KORAN MERAPI — Sebanyak 150 wartawan dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Sungai Code, Yogyakarta, Jumat (7/11/25). Rombongan dipimpin oleh Wildan, Kepala Bidang Kominfo Sidoarjo, dan Mustain, Ketua PWI Sidoarjo.
Rombongan diterima langsung oleh Lurah Cokrodiningratan Drs. Totok Pratopo, perwakilan Pemerti Kali Code Sudiarso, serta pengurus Kampung Wisata Cokrodiningratan yakni Dedi Kurniawan, Ambar, Rafika, Sutanti, dan Novel.
Kunjungan sehari ini merupakan rangkaian kegiatan setelah para wartawan sebelumnya mengikuti seminar dan lava tour Merapi. Tujuan utama kunjungan adalah untuk melihat secara langsung upaya restorasi dan pengelolaan Sungai Code yang selama ini dikenal sukses menjaga kelestarian sungai sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat.

Menurut Handoko (HR Surabaya Pagi), serta Lukman dan Cholid (TV Mu), pihaknya ingin belajar bagaimana konsep penataan kawasan sungai secara pentahelix diterapkan di Yogyakarta agar dapat diadaptasi di Sidoarjo. Mereka berharap sungai-sungai di daerahnya kelak bisa bersih, lestari, dan bahkan menjadi destinasi wisata unggulan.
Pengelola Sekolah Sungai Code, Harris Syarif Usman, SH., M.Kn., menjelaskan bahwa rombongan diajak menyaksikan berbagai kegiatan lingkungan yang dilakukan warga bantaran Kali Code. Salah satu yang menarik perhatian adalah kunjungan ke Kebun Sayur Teras Hijau Cokrokusuman, yang mengembangkan pertanian sayur dan pembesaran ikan lele sebagai upaya ketahanan pangan masyarakat.
Rombongan juga mengunjungi Bank Sampah Bumi Lestari, mendengarkan paparan tentang pengelolaan sampah melalui program Mas Jos (Jogja Olah Sampah), serta meninjau langsung Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini banjir di Taman Robin Jetis Pasiraman.
Selain itu, para wartawan turut melihat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal dan IPAL Portable, serta pengolahan air bersih Tirta Kencana yang menjadi inovasi warga di sepanjang bantaran sungai.
Sebagai bentuk kepedulian lingkungan, kunjungan diakhiri dengan kegiatan tebar benih ikan endemik Kali Code sebanyak enam kantong besar berisi ratusan ekor benih.
“Kami sangat terkesan dengan kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan komunitas di Kali Code. Semua saling bersinergi menjaga sungai, dan hasilnya bisa dilihat langsung, bersih, lestari, dan menjadi tempat edukasi yang menarik,” ujar Mustain mewakili rombongan. (Rls)


















