Senin, 21 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Mungkinkah Indonesia Hancur di Tengah Maraknya Aksi Demo

Oleh: K.H. Dr. Amidhan Shaberah (Komisioner Komnas HAM 2002-2027/Lemkaji MPR RI 2014-2019)

admin by admin
26 Agustus 2025
in Opini
0
0
SHARES
239
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Aksi demo yang belakangan ini marak, apakah menjadi pertanda Indonesia akan hancur? Tergantung dari cara pandangnya. Bagi yang memandang negatif, Indonesia bakal hancur di tahun 2030, sesuai narasi novel Ghost Fleet: a Novel of the Next World War (2015) karya Peter Warren Singer dan August Cole.

Ghost Fleet adalah novel yang ditulis dua ahli strategi dari Amerika, Fleet dan Cole, yang menggambarkan skenario perang antara China dan Amerika tahun 2030. Yang menarik dari novel ini, pada tahun 2030, negara Indonesia sudah tidak ada.

Novel ini menjadi perhatian serius bagi petinggi militer Amerika Serikat. Pensiunan Laksamana James G Stavridis menyebut buku ini sebagai blue print untuk memahami peperangan di masa depan. Stavridis, yang kini menjabat sebagai dekan di Fakultas Hubungan Internasional Tufts University, mewajibkan pimpinan militer untuk membaca novel tersebut. Ghost Fleet sendiri lebih banyak menggambarkan perang antara China dan Amerika Serikat pada tahun 2030 ketimbang sebab musabab Indonesia yang lenyap dari peta bumi.

Singer menggambarkan situasi perang modern ketika pesawat tanpa awak (drone) mendominasi angkatan udara kedua belah pihak. Perang juga melanda sistem informasi tingkat tinggi. M Cakupannya bukan hanya peretasan situs internet, melainkan satelit yang memantau bagian permukaan bumi.

Singer juga menceritakan China yang mengalami kemajuan pesat. Di samping lebih kaya dari AS, China juga mampu menciptakan persenjataan yang sangat canggih. Kelompok komunis China pun digambarkan sudah tidak memiliki pengaruh dan telah usang. China dipimpin oleh kelompok baru yang disebut sebagai Directorate.

Directorate merupakan gabungan antara elit pengusaha dan elit militer. Kelompok ini menggantikan pemimpin partai komunis. Pimpinan partai komunis yang sebelumnya sangat berkuasa, saat itu telah lumpuh. Penggantinya, gabungan elit pengusaha dan militer tadi.
Presiden Prabowo yang patriotis sangat “terkejut” dengan novel Ghost Fleet ini. Pada acara bedah buku ini di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 18 September 2017 lalu, Prabowo sudah mengingatkan kemungkinan munculnya kondisi tersebut. Kalau bangsa Indonesia lalai dan tidak waspada, hancurnya Indonesia niscaya terjadi. Jadi, kata Prabowo, bangsa Indonesia harus mandiri dalam segala hal. Agar tidak bisa dijajah oleh bangsa lain, atau dilenyapkan negara lain.

Di era Prabowo, Indonesia mulai terlihat “telanjang”. Borok-borok ekonomi, politik, dan ketahanan nasional kini menjadi perhatian netizen — bukan hanya nasional tapi juga internasional. Seakan-akan ramalan di novel Ghost Fleet akan benar-benar terjadi. Bayangkan, ekonomi Indonesia sepeninggal 10 tahun rejim Jokowi terseok-seok. Hutang yang brutal, yang dilakukan rejim Jokowi benar-benar di luar batas kemampuan untuk membayarnya.

Warisan utang Jokowi ke Prabowo, menurut Tempo, mencapai Rp 8.502 triliun per 31 Juli 2024 — jauh lebih tinggi dibandingkan warisan utang SBY ke Jokowi. Ia meninggalkan warisan utang hingga lebih dari Rp 8.000 triliun untuk presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto. Jumlah itu setara dengan 39,13 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dan gilanya, meski akan segera diganti, Jokowi tetap menambah utang. Sampai akhir 2024, utang pemerintahan Jokowi sampai tembus Rp 10.269 trilyun.
Warisan utang Jokowi ke Prabowo tersebut jauh lebih besar dibandingkan beban keuangan yang ditinggalkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Jokowi. Pada 2014, utang pemerintah SBY diketahui sebesar 2.608,78 triliun atau setara 24,7 persen PDB.

