KORAN MERAPI – Suasana khidmat menyelimuti Sekar Kedhaton Restaurant pada Kamis (16/4/2026). Di bawah sorotan lampu ruang pertemuan yang hangat, dua penari wanita, Yuni Ernawati dan Tomomi Yokosuka, bergerak dengan anggun. Mereka membawakan Beksan Panembrama Sriminulya, sebuah tari klasik gaya Yogyakarta yang menjadi pembuka manis dalam gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) IV DPC HPI Kota Yogyakarta.
Lentingan Gendhing Sriminulyo berlaras Pelog 6 seolah menjadi doa yang dilantunkan melalui gerak tubuh. Tari ini bukan sekadar penyambutan, melainkan simbol harapan agar ikhtiar para pemandu wisata di Kota Wisata ini berjalan sukses, lir sakatahing rubedo, nir ing sambikala, bebas dari segala rintangan.
Muscab IV kali ini menjadi momentum penting bagi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Yogyakarta. Agenda utama adalah laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari pengurus periode sebelumnya serta pemilihan nakhoda baru untuk lima tahun ke depan.
Cesilia Dian Eka Pamiastuti, Ketua DPC HPI Kota Yogyakarta periode 2021-2026, memaparkan laporan pertanggungjawabannya di hadapan para anggota. Hasilnya mengesankan; seluruh anggota yang hadir menerima LPJ tersebut secara bulat. Kepercayaan anggota terhadap kinerja pengurus lama rupanya begitu kuat, hingga proses pemilihan berlanjut dengan suasana kekeluargaan.
Puncaknya, melalui mekanisme musyawarah, kepengurusan lama kembali dipercaya untuk mengemban amanah. Mereka terpilih secara aklamasi untuk memimpin DPC HPI Kota Yogyakarta periode 2026-2031.
Ketua Panitia (OC), Rudatin Murniati, S.I.Kom, M.Par, dalam sambutannya menekankan bahwa kesuksesan acara ini adalah buah dari kolaborasi dari berbagai pihak.
“Kami menyadari bahwa penyelenggaraan ini masih memiliki kekurangan, namun dukungan dari instansi pemerintah, asosiasi, hingga para mitra memberikan kekuatan bagi kami untuk terus berbenah demi kemajuan organisasi,” ungkap Rudatin.
Acara ini turut dihadiri oleh para pemangku kepentingan pariwisata Kota Yogyakarta, mulai dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta yang diwakili Husni Eko Prabowo, SE, MIP, Dinas Kebudayaan, hingga jajaran asosiasi seperti ASITA, PHRI, dan BP2KY. Tak ketinggalan, puluhan mitra dari sektor kuliner, kerajinan perak, hingga batik turut hadir memberikan dukungan moril dan materiil.
Setelah prosesi pelantikan yang penuh haru, acara ditutup dengan pidato dari ketua terpilih dan sesi foto bersama. Dengan nakhoda yang telah teruji dan semangat baru pasca-Muscab, HPI Kota Yogyakarta siap menghadapi tantangan pariwisata masa depan yang kian dinamis.
Muscab IV ini bukan sekadar suksesi kepemimpinan, melainkan bukti bahwa organisasi pramuwisata di Yogyakarta tetap solid, berakar pada budaya, dan siap bersinergi dengan seluruh elemen industri pariwisata demi memajukan ekonomi kreatif di Kota Yogyakarta. (Ags)



















