Minggu, 14 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Mungkinkah Indonesia Hancur di Tengah Maraknya Aksi Demo

Oleh: K.H. Dr. Amidhan Shaberah (Komisioner Komnas HAM 2002-2027/Lemkaji MPR RI 2014-2019)

admin by admin
26 Agustus 2025
in Opini
0
0
SHARES
239
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Aksi demo yang belakangan ini marak, apakah menjadi pertanda Indonesia akan hancur? Tergantung dari cara pandangnya. Bagi yang memandang negatif, Indonesia bakal hancur di tahun 2030, sesuai narasi novel Ghost Fleet: a Novel of the Next World War (2015) karya Peter Warren Singer dan August Cole.

Ghost Fleet adalah novel yang ditulis dua ahli strategi dari Amerika, Fleet dan Cole, yang menggambarkan skenario perang antara China dan Amerika tahun 2030. Yang menarik dari novel ini, pada tahun 2030, negara Indonesia sudah tidak ada.

Novel ini menjadi perhatian serius bagi petinggi militer Amerika Serikat. Pensiunan Laksamana James G Stavridis menyebut buku ini sebagai blue print untuk memahami peperangan di masa depan. Stavridis, yang kini menjabat sebagai dekan di Fakultas Hubungan Internasional Tufts University, mewajibkan pimpinan militer untuk membaca novel tersebut. Ghost Fleet sendiri lebih banyak menggambarkan perang antara China dan Amerika Serikat pada tahun 2030 ketimbang sebab musabab Indonesia yang lenyap dari peta bumi.

Singer menggambarkan situasi perang modern ketika pesawat tanpa awak (drone) mendominasi angkatan udara kedua belah pihak. Perang juga melanda sistem informasi tingkat tinggi. M Cakupannya bukan hanya peretasan situs internet, melainkan satelit yang memantau bagian permukaan bumi.

Singer juga menceritakan China yang mengalami kemajuan pesat. Di samping lebih kaya dari AS, China juga mampu menciptakan persenjataan yang sangat canggih. Kelompok komunis China pun digambarkan sudah tidak memiliki pengaruh dan telah usang. China dipimpin oleh kelompok baru yang disebut sebagai Directorate.

Directorate merupakan gabungan antara elit pengusaha dan elit militer. Kelompok ini menggantikan pemimpin partai komunis. Pimpinan partai komunis yang sebelumnya sangat berkuasa, saat itu telah lumpuh. Penggantinya, gabungan elit pengusaha dan militer tadi.
Presiden Prabowo yang patriotis sangat “terkejut” dengan novel Ghost Fleet ini. Pada acara bedah buku ini di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 18 September 2017 lalu, Prabowo sudah mengingatkan kemungkinan munculnya kondisi tersebut. Kalau bangsa Indonesia lalai dan tidak waspada, hancurnya Indonesia niscaya terjadi. Jadi, kata Prabowo, bangsa Indonesia harus mandiri dalam segala hal. Agar tidak bisa dijajah oleh bangsa lain, atau dilenyapkan negara lain.

Di era Prabowo, Indonesia mulai terlihat “telanjang”. Borok-borok ekonomi, politik, dan ketahanan nasional kini menjadi perhatian netizen — bukan hanya nasional tapi juga internasional. Seakan-akan ramalan di novel Ghost Fleet akan benar-benar terjadi. Bayangkan, ekonomi Indonesia sepeninggal 10 tahun rejim Jokowi terseok-seok. Hutang yang brutal, yang dilakukan rejim Jokowi benar-benar di luar batas kemampuan untuk membayarnya.

Warisan utang Jokowi ke Prabowo, menurut Tempo, mencapai Rp 8.502 triliun per 31 Juli 2024 — jauh lebih tinggi dibandingkan warisan utang SBY ke Jokowi. Ia meninggalkan warisan utang hingga lebih dari Rp 8.000 triliun untuk presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto. Jumlah itu setara dengan 39,13 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dan gilanya, meski akan segera diganti, Jokowi tetap menambah utang. Sampai akhir 2024, utang pemerintahan Jokowi sampai tembus Rp 10.269 trilyun.
Warisan utang Jokowi ke Prabowo tersebut jauh lebih besar dibandingkan beban keuangan yang ditinggalkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Jokowi. Pada 2014, utang pemerintah SBY diketahui sebesar 2.608,78 triliun atau setara 24,7 persen PDB.

