KORAN MERAPI – Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar acara “Gathering & Workshop Langkah Dansa” pada Sabtu (9/5) pagi bertempat di Aula SMK 2 Yogyakarta yang diikuti 60 peserta. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membekali para penggiat olahraga langkah dansa menghadapi kompetisi bergengsi tingkat daerah maupun nasional.
Ketua ILDI DIY, Drs. Nuri Hartana, MS, dalam sambutannya secara resmi membuka acara yang diikuti oleh perwakilan dari kota dan kabupaten di wilayah DIY. Ia menekankan bahwa workshop ini menjadi ajang persiapan krusial untuk menghadapi Forda (Festival Olah Raga Daerah) DIY II yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli mendatang di Lippo.

“Materi-materi yang diberikan hari ini mencakup kategori lomba yang akan dipertandingkan nanti, yaitu kategori usia di bawah 40 tahun, di atas 40 tahun, serta kategori perorangan,” jelas Nuri Hartana. Ia menambahkan bahwa materi workshop disampaikan langsung oleh koreografer Mas Winardi, didampingi oleh para peraga seperti Mbak Titi dan Mbak Febri.
Lebih lanjut, Nuri berharap melalui pembekalan teknis ini, kontingen ILDI dari DIY dapat mempertahankan tradisi juara di tingkat nasional (FORNAS). “Harapannya setelah Forda kedua ini, para atlet kita bisa lolos ke tingkat nasional dan menyabet medali emas atau perak. Selain prestasi, misi utama kami adalah memasyarakatkan olahraga langkah dansa agar masyarakat tetap sehat, bugar, gembira, dan luar biasa,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Rustiani, Ketua DPW ILDI Kota Yogyakarta yang hadir sebagai peserta, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu para atlet dalam mendalami aspek teknis.
“Workshop ini sangat berguna bagi kami yang akan mengikuti Forda. Kami bisa mempelajari materi lomba secara mendalam, termasuk detail step-by-step atau langkah-langkah yang benar agar hasil di lapangan nanti maksimal,”
ungkap Rustiani.
Sesuai dengan agenda yang dirilis, workshop ini membedah tiga materi utama, yaitu: Waktu & Rasa, Beda, Kecupan Sayang
Acara ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga langkah dansa di Yogyakarta, sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). (Ags)








