Selasa, 15 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IGBF 2026 Digelar di Yogyakarta, Rumah Ramah Lingkungan Didorong Jadi Awal Menuju Net Zero 2060

admin by admin
15 September 2026
in Lifestyle
0
Seminar Green Festival yang mengangkat tema Peran GBCI dalam Mensukseskan Praktik Bangunan Hijau di Indonesia, Senin (14/9/2026) di Auditorium Kampus 3 Universitas Atma Jaya Yogyakarta. (Foto: Agoes Jumianto)

Seminar Green Festival yang mengangkat tema Peran GBCI dalam Mensukseskan Praktik Bangunan Hijau di Indonesia, Senin (14/9/2026) di Auditorium Kampus 3 Universitas Atma Jaya Yogyakarta. (Foto: Agoes Jumianto)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORANMEAPI.ID – Upaya mendorong Indonesia menuju target Net Zero 2060 tidak harus selalu dimulai dari proyek besar. Rumah tinggal justru dapat menjadi salah satu titik awal perubahan melalui desain bangunan yang hemat energi, pemanfaatan sumber daya alam, hingga perubahan perilaku penghuninya.

Pesan tersebut mengemuka dalam Indonesia Green Building Festival (IGBF) 2026 yang digelar Green Building Council Indonesia (GBCI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (14/9/2026).

Mengusung tema Building Better Homes for a Better Future, kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, arsitek, praktisi bangunan hijau, pengembang, kontraktor, mahasiswa, pelaku industri, hingga masyarakat.

IGBF 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang digelar sepanjang September 2026 untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong penerapan prinsip bangunan hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Sekitar 200 peserta dari berbagai profesi dan institusi ditargetkan mengikuti rangkaian kegiatan IGBF Yogyakarta.

Bahas Peran Bangunan Hijau Menuju Net Zero

Rangkaian IGBF Yogyakarta terbagi dalam dua agenda utama. Sesi pertama berupa Seminar Green Festival yang mengangkat tema “Peran GBCI dalam Mensukseskan Praktik Bangunan Hijau di Indonesia.”

Seminar menghadirkan Ir. Ignesjz Kemalawarta, MBA., GP dan Dr. Ir. Desiderius Viby Indrayana, S.T., M.M., M.T., IPU, dengan moderator Ar. Nicolaus Nino Ardhiansyah, M.Sc., IAI.

Forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah, kalangan profesional, akademisi, dan masyarakat mengenai pentingnya memperluas penerapan konsep bangunan hijau.

Penerapan prinsip tersebut dinilai tidak seharusnya hanya menyasar bangunan komersial berskala besar. Lingkungan binaan yang paling dekat dengan masyarakat, termasuk rumah tinggal, juga memiliki peran dalam mengurangi konsumsi energi dan dampak terhadap lingkungan.

Agenda kemudian dilanjutkan pada siang hingga sore hari di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Kampus III melalui Net Zero Talkshow dan Book Launching Living Net Zero.

Talk show bertema “Menghadapi Net Zero di Indonesia 2060” tersebut menghadirkan Arief Sutanto, Dr. Ir. Agustinus Djoko Istiadji, M.Sc., Bld.Sc., Ar., IAI, serta Ar. Daud Tjondrorahardja, MBA., D.Div., IAI., GP. Nicolaus Nino Ardhiansyah kembali bertindak sebagai moderator.

Living Net Zero, Ketika Rumah Menjadi Laboratorium

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah peluncuran buku Living Net Zero karya Ar. Daud Tjondrorahardja.

Buku tersebut mengangkat pertanyaan sederhana: apakah konsep Net Zero yang selama ini identik dengan teknologi dan sistem kompleks dapat dimulai dari rumah tinggal?

Jawabannya ditunjukkan melalui pengalaman Rumah Dusun Pajangan 11 di Yogyakarta yang dikembangkan sebagai living laboratory atau laboratorium kehidupan.

Rumah tersebut menjadi contoh penerapan berbagai prinsip bangunan berkelanjutan melalui perpaduan desain arsitektur, perilaku penghuni, kondisi iklim, teknologi, dan pengelolaan data.

Pendekatan yang digunakan tidak langsung berangkat dari penggunaan teknologi. Alam justru menjadi bagian pertama yang dimanfaatkan. Cahaya matahari digunakan sebelum lampu dinyalakan. Sirkulasi udara alami dimanfaatkan sebelum pendingin mekanis diperlukan. Air hujan ditangkap dan dikelola, sedangkan energi matahari dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Vegetasi juga digunakan untuk membantu menciptakan mikroklimat yang lebih nyaman. Penggunaan material dengan embodied energy rendah menjadi bagian lain dari upaya mengurangi dampak lingkungan bangunan.

Dari pendekatan tersebut muncul gagasan bahwa rumah tidak harus melawan alam. Sebaliknya, rumah dapat dirancang untuk bekerja bersama alam.

Rumah Tanpa AC hingga Memanfaatkan Energi Matahari

Rumah Dusun Pajangan 11 menjadi contoh bagaimana konsep passive design diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Desain rumah memanfaatkan pencahayaan alami, cross ventilation, stack effect, pengendalian paparan matahari, living facade, insulasi atap, hingga penggunaan kipas langit-langit.

