KORAN MERAPI — Paguyuban Cetak Jogja (PCJ) sukses menggelar acara Syawalan yang dirangkai dengan Kongres ke-4 sebagai momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menentukan arah organisasi ke depan. Kegiatan ini dilaksanakan Jumat malam (10/4/26/ di Gedung Madu Nusantara, Jl. Veteran 145 Yogyakarta dan dihadiri oleh para sesepuh, pendiri, pengurus, serta seluruh anggota PCJ dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Mengusung tema “Rukun Anggotane, Maju Usahane”, acara ini menegaskan bahwa kekuatan utama organisasi terletak pada kebersamaan dan solidaritas antar anggota. Momentum Syawalan dimanfaatkan sebagai ajang untuk saling memaafkan setelah bulan suci Ramadan, sekaligus memperkuat hubungan yang telah terjalin.
Ketua Paguyuban Cetak Jogja, Selamet Supriyadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis, tidak hanya sebagai forum organisasi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai kekeluargaan yang menjadi ciri khas PCJ. Ia menekankan bahwa kebersamaan merupakan kunci dalam menghadapi tantangan usaha di tengah dinamika industri percetakan.
“Dalam suasana Syawalan ini, mari kita pererat hubungan dan membuka lembaran baru dengan semangat kolaborasi. Kebersamaan akan menjadi kekuatan kita dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kongres IV, Slamet Riyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kongres menjadi momentum penting untuk evaluasi dan perumusan strategi organisasi ke depan.

“Kongres ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang bagi seluruh anggota untuk menyampaikan gagasan dan evaluasi demi kemajuan bersama. Dengan semangat guyub rukun, kita optimistis PCJ akan semakin solid dan berkembang,” ungkapnya.
Dalam kongres tersebut, berbagai agenda strategis dibahas, mulai dari evaluasi program kerja hingga penyusunan rencana ke depan. Diskusi berlangsung aktif dengan partisipasi anggota yang memberikan masukan konstruktif demi kemajuan organisasi dan usaha masing-masing.
Puncak acara ditandai dengan terpilihnya Slamet Riyadi, yang akrab disapa Adi dari Percetakan Sari Abadi, sebagai Ketua Paguyuban Cetak Jogja periode 2026–2029. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis dengan suasana yang kondusif dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam pernyataannya, Adi menyampaikan komitmennya untuk membawa PCJ menjadi organisasi yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadapi perubahan industri yang semakin cepat.
“Kita harus terus beradaptasi dan berinovasi, namun tetap menjaga semangat kebersamaan. Dengan kolaborasi, kita bisa tumbuh bersama dan menciptakan peluang yang lebih besar,” ujarnya.
Rangkaian acara Syawalan berlangsung penuh keakraban, ditandai dengan saling bersalaman dan interaksi hangat antar anggota. Suasana ini mencerminkan nilai utama PCJ sebagai komunitas yang menjunjung tinggi kebersamaan dan solidaritas.
Paguyuban Cetak Jogja merupakan wadah bagi pelaku usaha percetakan di Yogyakarta yang berfokus pada penguatan jaringan, peningkatan kompetensi, serta kolaborasi antar anggota. Seiring perkembangan zaman, PCJ terus berupaya beradaptasi dengan teknologi dan kebutuhan pasar tanpa meninggalkan nilai guyub rukun sebagai identitas organisasi.
Melalui Kongres ke-4 ini, diharapkan lahir keputusan strategis yang mampu mendorong kemajuan organisasi dan usaha anggota secara berkelanjutan. Dengan semangat “Rukun Anggotane, Maju Usahane”, PCJ optimistis dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi industri percetakan di Yogyakarta.
Paguyuban Cetak Jogja adalah komunitas pelaku usaha percetakan yang berkomitmen memperkuat jaringan, meningkatkan kompetensi, dan mendorong kolaborasi antar anggota demi kemajuan bersama dengan selalu menjunjung slogan “Guyub Rukun, Golek Rezeki Bareng-bareng. (Rls)


















