Jumat, 17 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Ziarahi Makam Ma Hazhi, Teguh Santosa: Cheng Ho Simbol Persahabatan dan Jembatan Kabudayaan

admin by admin
16 Juli 2026
in News
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI — Di sela kunjungan ke Provinsi Yunnan, Tiongkok, delegasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menyempatkan diri berziarah ke makam Ma Hazhi di bukit Yueshan, Distrik Kunyang, Provinsi Yunnan, Rabu, 15 Juli 2026.

Makam yang tak jauh dari Museum Distrik Jinning itu ditemukan tahun 1894 dan membuka satu misteri yang sudah lama dicari: siapa leluhur Laksamana Cheng Ho atau Zheng He dari era Dinasti Ming di abad ke-15.

Dunia mengenal Cheng Ho sebagai pemimpin armada Tiongkok yang melakukan pelayaran ke negeri-negeri yang ada di selatan Tiongkok, termasuk Semarang dan Palembang. Dari kepulauan nusantara, armada Cheng Ho mengunjungi Selat Malaka, juga ke Champa, Siam, lalu India, Srilanka, Selat Hormuz Iran, Laut Merah, hingga ke pantai timur Afrika.

Laksmana Cheng Ho lahir dengan nama Ma He. Dia mulai bekerja di lingkungan Istana Kaisar Zhu Yuangzhang di Nanjin pada usia 11 tahun. Lalu dia ikut Zhu Di ke Peiping atau Beijing. Adalah Zhu Di yang memberikan nama keluarga Zheng kepada Ma He.

Setelah Zhu Di memimpin Dinasti Ming dan mengganti namanya menjadi Kaisar Yongle, karier militer Cheng Ho pun semakin menanjak. Dia diangkat menjadi laksamana dan dipercaya memimpin armada Tiongkok.

Adapun Ma Hazhi yang makamnya diziarahi delegasi JMSI adalah ayahanda dari Cheng Ho. Dia disebutkan meninggal dalam perang di usia 39 tahun. Di balik nisan makam Ma Hazhi ada sebuah prasasti yang menjelaskan bahwa Cheng Ho pernah berziarah ke makam ayahnya di sela kesibukan menjadi petinggi militer di Beijing.

Kawasan di sekitar makam Ma Hazhi di puncak Bukit Yueshan dipercaya sebagai tanah kelahiran Cheng Ho. Sebuah patung Cheng Ho berukuran raksasa setinggi 5,5 meter didirikan di bukit itu. Dari ketinggian patung Cheng Ho seakan menatap jauh ke arah Danau Dian Chi yang merupakan danau terbesar dan terdalam di Yunnan.

Seperti ayahnya, Cheng Ho adalah seorang Muslim. Dia merupakan cucu keenam dari Saidianchi, mufti Yunnan pada masa itu. Di banyak tempat yang disinggahinya, Cheng Ho ikut menyebarkan ajaran agama Islam. Kini di Indonesia, ada beberapa masjid yang menggunakan nama Cheng Ho. Seperti di Palembang dan Batam.

Adapun masjid yang pernah dibangun Cheng Ho di Semarang sejak lama telah berubah menjadi kuil Sam Poo Kong.

Ketika berbicara di pertemuan meja bundar aliansi media Asia Selatan dan Asia Tenggara di Kunming, Selasa, 14 Juli 2026, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa mengutip kisah Laksamana Cheng Ho sebagai bukti persahabatan Indonesia dan Tiongkok yang berlangsung sejak lama.

“Nama Laksamana Cheng Ho begitu dikenal di Indonesia. Dia tidak hanya dikenang sebagai penjelajah besar dalam sejarah, lebih dari itu ia adalah simbol persahabatan, diplomasi, dan jembatan kebudayaan,” ujar Teguh yang juga mengajar mata kuliah “HI dan Kebudayaan” dan “Politik Asia Timur” di UIN Jakarta.

“Perjalanannya menjadi bukti yang kuat dan abadi bahwa hubungan masyarakat Indonesia dan Tiongkok telah ditempa selama ratusan tahun secara damai melalui perdagangan didasarkan sikap saling menghormati,” kata Teguh lagi.

Pembina Farah.id, Farida Farhah, yang ikut dalam ziarah ke makam Ma Hazhi menyampaikan kekagumannya pada upaya pemerintah Tiongkok mengabadikan kisah Cheng Ho.

“Sejak kecil kita sudah sering mendengar nama Cheng Ho. Dulu kita menganggapnya sebagai legenda. Tapi ternyata ada dan nyata. Kisah hidupnya sungguh inspiratif,” ujar Farida.

Adapun Ketua JMSI Kalimantan Tengah Julius Marulitua Sinaga mengatakan, sudah sepatutnya hubungan kedua negara hari ini didasarkan pada nilai-nilai yang diwariskan Cheng Ho.

Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan menambahkan, pelayaran Cheng Ho memperlihatkan bahwa bangsa Tiongkok sejak lama memiliki ketertarikan dalam mengembangkan kebudayaan dan pembangunan ekonomi melalui perdagangan.

“Kita perlu meniru dan menerapkan semangat bangsa Tiongkok membangun negara mereka,” katanya.

Sebelum meninggalkan Bukit Yueshan, Penasihat JMSI Mursyid Sonsang, berpesan kepada staf ACJA yang mengatur perjalanan delegasi JMSI.