Dalam operasionalnya, rumah tersebut tidak menggunakan AC dan mengandalkan ceiling fan untuk membantu menjaga kenyamanan penghuni. Solar Water Heater digunakan sejak rumah mulai dihuni. Selanjutnya, sistem Solar PV ditambahkan untuk membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan listrik dari jaringan.

Upaya menuju Net Zero juga tidak berhenti pada penghematan energi. Pengelolaan air menjadi bagian penting dari sistem rumah tersebut. Air hujan ditampung dan dikelola. Penggunaan air dikurangi melalui water fixtures yang lebih efisien. Bahkan, fenomena alam seperti embun pagi mulai dipandang sebagai salah satu sumber air bagi vegetasi.

Dengan pendekatan tersebut, rumah tidak lagi hanya menjadi konsumen sumber daya, tetapi mulai dirancang untuk mengelola sebagian sumber dayanya sendiri. Konsep Living Net Zero juga menawarkan pandangan berbeda mengenai rumah masa depan.

Rumah yang dipenuhi perangkat smart home belum tentu menjadi bangunan yang berkelanjutan apabila berbagai teknologi tersebut tidak terintegrasi dengan kebutuhan penghuni dan kondisi lingkungan.

Sebaliknya, rumah yang benar-benar living adalah rumah yang mampu mengamati, mengukur, belajar, memperbaiki, dan berkembang. Pendekatan tersebut dirangkum melalui tahapan Observe → Measure → Learn → Improve → Evolve.

Data mengenai pencahayaan, suhu, kelembapan, ventilasi, konsumsi energi, produksi Solar PV, penggunaan air, dan berbagai parameter lainnya dapat digunakan untuk memahami kinerja rumah setelah dihuni.

Dengan demikian, data tidak sekadar menjadi angka, tetapi menjadi dasar bagi penghuni untuk mengambil keputusan dan melakukan perbaikan.

Net Zero Bisa Dimulai dari Rumah

IGBF Yogyakarta membawa pesan bahwa target Net Zero Indonesia bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun industri. Perubahan dapat dimulai dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat, yakni rumah.

Pilihan orientasi bangunan, desain bukaan untuk memasukkan cahaya dan udara, perlindungan terhadap panas matahari, penggunaan air secara bijak, penangkapan air hujan, pengurangan konsumsi listrik, pemanfaatan energi matahari, hingga penanaman vegetasi merupakan bagian dari keputusan sehari-hari yang dapat memengaruhi konsumsi energi sebuah rumah.

Hal yang tidak kalah penting adalah mengukur kondisi rumah setelah dihuni. Dengan pengukuran tersebut, penghuni dapat mengetahui apakah strategi yang diterapkan benar-benar menghasilkan penghematan energi dan meningkatkan kenyamanan. Jika prinsip tersebut diterapkan secara luas, rumah tinggal dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju target Net Zero 2060.

Melalui IGBF 2026, GBCI Yogyakarta berharap terbentuk ruang kolaborasi yang semakin luas antara pemerintah, dunia pendidikan, profesi, industri, komunitas, dan masyarakat.

IGBF tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan seminar, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pengetahuan dan praktik bangunan hijau di Indonesia.

Buku Living Net Zero diharapkan dapat menjembatani konsep Net Zero yang selama ini dianggap teknis dengan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pesan utamanya sederhana: Net Zero bukan sekadar menghasilkan energi sebanyak mungkin, tetapi mengurangi kebutuhan energi sebanyak mungkin, kemudian memenuhi kebutuhan yang tersisa dengan sumber energi yang lebih bersih.

Dari rumah, perubahan dapat dimulai. Dari banyak rumah, perubahan tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan yang lebih besar menuju Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Tentang IGBF 2026

Indonesia Green Building Festival (IGBF) 2026 merupakan rangkaian kegiatan nasional yang diselenggarakan GBCI sepanjang September 2026. Rangkaian kegiatan meliputi seminar, talk show, pameran produk hijau, edukasi, aksi lingkungan, dan kampanye publik di berbagai kota di Indonesia.

Di Yogyakarta, IGBF diselenggarakan GBCI Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 14 September 2026 dengan agenda Seminar Green Festival serta Net Zero Talkshow dan peluncuran buku Living Net Zero. (Aja)

 

Tags: Green Building FestivalIGBFNet Zero 2060UAJY Yogyakarta

Related Posts

Dari kiri: Brama Setyadi, Head of Public Relations and Digital ASUS Indonesia; Davina Larissa, Marketing Manager of ASUS Indonesia; Adrian Pradipta, Technical Public Relations of ASUS Indonesia. (Foto: Agoes Jumianto)
Lifestyle

ASUS Hadirkan Beragam Laptop Rekomendasi Terbaik 2026 dengan Nomor 1 Quality & Service di Yogyakarta

15 September 2026
Samsung menghadirkan inovasi terbaru melalui Samsung Vision AI yang terintegrasi pada Samsung Micro RGB.
Lifestyle

