KORAN MERAPI — Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) bersama HEBITREN DIY menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pemanfaatan AI untuk Pengembangan Bisnis Pesantren” pada Senin-Selasa (10-11/8/26), pelatihan ini sebagai bagian dari upaya mendorong pesantren agar lebih adaptif terhadap dinamika perkembangan teknologi dan era digitalisasi.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sebagai salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan pesantren dalam mengembangkan berbagai aktivitas, khususnya di bidang bisnis dan pemberdayaan ekonomi.
Ketua Serikat Ekonomi Pesantren (SEP), Ust. Ahmad Tazakka, dalam paparannya menegaskan bahwa pesantren tidak boleh tertinggal dalam menghadapi perkembangan zaman, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital dan AI.
“Pesantren tidak boleh tertinggal dalam kemajuan zaman, termasuk dalam era digitalisasi dan perkembangan teknologi AI. Pesantren harus adaptif, bahkan mampu memanfaatkan AI untuk mendukung berbagai aktivitas, termasuk pengembangan bisnis pesantren,” ujar Ahmad Tazakka.
Menurutnya, AI dapat menjadi salah satu alat yang membantu pesantren meningkatkan efektivitas dan kreativitas dalam mengembangkan usaha. Namun, pemanfaatannya tetap perlu diarahkan secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan serta nilai-nilai yang dianut pesantren.
Senada dengan hal tersebut, Ketua HEBITREN DIY, KH. Muhammad Khoeron Marzuki, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program pelatihan tersebut. Ia menilai pemanfaatan teknologi merupakan bagian dari semangat pesantren untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kami mendukung program ini karena pesantren harus senantiasa adaptif terhadap perkembangan zaman. Teknologi, termasuk AI, perlu dipahami dan dimanfaatkan secara positif untuk mendukung kemajuan pesantren,” ungkap KH. Muhammad Khoeron Marzuki.
Pelatihan tidak hanya menyajikan materi secara teoritis. Para peserta yang merupakan pengelola pesantren juga diajak untuk langsung mempraktikkan pemanfaatan berbagai perangkat AI dalam kebutuhan nyata di lingkungan pesantren.
Peserta mendapatkan pengalaman menggunakan AI untuk membuat gambar dan video sebagai materi promosi dan iklan produk pesantren, mengembangkan konten kreatif, hingga membuat program sederhana yang dapat membantu kebutuhan operasional di lingkungan pesantren.
Pendekatan praktik tersebut diharapkan membuat peserta tidak hanya memahami konsep AI, tetapi juga mampu mengidentifikasi berbagai peluang pemanfaatannya sesuai kebutuhan masing-masing pesantren.
Dengan penguasaan teknologi yang semakin baik, pesantren diharapkan mampu meningkatkan daya saing unit-unit usahanya sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk melalui platform digital.
Program pelatihan ini turut mendapatkan dukungan dari Danone Aqua Indonesia sebagai mitra kolaboratif SEP dalam berbagai program pemberdayaan pesantren.
Sarez Namara, selaku Manager Affairs and Sustainability Danone Indonesia, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan antusiasme para peserta dalam mengikuti pelatihan.
Ia menyambut positif semangat para pengelola pesantren untuk belajar dan mengeksplorasi pemanfaatan teknologi AI dalam mendukung pengembangan pesantren, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis.
Melalui kolaborasi SEP, HEBITREN DIY, dan Danone Aqua Indonesia, pelatihan ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam mempersiapkan pesantren menghadapi transformasi digital.
Pemanfaatan AI secara tepat diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pesantren, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan bisnis, pemasaran, kreativitas, serta inovasi pesantren di era digital. (Rls)




