“Seperti Cheng Ho, kami juga siap menjadi jembatan kebudayaan dan persahabatan di era digital,” katanya. (Rls)

Tags: Dinasti MingJMSIKoranmerapi.idLaksamana Cheng HoMakam Ma Hazhi

Related Posts

Gelorakan ‘Enjoy The Dance’, ULD Kota Yogyakarta Sukses Gelar ‘Line Dance Bersama’ di Mandala Krida
News

Gelorakan ‘Enjoy The Dance’, ULD Kota Yogyakarta Sukses Gelar ‘Line Dance Bersama’ di Mandala Krida

17 Juli 2026
Pamerkan Ragam Herbal Unggulan di Expo Jamu 2026, CV Windra Mekar Hadirkan Promo Kemitraan Khusus hingga ‘Free Tester’
News

Pamerkan Ragam Herbal Unggulan di Expo Jamu 2026, CV Windra Mekar Hadirkan Promo Kemitraan Khusus hingga ‘Free Tester’

16 Juli 2026
PWI Pusat Sosialisasi Lima Peraturan Organisasi
News

PWI Pusat Sosialisasi Lima Peraturan Organisasi

16 Juli 2026
Pemerintah Perkuat Dialog dan Mitigasi PHK untuk Lindungi Pekerja
News

Pemerintah Perkuat Dialog dan Mitigasi PHK untuk Lindungi Pekerja

15 Juli 2026
Menjadi Sahabat Berhati Hamba: Sdr. Andreas Kurnianto, S.Ak., M.Fil. Resmi Ditahbiskan sebagai Pendeta GKJ Wonocatur Bantul
News

Menjadi Sahabat Berhati Hamba: Sdr. Andreas Kurnianto, S.Ak., M.Fil. Resmi Ditahbiskan sebagai Pendeta GKJ Wonocatur Bantul

15 Juli 2026
Storyteller for the Earth Hadirkan Kolaborasi Dongeng Indonesia–Inggris untuk Membangun Kesadaran Lingkungan Melalui Cerita Rakyat
News

Storyteller for the Earth Hadirkan Kolaborasi Dongeng Indonesia–Inggris untuk Membangun Kesadaran Lingkungan Melalui Cerita Rakyat

14 Juli 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Gelorakan ‘Enjoy The Dance’, ULD Kota Yogyakarta Sukses Gelar ‘Line Dance Bersama’ di Mandala Krida

Gelorakan ‘Enjoy The Dance’, ULD Kota Yogyakarta Sukses Gelar ‘Line Dance Bersama’ di Mandala Krida

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Gelorakan ‘Enjoy The Dance’, ULD Kota Yogyakarta Sukses Gelar ‘Line Dance Bersama’ di Mandala Krida

Gelorakan ‘Enjoy The Dance’, ULD Kota Yogyakarta Sukses Gelar ‘Line Dance Bersama’ di Mandala Krida

17 Juli 2026
Pamerkan Ragam Herbal Unggulan di Expo Jamu 2026, CV Windra Mekar Hadirkan Promo Kemitraan Khusus hingga ‘Free Tester’

Pamerkan Ragam Herbal Unggulan di Expo Jamu 2026, CV Windra Mekar Hadirkan Promo Kemitraan Khusus hingga ‘Free Tester’

16 Juli 2026
Ziarahi Makam Ma Hazhi, Teguh Santosa: Cheng Ho Simbol Persahabatan dan Jembatan Kabudayaan

Ziarahi Makam Ma Hazhi, Teguh Santosa: Cheng Ho Simbol Persahabatan dan Jembatan Kabudayaan

16 Juli 2026
PWI Pusat Sosialisasi Lima Peraturan Organisasi

PWI Pusat Sosialisasi Lima Peraturan Organisasi

16 Juli 2026
Gelorakan ‘Enjoy The Dance’, ULD Kota Yogyakarta Sukses Gelar ‘Line Dance Bersama’ di Mandala Krida

Gelorakan ‘Enjoy The Dance’, ULD Kota Yogyakarta Sukses Gelar ‘Line Dance Bersama’ di Mandala Krida

17 Juli 2026
Pamerkan Ragam Herbal Unggulan di Expo Jamu 2026, CV Windra Mekar Hadirkan Promo Kemitraan Khusus hingga ‘Free Tester’

Pamerkan Ragam Herbal Unggulan di Expo Jamu 2026, CV Windra Mekar Hadirkan Promo Kemitraan Khusus hingga ‘Free Tester’

16 Juli 2026
Ziarahi Makam Ma Hazhi, Teguh Santosa: Cheng Ho Simbol Persahabatan dan Jembatan Kabudayaan

Ziarahi Makam Ma Hazhi, Teguh Santosa: Cheng Ho Simbol Persahabatan dan Jembatan Kabudayaan

16 Juli 2026
PWI Pusat Sosialisasi Lima Peraturan Organisasi

PWI Pusat Sosialisasi Lima Peraturan Organisasi

16 Juli 2026
Pemerintah Perkuat Dialog dan Mitigasi PHK untuk Lindungi Pekerja

Pemerintah Perkuat Dialog dan Mitigasi PHK untuk Lindungi Pekerja

15 Juli 2026
Menjadi Sahabat Berhati Hamba: Sdr. Andreas Kurnianto, S.Ak., M.Fil. Resmi Ditahbiskan sebagai Pendeta GKJ Wonocatur Bantul

Menjadi Sahabat Berhati Hamba: Sdr. Andreas Kurnianto, S.Ak., M.Fil. Resmi Ditahbiskan sebagai Pendeta GKJ Wonocatur Bantul

15 Juli 2026