KORAN MERAPI – Membangun Ekosistem Pariwisata Njeron Beteng menjadi tema utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Kadipaten untuk penyusunan Anggaran Tahun 2027. Forum ini digelar oleh Tuwanggana Kadipaten pada Rabu (14/1) di Joglo Resto Njeron Beteng, Jalan Siliran Lor 28, Panembahan, Kraton, dan dikemas secara khusus dalam konsep mini retreat.
Musrenbang tersebut diikuti para Ketua RW, Ketua Kampung, serta unsur lembaga kemasyarakatan dan pemangku kepentingan se-Kelurahan Kadipaten. Seluruh peserta tampak kompak mengenakan atribut Komponen Cadangan Pertahanan Nasional berupa kaos loreng dan topi lapangan. Nuansa kebersamaan, disiplin, dan semangat korsa terasa kuat, mencerminkan komitmen bersama dalam mengawal pembangunan Kota Yogyakarta.
Dalam sesi diskusi, Ketua Kampung Kadipaten Kidul, Andi Hendro Irianto, menyampaikan “curahan” aspirasi terkait persoalan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan wilayah Kadipaten, terutama saat musim liburan panjang, Lebaran, serta Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, meningkatnya arus wisatawan di kawasan Njeron Beteng memerlukan solusi terpadu yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan aparat kepolisian.
Sementara itu, Pinituwa Kelurahan Kadipaten, Haryawan Emir Nuswantoro, SS, SE, memaparkan strategi Membangun Ekosistem Pariwisata Njeron Beteng. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna membentuk ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat, khususnya warga Kadipaten melalui penguatan UMKM lokal.
“Tuwanggana berupaya mengarahkan dan merancang anggaran yang mendorong tumbuhnya ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Hal ini penting mengingat kawasan Njeron Beteng merupakan zona inti Sumbu Filosofi yang berada dalam pemantauan UNESCO sebagai warisan dunia,” jelas Emir.

Musrenbang secara resmi dibuka oleh Mantri Pamong Praja Kraton, Drs. Sumargandi, MSi, didampingi Lurah Kadipaten Suparman, S.Sos. Hadir pula Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Darini, SIP, dan Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Ir. Muh. Sofyan. Dalam kesempatan tersebut, kedua anggota dewan menyampaikan bahwa usulan kegiatan yang tidak dapat diakomodasi melalui anggaran kelurahan masih dapat diajukan melalui Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
Darini mengingatkan agar pengajuan Pokir tidak dilakukan secara duplikasi ke beberapa anggota DPRD karena dapat berakibat tidak teranggarkannya usulan tersebut. Sementara Ir. Muh. Sofyan menyatakan komitmennya untuk mengupayakan usulan masyarakat yang belum dapat masuk dalam anggaran kelurahan.
Pada akhir kegiatan, Tuwanggana Kadipaten menyerahkan apresiasi kepada sejumlah tokoh masyarakat atas dedikasi dan pengabdiannya. Apresiasi diberikan kepada pasangan suami istri Zuliadi dan Sugiharti yang secara bersamaan mengemban amanah sebagai pengurus LPMK selama 20 tahun. Penghargaan juga disampaikan kepada Mudjiyono, Ketua RW 06 yang menjabat lebih dari 25 tahun, serta kepada Drs. M. Chawasi Syaroni (Ketua LPMK 2018–2023) dan Ir. Gardani (Ketua LPMK 2008–2018).
Selain itu, apresiasi atas kepemimpinan dan kolaborasi diberikan kepada Lurah Kadipaten Suparman, Sekretaris Kelurahan Nurlia Rahmawati, dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Rahayu, yang dinilai konsisten memberikan ruang, motivasi, dan dukungan bagi partisipasi aktif warga dalam pembangunan Kota Yogyakarta.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para peserta Musrenbang dijadwalkan akan mengikuti ziarah ke makam Panembahan Senopati di Kotagede pada bulan Ruwah mendatang. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meneguhkan nilai kerohanian dan spiritualitas menjelang bulan suci Ramadhan. (Ags)








