkidul dan Forkopimda Pantau Kesiapan Pilur Serentak, Tekankan Netralitas dan Kondusivitas

Bupati Gunungkidul dan Forkopimda Pantau Kesiapan Pilur Serentak, Tekankan Netralitas dan Kondusivitas

25 September 2026
Pers conference Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit di LPP Agro Nusantara Yogyakarta, Kamis (24/9/2026) - Foto: Agoes Jumianto

BPDP dan Ditjenbun Perkuat Pekebun Sawit Swadaya, Fokus Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing

24 September 2026
Dua Srikandi Gunungkidul Bertemu: Hari Jadi ke-196, Bupati Endah Anjangsana ke Badingah

Dua Srikandi Gunungkidul Bertemu: Hari Jadi ke-196, Bupati Endah Anjangsana ke Badingah

25 September 2026
Mengurai Kelelahan Berbuat Baik di Tengah Pragmatisme Zaman

Mengurai Kelelahan Berbuat Baik di Tengah Pragmatisme Zaman

25 September 2026
Bupati Gunungkidul dan Forkopimda Pantau Kesiapan Pilur Serentak, Tekankan Netralitas dan Kondusivitas

Bupati Gunungkidul dan Forkopimda Pantau Kesiapan Pilur Serentak, Tekankan Netralitas dan Kondusivitas

25 September 2026
Pers conference Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit di LPP Agro Nusantara Yogyakarta, Kamis (24/9/2026) - Foto: Agoes Jumianto

BPDP dan Ditjenbun Perkuat Pekebun Sawit Swadaya, Fokus Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing

24 September 2026
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Gunungkidul Pimpin Aksi Gotong Royong Sinergi TNI-Polri di Kapanewon Semin

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Gunungkidul Pimpin Aksi Gotong Royong Sinergi TNI-Polri di Kapanewon Semin

24 September 2026
FWK Doakan Emas Pertama Asian Games, Minta Presiden Prabowo Perhatikan Proses Pembinaan Atlet Bukan Sekadar Bonus 

FWK Doakan Emas Pertama Asian Games, Minta Presiden Prabowo Perhatikan Proses Pembinaan Atlet Bukan Sekadar Bonus 

24 September 2026