KORAN MERAPI — Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) bekerja sama dengan RMI PCNU Kabupaten Klaten menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan bisnis dasar bagi perwakilan pesantren se-Kabupaten Klaten, Kamis (23/7/26). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan program unggulan SEP, Sekolah Bisnis Pesantren, yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian ekonomi pesantren.
Sebanyak 42 peserta dari 23 pesantren mengikuti kegiatan dengan antusias. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar bisnis, model usaha, pengelolaan keuangan, serta strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan sesuai potensi masing-masing pesantren.
Ketua SEP, Ust. Ahmad Tazakka, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi pesantren merupakan sebuah keniscayaan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Mempersiapkan kemandirian ekonomi pesantren adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan secara matang. Pesantren perlu memiliki kapasitas untuk membangun dan mengembangkan sumber-sumber ekonomi secara mandiri,” ujar Ahmad Tazakka.
Menurutnya, kemandirian ekonomi tidak hanya berkaitan dengan memiliki unit usaha, tetapi juga kemampuan mengelola bisnis secara profesional dan berkelanjutan. Dengan demikian, usaha pesantren dapat mendukung operasional lembaga, pengembangan pendidikan, kesejahteraan santri, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua RMI PCNU Kabupaten Klaten, KH. Muhammad Yusron, turut menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kolaborasi pemberdayaan ekonomi pesantren bersama SEP.
“Kami mengapresiasi kolaborasi pemberdayaan yang dilakukan bersama Serikat Ekonomi Pesantren. Program seperti ini penting untuk membekali pesantren dengan kemampuan mengelola usaha secara lebih baik, sehingga dapat mendukung kemandirian pesantren dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi semakin banyak pesantren di Kabupaten Klaten.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Danone Aqua Indonesia. Sares Namara, Manajer Affair and Sustainibility Danone Indonesia, menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus mendukung program pemberdayaan ekonomi pesantren bersama SEP. Kolaborasi tersebut telah terjalin selama kurang lebih empat tahun.
Melalui Sekolah Bisnis Pesantren, SEP berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk membangun unit-unit usaha pesantren yang profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Sinergi antara SEP, RMI PCNU Kabupaten Klaten, Danone Aqua Indonesia, dan pesantren diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi pesantren sehingga semakin mandiri dan mampu berkontribusi lebih besar bagi kesejahteraan santri serta masyarakat. (Rls)



















