KORAN MERAPI — Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar kegiatan pertemuan rutin, Sabtu (13/9/2025), di Aula PWI DIY, Jalan Gambiran 45 Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta. Berbeda dari biasanya, kali ini kegiatan menghadirkan narasumber istimewa, RM Basyaruddin, SE dari Komunitas Air Hujan Cabang Bantul, yang memaparkan topik bertajuk “Air Hujan sebagai Sumber Kehidupan”.
Ketua IKWI DIY, Hj. Sri Suryawidati, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan rutin IKWI DIY selama ini diisi dengan berbagai aktivitas positif seperti senam, pengajian, latihan musik, serta kegiatan keagamaan tahunan seperti ziarah dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) dan buka puasa bersama pada bulan Ramadan.
“Namun dalam kesempatan kali ini, kami ingin menambah wawasan para anggota dengan menghadirkan narasumber dari Komunitas Air Hujan. Harapannya, para anggota bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang manfaat air hujan, tidak hanya sebagai sumber air, tapi juga potensi pemanfaatannya untuk pengobatan,” ujarnya.

Dalam paparannya, RM Basyaruddin yang akrab disapa Bang Udin menyampaikan bahwa air hujan adalah sumber daya alam yang sangat penting, namun seringkali belum dimanfaatkan secara maksimal. Sejak tahun 2017, ia menekuni pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari hingga pengobatan, dimulai dari aktivitas sebagai relawan.
Menurutnya, air hujan yang diproses dengan metode electrolysis, yakni pemisahan ion menjadi dua bagian: asam (anoda) dan basa (katoda)—dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan kesehatan. Air dengan sifat asam bisa digunakan untuk pengobatan luar seperti luka, sedangkan air bersifat basa dimanfaatkan untuk pengobatan dalam, seperti penyakit ginjal, kanker, bahkan HIV.
“Selama ini masyarakat mengira air hujan tidak aman untuk dikonsumsi karena mengandung polusi dan bakteri. Tapi dengan proses yang tepat, air hujan bisa menjadi air sehat, bahkan digunakan sebagai terapi penyembuhan. Banyak yang sudah membuktikan dan alhamdulillah, mereka sembuh,” tutur Bang Udin.
Menariknya, semua air hujan hasil olahan tersebut tidak dijual, melainkan didonasikan secara gratis kepada siapa pun yang membutuhkan. Warga dapat mengambil langsung air olahan tersebut di rumah Bang Udin yang berlokasi di Potorono, Banguntapan, Bantul.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini “Sekolah Air Hujan” yang dirintisnya menjadi satu-satunya di dunia, dan telah menarik perhatian warga mancanegara. “Sudah ada beberapa warga dari Amerika dan Australia datang ke Yogyakarta untuk belajar langsung tentang air hujan. Ini membuktikan bahwa air hujan bisa menjadi solusi kesehatan masa depan,” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini menjadi momen berharga bagi para anggota IKWI DIY untuk menambah wawasan baru tentang pemanfaatan potensi alam secara bijak, sekaligus menguatkan semangat hidup sehat dengan cara yang alami dan berkelanjutan. (Rls)



