Samsung TV Micro RGB, Ketika Pengalaman Menonton Menjadi Lebih Personal di Rumah

13 Juni 2026
Galaxy A37 5G, smartphone terbaru dari lini Galaxy A series yang dirancang khusus untuk generasi muda yang aktif di media sosial. (Istimewa)
Lifestyle

Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir di Indonesia, Gen Z Bisa Ngonten Seharian

10 April 2026
Galaxy A57 5G memperkuat pengalaman yang diandalkan pengguna setiap hari dengan peningkatan pada performa, kamera, dan layar, serta fitur ketahanan dan keamanan. (Foto: Istimewa)
Lifestyle

Samsung Rilis Galaxy A57 5G, Smartphone A Series Powerful dengan AI Paling Canggih dan Desain Premium

27 Maret 2026
Mengenal Berbagai Jenis Merak di JCM Pets N Plans Festival 2026
Lifestyle

Mengenal Berbagai Jenis Merak di JCM Pets N Plans Festival 2026

1 Maret 2026
Chef Jesselyn Lauwreen bagikan tips menyiapkan menu praktis dan tahan lama, seperti nugget homemade. Salah satunya menggunakan kulkas Samsung berspoke AI. (Istimewa)
Lifestyle

Ramadan, Samsung Dorong Pengelolaan Dapur Lebih Cerdas dengan Kulkas Bespoke AI

26 Februari 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Dari kiri: Brama Setyadi, Head of Public Relations and Digital ASUS Indonesia; Davina Larissa, Marketing Manager of ASUS Indonesia; Adrian Pradipta, Technical Public Relations of ASUS Indonesia. (Foto: Agoes Jumianto)

ASUS Hadirkan Beragam Laptop Rekomendasi Terbaik 2026 dengan Nomor 1 Quality & Service di Yogyakarta

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Dari kiri: Brama Setyadi, Head of Public Relations and Digital ASUS Indonesia; Davina Larissa, Marketing Manager of ASUS Indonesia; Adrian Pradipta, Technical Public Relations of ASUS Indonesia. (Foto: Agoes Jumianto)

ASUS Hadirkan Beragam Laptop Rekomendasi Terbaik 2026 dengan Nomor 1 Quality & Service di Yogyakarta

15 September 2026
SBI Dorong Inovasi Material Rendah Karbon untuk Konstruksi Berkelanjutan

SBI Dorong Inovasi Material Rendah Karbon untuk Konstruksi Berkelanjutan

15 September 2026
Pesan Eko Suwanto untuk Menkeu yang Baru: Saatnya Cabut Kebijakan Pemangkasan TKD

Pesan Eko Suwanto untuk Menkeu yang Baru: Saatnya Cabut Kebijakan Pemangkasan TKD

15 September 2026
Seminar Green Festival yang mengangkat tema Peran GBCI dalam Mensukseskan Praktik Bangunan Hijau di Indonesia, Senin (14/9/2026) di Auditorium Kampus 3 Universitas Atma Jaya Yogyakarta. (Foto: Agoes Jumianto)

IGBF 2026 Digelar di Yogyakarta, Rumah Ramah Lingkungan Didorong Jadi Awal Menuju Net Zero 2060

15 September 2026
Dari kiri: Brama Setyadi, Head of Public Relations and Digital ASUS Indonesia; Davina Larissa, Marketing Manager of ASUS Indonesia; Adrian Pradipta, Technical Public Relations of ASUS Indonesia. (Foto: Agoes Jumianto)

ASUS Hadirkan Beragam Laptop Rekomendasi Terbaik 2026 dengan Nomor 1 Quality & Service di Yogyakarta

15 September 2026
SBI Dorong Inovasi Material Rendah Karbon untuk Konstruksi Berkelanjutan

SBI Dorong Inovasi Material Rendah Karbon untuk Konstruksi Berkelanjutan

15 September 2026
Pesan Eko Suwanto untuk Menkeu yang Baru: Saatnya Cabut Kebijakan Pemangkasan TKD

Pesan Eko Suwanto untuk Menkeu yang Baru: Saatnya Cabut Kebijakan Pemangkasan TKD

15 September 2026
Seminar Green Festival yang mengangkat tema Peran GBCI dalam Mensukseskan Praktik Bangunan Hijau di Indonesia, Senin (14/9/2026) di Auditorium Kampus 3 Universitas Atma Jaya Yogyakarta. (Foto: Agoes Jumianto)

IGBF 2026 Digelar di Yogyakarta, Rumah Ramah Lingkungan Didorong Jadi Awal Menuju Net Zero 2060

15 September 2026
Gandeng BPSK dan LKY, Disperindag DIY Sosialisasi Penyelesaian Sengketa

Gandeng BPSK dan LKY, Disperindag DIY Sosialisasi Penyelesaian Sengketa

15 September 2026
Gunungkidul Terpilih Jadi Lokasi Program YESS-SI di DIY, Pemkab dan Polbangtan YOMA Dorong Regenerasi Petani Milenial

Gunungkidul Terpilih Jadi Lokasi Program YESS-SI di DIY, Pemkab dan Polbangtan YOMA Dorong Regenerasi Petani Milenial

15 September 2026