KORAN MERAPI — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) resmi menindaklanjuti kerja sama strategis pengembangan kewirausahaan petani muda melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS-SI) untuk periode tahun 2027–2029. Langkah ini merupakan bentuk implementasi konkret dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani antara Bupati Gunungkidul dan pihak Polbangtan YOMA pada 14 Mei 2025.
Kabupaten Gunungkidul secara membanggakan ditunjuk menjadi lokasi pelaksanaan Program YESS-SI di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta masuk dalam 15 kabupaten terpilih di seluruh Indonesia. Program berskala nasional hasil kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) Italia ini dirancang khusus untuk memperluas kesempatan kerja dan kewirausahaan bagi pemuda perdesaan.
Direktur Polbangtan YOMA, R. Hermawan, menjelaskan bahwa Program YESS-SI menyasar pemuda perdesaan berusia 17 hingga 39 tahun agar mampu bertransformasi menjadi job seeker (pencari kerja profesional) maupun job creator (pencipta lapangan kerja) yang tangguh di sektor agribisnis.
Pelaksanaan program ini akan ditopang empat pilar utama, yaitu; peningkatan kapasitas dan kompetensi pemuda melalui bimbingan teknis, pelatihan keterampilan, dan pemagangan.
Kemudian bantuan permodalan berupa hibah kompetitif bagi wirausaha muda pedesaan, selanjutnya pengembangan ekosistem klaster komoditas guna menjamin keberlanjutan dan kepastian akses pasar, dan fasilitasi akses keuangan dan pembiayaan, termasuk pendampingan proposal usaha serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Selain memaparkan rencana Program YESS-SI, Direktur Polbangtan YOMA juga menyampaikan rekam jejak delapan program kolaborasi yang telah dan sedang berjalan di Kabupaten Gunungkidul, “Program-program tersebut meliputi Magang Berdampak di BPP Semin dan Playen bersama dunia usaha dan industri; integrasi pembelajaran dan pengabdian masyarakat di BPP Patuk; pendampingan Kelompok Tani Makmur di Nglipar menuju Desa Mandiri Benih Bawang Merah bekerja sama dengan Bank Indonesia; serta penelitian terintegrasi di berbagai wilayah kapanewon.” ujar Hermawan saat audiensi bersama Bupati Gunungkidul di ruang Nayyotama, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Selasa, (15/9/2026).
Polbangtan YOMA juga merancang BPP Patuk sebagai laboratorium lapangan sekaligus BPP Model Nasional yang akan menjadi acuan percontohan BPP se-Indonesia. Di samping itu, dilaksanakan pula pelatihan peningkatan kapasitas pendamping pertanian berbasis smart farming dan literasi digital, serta penawaran beasiswa kuliah 100% gratis dari Kementerian Pertanian bagi anak-anak petani dan pemuda daerah yang ingin menempuh pendidikan vokasi di Polbangtan.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyambut hangat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas penunjukan Gunungkidul dalam program internasional ini. Bupati menilai program ini sangat strategis dalam mengatasi tantangan tingkat pengangguran daerah serta mempercepat proses regenerasi petani.
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya merevolusi mental masyarakat agar tidak lagi bergantung pada Bantuan Langsung Tunai (BLT), melainkan mandiri dalam mengelola potensi lahan pertanian yang dimiliki. Bupati mendorong generasi muda untuk menerapkan prinsip “menanam apa yang dimakan, makan apa yang ditanam, serta menjual apa yang ditanam dan menanam apa yang dijual”.
Guna menyongsong pelaksanaan program pada tahun 2027–2029, Bupati Gunungkidul menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat dan menyelaraskan program, “Sinergi lintas sektor ini melibatkan Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian dan Koperasi UMKM, Bappeda, Dinas Pemuda dan Olahraga, hingga Dinas Pendidikan.” kata Bupati.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga segera memproses pembentukan struktur kelembagaan daerah, yaitu Tim Koordinasi Distrik (District Coordination Committee/DCC) yang diketuai oleh Kepala Bappeda, serta Tim Pelaksana Distrik (District Implementation Partnership/DIP) yang dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian dan Pangan.
Rangkaian acara audiensi yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan para Kepala OPD tersebut diakhiri dengan penyerahan resmi dokumen pernyataan dukungan dari Bupati Gunungkidul kepada Direktur Polbangtan YOMA sebagai komitmen bersama dalam mengawal keberhasilan Program YESS-SI demi terwujudnya pemuda Gunungkidul yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. (Rls)




















