KORAN MERAPI – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyalurkan bantuan sosial berupa alat bantu disabilitas kepada puluhan penerima manfaat di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Senin (14/9/2026).
Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Gunungkidul dalam menghadirkan pembangunan yang berkeadilan dan menjamin hak-hak penyandang disabilitas melalui program strategis daerah “Warga Gayeng Guyub”.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Gunungkidul, MH. Arkham Mashudi, menyampaikan bahwa bantuan yang diserahkan hari ini berasal dari dua sumber utama, yakni APBD Kabupaten Gunungkidul dan Bapel Jamkesos Pemerintah DIY.
“Alhamdulillah, pada hari ini kita menyerahkan alat bantu disabilitas dari dua sumber. Pertama dari Bapel Jamkesus Pemerintah DIY berjumlah 57 unit dengan berbagai jenis seperti kursi roda, alat bantu dengar, dan kaki palsu. Ini berdasarkan hasil asesmen pemeriksaan tim dokter pada bulan Juli lalu,” ujar Arkham
Sementara itu, lanjut Arkham, bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Gunungkidul berjumlah 38 unit. Bantuan ini merupakan realisasi dari usulan masyarakat yang disampaikan melalui mekanisme perencanaan resmi seperti Musrenbang dan disalurkan setelah penantian usulan sejak tahun sebelumnya.

Mengingat tingginya antusiasme dan kebutuhan masyarakat, Dinsos PPPA Gunungkidul akan kembali menggelar pemeriksaan terpadu susulan pada 22 September 2026 mendatang di Balai Kelurahan Selang untuk menjangkau warga yang belum sempat terfasilitasi.
“Kami mohon bantuan kepada Bapak/Ibu Panewu, Lurah, dan jajaran agar informasi ini bisa disebarluaskan sehingga banyak pendaftar yang bisa mengikuti pelayanan Bapel Jamkes terpadu berikutnya,” kata Arkham.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa penyerahan bantuan sosial ini bukanlah bentuk rasa kasihan, melainkan kewajiban moral dan konstitusional negara dalam memuliakan warganya secara adil tanpa diskriminasi.
“Melalui semangat Warga Gayeng Guyub, kita ingin membangun tatanan kehidupan yang harmonis, toleran, dan inklusif. Penyandang disabilitas adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat Gunungkidul yang memiliki hak setara,” tegas Endah.
Bupati yang juga merupakan penyintas penyakit autoimun (lupus) mengingatkan bahwa kondisi disabilitas bisa dialami oleh siapapun karena faktor yang tidak terduga, baik karena kesehatan maupun kecelakaan di jalan raya. Oleh karena itu, ia meminta para penerima manfaat untuk terus bersemangat dan tidak merasa berkecil hati.
“Jangan sampai merasa hidup kita sudah berakhir. Banyak atlet Peparda kita yang membuktikan slogan ‘Ora wutuh, ning ampuh’ (tidak utuh, tapi ampuh/hebat). Atlet angkat besi kita terbukti mampu menorehkan prestasi hingga ke kancah internasional dan membawa pulang medali emas,” ungkap Bupati
Ia berharap melalui proses fitting yang memastikan alat bantu benar-benar sesuai dengan kondisi fisik dan kebutuhan penerima, bantuan ini mampu meningkatkan mobilitas, mempermudah aktivitas sehari-hari, serta menyulut kembali rasa percaya diri warga untuk terus berkarya dan mandiri secara ekonomi. (Rls)




















