KORAN MERAPI – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menghadiri acara panen perdana dan penanaman bibit bawang merah serta panen melon di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ngudi Kapinteran, Kapanewon Semanu, Kamis, (30/7/2026) Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Gerakan Berani Sekolah Gunungkidul (Geni Seko Gunung) yang mengintegrasikan pendidikan kesetaraan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterampilan produktif.
Dalam sambutannya, Bupati Endah menekankan bahwa pendidikan non-formal seperti PKBM bukan sekadar tempat mencari ijazah, melainkan tempat menimba ilmu kehidupan, “Pendidikan harus berdampingan dengan pemberdayaan ekonomi. Jika anak-anak kita pintar dan rajin, mereka pasti bisa berdaya,” ujar Bupati.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, melaporkan adanya peningkatan signifikan pada anggaran Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) untuk pendidikan kesetaraan. Anggaran yang semula berjumlah Rp2,2 miliar pada tahun 2025 naik menjadi Rp2,5 miliar lebih pada tahun 2026.
“Peningkatan anggaran ini diikuti dengan bertambahnya jumlah warga belajar dari 2.394 orang menjadi 2.805 orang.” ungkap Nunuk.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan secara simbolis Beasiswa Gunungkidul Cerdas kepada warga belajar PKBM Ngudi Kapinteran. Secara total, terdapat 280 warga belajar di 26 PKBM di seluruh Gunungkidul yang menerima beasiswa ini.
Acara ini juga menyoroti keberhasilan warga belajar dalam mengaplikasikan keterampilan pertanian. Bupati berkesempatan memetik melon jenis Golden Kinanti dan menanam bibit bawang merah di lahan yang dikelola oleh purna warga belajar PKBM. Meski demikian, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan debit air untuk lahan seluas 8 hektare yang ada.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut berkomitmen untuk mengupayakan pembangunan sumur bor guna mendukung optimalisasi produksi pertanian di wilayah tersebut.
Selain itu, kemajuan PKBM Ngudi Kapinteran juga didukung oleh aksi sosial Bapak Tugino yang mewakafkan tanah pribadi seluas 450 meter persegi untuk pembangunan gedung PKBM. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses revitalisasi sarana pendidikan di lembaga tersebut.
Melalui program Geni Seko Gunung, Bupati menginstruksikan jajaran pemerintah di tingkat Kapanewon dan Kalurahan untuk menyisir warga usia sekolah yang berhenti sekolah. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada anak yang berhenti sekolah karena alasan ekonomi maupun masalah sosial lainnya.
“Belajar tidak mengenal batas usia dan waktu. Ketika pendidikan dipadukan dengan kerja keras dan gotong royong, maka hasilnya akan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” tutup Bupati Endah. (Rls)



















