Selasa, 8 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

admin by admin
8 September 2026
in News
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Pendidikan Indonesia tengah memasuki era baru melalui penguatan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Momentum ini dinilai menjadi peluang strategis bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk meredefinisi peran dan kualitas pendidikannya, beranjak dari sekadar tempat transfer ilmu menjadi laboratorium kehidupan yang mencetak generasi unggul.

Gagasan tersebut ditegaskan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Andreast Wahyu Sugiyarta, M.Pd. Ia menilai bahwa ukuran keberhasilan sekolah tidak boleh lagi berpatokan sebatas pada nilai rapor, angka kelulusan, atau deretan piala prestasi.

“Belajar tidak cukup membuat anak tahu. Belajar harus membuat anak berubah, dari tahu menjadi paham, dari mampu melakukan hingga mampu memberikan manfaat bagi sesama,” tegas Andreast, kepada wartawan koranmerapi.id, Selasa (8/9/26), saat ini sedang mengikuti Sekolah Ideologi Muhammadiyah Angkatan 2 di Universitas Ahmad Dahlan, Jl. Ahmad Yani (Ringroad Selatan), Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta .

Sebagai salah satu pilar pendidikan nasional yang memiliki ribuan sekolah dan madrasah, Muhammadiyah menghadapi tantangan besar untuk tidak hanya unggul dari segi kuantitas. Pada tahun 2026, Pimpinan Muhammadiyah kembali menekankan pentingnya keunggulan yang utuh, yaitu mengawinkan prestasi akademik dengan keimanan, kecerdasan intelektual, akhlak, dan keterampilan hidup.

Di era gempuran Kecerdasan Artifisial (AI), peran sekolah bergeser dari sekadar penyedia jawaban menjadi wadah yang mengasah pada kemampuan berpikir kritis, etika digital dan empati sosial

Teknologi dimanfaatkan sebagai alat, sementara nilai-nilai Islam Berkemajuan bertindak sebagai kompas penunjuk arah.

Menghadapi horizon tahun 2036, transformasi pendidikan Muhammadiyah mengarah pada integrasi antara ilmu pengetahuan, iman, dan teknologi. Dalam kasus SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, integrasi ini diwujudkan melalui layanan kelas Tahfidz dan Desain Komunikasi Visual (DKV), serta pergeseran ekosistem belajar dari teaching oriented menjadi learning oriented.

Guna mewujudkan paradigma ini, kunci utama perubahan berada di tangan para guru. Pendidik masa depan dituntut untuk berperan sebagai fasilitator dan pembimbing yang terus belajar bersama siswa, bukan lagi sebagai satu-satunya sumber pengetahuan di kelas.

“Masa depan sekolah dibangun ketika setiap ruang kelas mampu menghidupkan rasa ingin tahu, daya pikir, akhlak, dan kepedulian siswa. Bukan sekadar sekolah yang mengajar, tetapi sekolah yang menghidupkan,” pungkasnya. (Ags)

Tags: Koranmerapi.idMuhammadiyahSIMSMA Muhammadiyah 3UAD

Related Posts

Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore
News

Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore

7 September 2026
Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana
News

Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana

7 September 2026
Dari Ekstrakurikuler ke Emas Kejurda, Kisah Keisya, Atlet Catur Cilik dari Gunungkidul
News

Dari Ekstrakurikuler ke Emas Kejurda, Kisah Keisya, Atlet Catur Cilik dari Gunungkidul

7 September 2026
Siapkan Program Nyata, Pengurus Karang Taruna Kota Jogja Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan
News

Siapkan Program Nyata, Pengurus Karang Taruna Kota Jogja Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan

6 September 2026
Kolaborasi Mergangsan Expo 2026 dan Pamijo Sukses Geliatkan UMKM Lokal
News

Kolaborasi Mergangsan Expo 2026 dan Pamijo Sukses Geliatkan UMKM Lokal

6 September 2026
Filosofi Ketangguhan di Balik Lekuk Estetika, Catatan dari Handayani Bonsai Festival II
News

Filosofi Ketangguhan di Balik Lekuk Estetika, Catatan dari Handayani Bonsai Festival II

5 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

8 September 2026
Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore

Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore

7 September 2026
Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana

Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana

7 September 2026
Dari Ekstrakurikuler ke Emas Kejurda, Kisah Keisya, Atlet Catur Cilik dari Gunungkidul

Dari Ekstrakurikuler ke Emas Kejurda, Kisah Keisya, Atlet Catur Cilik dari Gunungkidul

7 September 2026
Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

8 September 2026
Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore

Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore

7 September 2026
Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana

Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana

7 September 2026
Dari Ekstrakurikuler ke Emas Kejurda, Kisah Keisya, Atlet Catur Cilik dari Gunungkidul

Dari Ekstrakurikuler ke Emas Kejurda, Kisah Keisya, Atlet Catur Cilik dari Gunungkidul

7 September 2026
Kalau Alam Sudah Menegur

Kalau Alam Sudah Menegur

7 September 2026
Siapkan Program Nyata, Pengurus Karang Taruna Kota Jogja Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan

Siapkan Program Nyata, Pengurus Karang Taruna Kota Jogja Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan

6 September 2026