KORAN MERAPI – Staf ahli Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta bidang Sosial, Budaya dan Kemasyarakatan Dr. Didik Wardoyo SE, MPd secara resmi membuka Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) 2025 se DIY pada hari Rabu 11 Juni 2025 di GOR Amongraga Yogyakarta.
Acara ini akan berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 11 dan 12 Juni 2025 dan mempertandingkan lima cabang olahraga yaitu Para Atletik, Para Bulutangkis, Para Bocia, Para Renang dan Para Tenis Meja.
Dalam sambutannya Didik Wardoyo mengatakan bahwa kegiatan PEPARPEDA ini sebagai upaya untuk menumbuhkan kepercayaan diri atlet-atlet Para, bahwa keterbatasan fisik bukanlah kendala untuk membentuk jiwa yang kuat untuk meraih cita- cita yang tinggi dan menanamkan semangat berjuang untuk masa depan yang gemilang.
Sementara itu ketua panitia Drs. Suhirman, MP.d dalam laporannya mengatajan bahwa PERPAPEDA tahun inidiikuti oleh 157 atlet yang mewakili lima Kabupaten/Kota se Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun venue pertandingan tersebar di beberapa tempat yaitu Para Atlerik di stadion Mandala Krida, Para Bulutangkis di GOR Amongraga, Para Bocia di Graha Wana Bakti Yasa, Para Renag di kolam Renang Depok Sport Center dan Para Tenis Meja du GOR Amongraga.

Pembukaan acara PEPARPEDA juga dimeriahkan dengan pagelaran sendratari dan penampilan penyanyi cilik tuna netra Arda.
Salah satu nomor pertandingan yang menarik dalam perhelatan ini adalah Tenis Meja tuna netra atau yang disebut Showdown, karena cabang olahraga ini berbeda dari cabang olahraga Tenis Meja pada umumnya yang telah kita kenal.
Salah satu wasit Tenis Meja Pengda PTMSI DIY Rubi Hartono, SPd menjelaskan bahwa permainan ini menggunakan meja yang ada pembatasnya sepweti permainan Billiard dan dilengkapi dua buah lubang/gawang di kedua sisinya.
Cara bermainnya adalah kedua pemain berusaha memasukkan bola kearah gawang lawan dengan menggunakan pemukul dari kayu dan bola melewati bawah net.
“Untuk merangsang pendengaran pemain, bola yang dipergunakan didalamnya diberi bunyi- bunyian sehingga pemain tahu arah datangnya bola,”jelas Rubi Hartono. (Mty)



















