KORAN MERAPI – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM) yang bertempat di SMP Negeri 15 Yogyakarta, pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang dan budaya belajar anak di Kota Yogyakarta.
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor di wilayah Kota Yogyakarta, antara lain; Mantri Pamong Praja se-Kota Yogyakarta, Lurah se-Kota Yogyakarta, Pinutuwa Tuwanggana se-Kota Yogyakarta, Ketua TP PKK Kemantren se-Kota Yogyakarta dan Pendamping JBM se-Kota Yogyakarta
Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, S.I.P., M.Acc., dalam sambutannya menekankan betapa krusialnya keberlanjutan program JBM ini. Menurutnya, JBM bukan sekadar pembatasan waktu, melainkan sebuah gerakan bersama untuk menumbuhkembangkan budaya belajar sejak dini di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Program Jam Belajar Masyarakat ini sangat penting untuk menumbuhkan serta merawat budaya belajar anak-anak kita. Sebagai wujud keseriusan, saat ini telah disiapkan 4 titik wilayah percontohan (pilot project) pelaksanaan JBM, yaitu di Kelurahan Tegalrejo, Kelurahan Bumijo, Kelurahan Sorosutan, dan Kelurahan Tahunan. Pada titik percontohan ini, kegiatan bimbingan belajar diampu langsung oleh guru-guru yang ditugaskan resmi dari Dindikpora Kota Yogyakarta,” ujar Agus Trimadi.
Sementara itu, hadir sebagai narasumber, Cahyana, S.A.P., memaparkan teknis dan konsep pelaksanaannya. Ia menyampaikan bahwa optimalisasi JBM merupakan bagian dari inovasi program Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mendukung peningkatan kualitas SDM.
Cahyana juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan sinergis dari Tiga Pilar Pendidikan, yaitu Pemerintah, Keluarga, dan Masyarakat. Ketiga pilar ini harus berjalan beriringan untuk membangun serta mengawal budaya belajar anak, baik yang bersifat akademis maupun non-akademis.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh jajaran kemantren, kelurahan, tokoh masyarakat, hingga pendamping JBM dapat mengedukasi serta menggerakkan warga di wilayah masing-masing agar pelaksanaan Jam Belajar Masyarakat di Kota Yogyakarta dapat berjalan semakin efektif dan berdampak positif. (Rls)

















