KORAN MERAPI – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) ke-117, Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta (Diskominfo DIY) menyelenggarakan Sarasehan dengan tema “Menjaga Semangat Kebangkitan Nasional di Era Transformasi Digital” pada Rabu, 21 Mei 2025 di Restoran Pringsewu, Jl. Magelang Km. 9, Sleman Yogyakarta.
Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, S.I.P., M.Si., yang dalam sambutannya menekankan bahwa transformasi digital tidak boleh melemahkan semangat nasionalisme. Sebaliknya, harus menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan efisiensi, dan memberdayakan masyarakat agar lebih adaptif di era digital. “Digitalisasi adalah peluang, bukan ancaman. Kita harus memastikan masyarakat tidak tertinggal dan mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti peran penting UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi DIY, terutama saat pandemi COVID-19. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) mampu mendukung UMKM dalam memperluas pasar, menganalisis tren konsumen, hingga menembus keterbatasan bahasa melalui pemasaran daring. Diskominfo DIY telah memfasilitasi pelatihan e-bisnis dasar, seperti penggunaan media sosial untuk promosi produk, penulisan narasi pemasaran, hingga pemanfaatan tools berbasis AI.
Sarasehan ini menghadirkan tiga narasumber yang memberikan perspektif dari berbagai bidang.
Hendro Muhaimin, MA dari Pusat Studi Pancasila UGM, membawakan materi “Memupuk Nilai-nilai Kebangkitan Nasional di Era Transformasi Digital”.
Selanjutnya Dr. Mustikaningtyas, S.Psi., M.P.H dari perwakilan BKKBN DIY, menyampaikan materi “Peran Keluarga dalam Menjaga Semangat Kebangkitan Nasional”.
Sementara Nadia Cipta Laksmita, S.Kom, M.Kom, Pemuda Pelopor DIY 2024 bidang IT, berbagi praktik baik melalui topik “Implementasi Semangat Kebangkitan Nasional di Era Digital”.
Sarasehan ini dihadiri oleh 40 peserta dari unsur instansi pemerintah, perempuan, pemuda, anak, akademisi, komunitas difabel, media, UMKM, dan penyelenggara pemilu, kegiatan ini dimoderatori oleh Bara Zulfa.
Salah satu peserta, Ignas Suryadi Sw dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DIY, menyatakan bahwa materi sarasehan sangat mendasar dan menyentuh berbagai lapisan. Ia mengusulkan agar materi serupa diperluas jangkauannya ke sekolah, dusun, kelompok PKK, komunitas muda, hingga lembaga kursus pranikah lintas agama, demi memperkuat karakter kebangsaan dan ketahanan keluarga dalam menghadapi era digital.
Diskominfo DIY berharap kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan kolaborasi dalam membumikan semangat kebangkitan nasional agar tetap relevan di era digital, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan etika bangsa. (Ags)



