Di pihak lain, korupsi di era Jokowi sangat ugal-ugalan. Korupsi di Pertamina mencapai Rp 968 trilyun, korupsi timah Rp 300 trilyun, korupsi Antam Rp 145 trilyun, korupsi sawit Rp 78 trilyun, korupsi EDC BRI Rp 7 trilyun, korupsi BLBI Rp 138 trilyun, korupsi OTT Sumut Rp 0,2 trilyun, korupsi PT Palma Rp 78 trilyun, korupsi Asabari Rp 22 trilyun. Total 1.767 trilyun. Itu yang baru ketahuan dan ditindak KPK serta Kejaksaan. Yang belum ketahuan, pasti lebih banyak lagi. Korupsi di semua Proyek Strategi Nasional (PSN), diperkirakan, mencapai 35-40 persen nilainya. Bila dihitung bisa mencapai ribuan trilyun rupiah.
Dengan beban utang warisan Jokowi seperti itu, mampukah rejim Prabowo mengatasinya? Bagi yang berpikir positif, yakin bisa!

Kenapa? Indonesia adalah negara kaya sumber alam. Semua komoditas pangan bisa tumbuh. Berbagai jenis perkebunan berkembang. Peternakan hidup. Hampir semua jenis tambang berharga seperti aluminium, timah, tembaga, minyak, batubara, nikel, emas, dan uranium ada dan potensinya sangat besar.
Kekayaan alam Indonesia ini bila dikelola dengan baik, niscaya bisa untuk menutupi utang, bahkan lebih. Kekayaan alam tersebut bila dipakai untuk membangun, niscaya hasilnya luar biasa.

Ya, sisi positifnya, penduduk Indonesia besar. Dan jumlah tenaga kerjanya besar. Kini Presiden Prabowo sedang berusaha memberantas korupsi. Satu persatu, koruptor kelas atas mulai ditangkap. Presiden Prabowo sedang bekerja keras untuk memperbaiki kinerja pemerintah dan mengatasi korupsi.

Pada tahun 2030, alih-alih Indonesia lenyap seperti digambarkan novel Ghost Fleet, yang terjadi adalah kebalikannya. Yaitu, Indonesia masuk 5 besar ekonomi dunia (setara India, AS, Tiongkok, Jepang).PDB per kapitanya di atas 15.000 USD (kelas menengah mapan).Hilirisasi mineral, energi terbarukan, dan ekonomi digital menjadi tulang punggung. Sementara UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) terintegrasi dengan e-commerce global.

Berkat bonus demografi dimanfaatkan dengan baik, tenaga kerja produktif, pendidikan membaik, kesehatan terjangkau. Kelas menengah pun meningkat menjadi 70 persen dari populasi 350 juta.Luar biasa. Semua itu bisa terjadi, jika semua stake holder bekerja bersama-sama menjadikan Indonesia bersih korupsi, penuh inovasi, dan membangun semua lini.

Kembali pada demo mahasiswa yang akhir-akhir ini meruyak. Anggaplah itu sebagai bentuk keprihatinan anak-anak muda terpelajar yang menginginkan negerinya menjadi lebih baik. Demo mahasiswa harus diatasi dengan dialog konstruktif. Apa saja yang mereka prihatinkan dan apa saja yang mereka inginkan harus kita perhatikan. Sebab, bagaimana pun, negeri ini adalah warisan untuk mereka. Merekalah yang akan melanjutkan estafeta pemerintahan di masa depan.

Kita berharap, Indonesia tahun 2030 tidak lenyap. Sebaliknya, Indonesia tumbuh menjadi negeri makmur, sejahtera, dan hidup berdasarkan falsafah Pancasila. (*)

Tags: Aksi DemoIndonesiaKoranmerapi.idPrabowo Subianto

Related Posts

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai
Opini

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
Asrun, KY, dan Sapu Kotor
Opini

Asrun, KY, dan Sapu Kotor

11 September 2026
Kalau Alam Sudah Menegur
Opini

Kalau Alam Sudah Menegur

7 September 2026
Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu
Opini

Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu

6 September 2026
Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman
Opini

Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman

5 September 2026
Kapan Terakhir ke Pasar?
Opini

Kapan Terakhir ke Pasar?

31 Agustus 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

20 September 2026
Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

19 September 2026
Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

19 September 2026
Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

19 September 2026
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

20 September 2026
Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

19 September 2026
Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

19 September 2026
Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

19 September 2026
Gelar Doctoral Appreciation, STIPRAM Yogyakarta Kukuhkan 12 Doktor Pariwisata Baru dan Pengurus IKADAPARI

Gelar Doctoral Appreciation, STIPRAM Yogyakarta Kukuhkan 12 Doktor Pariwisata Baru dan Pengurus IKADAPARI

18 September 2026
RayaTimes Gandeng Pemkot Yogyakarta Gelar JCF, Incar Gen Z dan Gen Alpha

RayaTimes Gandeng Pemkot Yogyakarta Gelar JCF, Incar Gen Z dan Gen Alpha

18 September 2026