Di pihak lain, korupsi di era Jokowi sangat ugal-ugalan. Korupsi di Pertamina mencapai Rp 968 trilyun, korupsi timah Rp 300 trilyun, korupsi Antam Rp 145 trilyun, korupsi sawit Rp 78 trilyun, korupsi EDC BRI Rp 7 trilyun, korupsi BLBI Rp 138 trilyun, korupsi OTT Sumut Rp 0,2 trilyun, korupsi PT Palma Rp 78 trilyun, korupsi Asabari Rp 22 trilyun. Total 1.767 trilyun. Itu yang baru ketahuan dan ditindak KPK serta Kejaksaan. Yang belum ketahuan, pasti lebih banyak lagi. Korupsi di semua Proyek Strategi Nasional (PSN), diperkirakan, mencapai 35-40 persen nilainya. Bila dihitung bisa mencapai ribuan trilyun rupiah.
Dengan beban utang warisan Jokowi seperti itu, mampukah rejim Prabowo mengatasinya? Bagi yang berpikir positif, yakin bisa!

Kenapa? Indonesia adalah negara kaya sumber alam. Semua komoditas pangan bisa tumbuh. Berbagai jenis perkebunan berkembang. Peternakan hidup. Hampir semua jenis tambang berharga seperti aluminium, timah, tembaga, minyak, batubara, nikel, emas, dan uranium ada dan potensinya sangat besar.
Kekayaan alam Indonesia ini bila dikelola dengan baik, niscaya bisa untuk menutupi utang, bahkan lebih. Kekayaan alam tersebut bila dipakai untuk membangun, niscaya hasilnya luar biasa.

Ya, sisi positifnya, penduduk Indonesia besar. Dan jumlah tenaga kerjanya besar. Kini Presiden Prabowo sedang berusaha memberantas korupsi. Satu persatu, koruptor kelas atas mulai ditangkap. Presiden Prabowo sedang bekerja keras untuk memperbaiki kinerja pemerintah dan mengatasi korupsi.

Pada tahun 2030, alih-alih Indonesia lenyap seperti digambarkan novel Ghost Fleet, yang terjadi adalah kebalikannya. Yaitu, Indonesia masuk 5 besar ekonomi dunia (setara India, AS, Tiongkok, Jepang).PDB per kapitanya di atas 15.000 USD (kelas menengah mapan).Hilirisasi mineral, energi terbarukan, dan ekonomi digital menjadi tulang punggung. Sementara UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) terintegrasi dengan e-commerce global.

Berkat bonus demografi dimanfaatkan dengan baik, tenaga kerja produktif, pendidikan membaik, kesehatan terjangkau. Kelas menengah pun meningkat menjadi 70 persen dari populasi 350 juta.Luar biasa. Semua itu bisa terjadi, jika semua stake holder bekerja bersama-sama menjadikan Indonesia bersih korupsi, penuh inovasi, dan membangun semua lini.

Kembali pada demo mahasiswa yang akhir-akhir ini meruyak. Anggaplah itu sebagai bentuk keprihatinan anak-anak muda terpelajar yang menginginkan negerinya menjadi lebih baik. Demo mahasiswa harus diatasi dengan dialog konstruktif. Apa saja yang mereka prihatinkan dan apa saja yang mereka inginkan harus kita perhatikan. Sebab, bagaimana pun, negeri ini adalah warisan untuk mereka. Merekalah yang akan melanjutkan estafeta pemerintahan di masa depan.

Kita berharap, Indonesia tahun 2030 tidak lenyap. Sebaliknya, Indonesia tumbuh menjadi negeri makmur, sejahtera, dan hidup berdasarkan falsafah Pancasila. (*)

Tags: Aksi DemoIndonesiaKoranmerapi.idPrabowo Subianto

Related Posts

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Opini

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

10 Juni 2026
Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)
Opini

Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)

6 Juni 2026
Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua
Opini

Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua

14 Mei 2026
Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini
Opini

Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

28 April 2026
Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
Opini

Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

3 Mei 2026
Hari Kemenangan atau Sekadar Tradisi? Saatnya Idulfitri Menjadi Titik Balik yang Sesungguhnya
Opini

Hari Kemenangan atau Sekadar Tradisi? Saatnya Idulfitri Menjadi Titik Balik yang Sesungguhnya

20 Maret 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

14 Juni 2026
Samsung menghadirkan inovasi terbaru melalui Samsung Vision AI yang terintegrasi pada Samsung Micro RGB.

Samsung TV Micro RGB, Ketika Pengalaman Menonton Menjadi Lebih Personal di Rumah

13 Juni 2026
DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

12 Juni 2026
Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

11 Juni 2026
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

14 Juni 2026
Samsung menghadirkan inovasi terbaru melalui Samsung Vision AI yang terintegrasi pada Samsung Micro RGB.

Samsung TV Micro RGB, Ketika Pengalaman Menonton Menjadi Lebih Personal di Rumah

13 Juni 2026
DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

12 Juni 2026
Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

11 Juni 2026
Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman

Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman

10 Juni 2026
Menjaga Warisan, Memacu Ekonomi: Kisah Sri Rahayu Membawa Ayu Berkah Batik Menembus Pasar Nasional

Menjaga Warisan, Memacu Ekonomi: Kisah Sri Rahayu Membawa Ayu Berkah Batik Menembus Pasar Nasional

10 Juni 2026