KORAN MERAPI — Salah satu agenda tahunan organisasi, Pengurus Daerah Persatuan Judo Seluruh Indonesia (Pengda PJSI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Judo se-DIY tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Padepokan Judo Pengda PJSI DIY, Sorowajan, Banguntapan, Kabupaten Bantul.
Ketua Pengda PJSI DIY, Toga Paramandita, menjelaskan bahwa Kejurda Judo 2025 diikuti oleh 135 atlet, yang terdiri dari 55 atlet putra dan 60 atlet putri, mewakili Pengurus Kabupaten dan Pengurus Kota PJSI se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Para atlet bertanding mulai dari kelompok umur 6 hingga 15 tahun, serta kelompok senior.
“Untuk kelompok umur dipertandingkan sebanyak 16 kelas, sementara kelompok senior mempertandingkan 9 kelas,” jelas Toga Paramandita.
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2026 mendatang, sekitar bulan Maret atau April, PJSI DIY kembali akan menggelar kejuaraan untuk kelompok umur serta kejuaraan khusus anak Sekolah Dasar. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pembinaan judo di DIY agar dapat berjalan secara berkesinambungan.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Atmiardi Dita Prastiwi menyampaikan bahwa sistem penilaian dan penjurian pada Kejurda Judo 2025 telah menggunakan sistem terbaru yang mengacu pada standar IJF (International Judo Federation) sebagai induk organisasi judo internasional.
“Sistem penilaian dan penjurian yang tercantum dalam scoresheet sudah terkoneksi langsung dengan sistem komputer dan diawasi oleh VAR (Video Assistant Referee), sehingga seluruh detail pertandingan dapat dipantau dan dinilai secara akurat,” ungkap Agnia di sela-sela pertandingan.

Selain itu, pada Kejurda kali ini juga diberlakukan Repechage System, yaitu sistem yang memberikan kesempatan bagi atlet yang kalah di babak perempat final untuk kembali bertanding memperebutkan medali perunggu.
Dalam penyelenggaraan pertandingan bela diri, aspek keselamatan atlet menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, Kejurda Judo 2025 dikawal langsung oleh tim medis yang diketuai oleh dr. Roby Al Fauzi dari Rumah Sakit Mitra Paramedika, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman.
dr. Roby Al Fauzi menjelaskan bahwa tim medis telah menyiapkan berbagai perlengkapan pendukung, antara lain perlengkapan P3K, obat-obatan, tabung oksigen, tandu, serta satu unit ambulans yang siaga di area pertandingan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini diturunkan, pertandingan kelompok umur telah selesai dan dilanjutkan dengan prosesi pengalungan medali. Selanjutnya, pertandingan kelompok senior mulai dilaksanakan. (Mty)




















