KORAN MERAPI — Mengusung tema “Jalin Silaturahmi, Rekatkan Paseduluran, Bahagia dalam Kebersamaan” serta semboyan Jawa “Kekancan Seduluran Saklawase”, sebanyak 77 alumni SMP Negeri Baturetno, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta berkumpul kembali dalam Reuni 40 Tahun. Pertemuan hangat tersebut digelar pada Minggu (18/10/2026) pukul 09.00–13.00 WIB di Limasan Klampok Resto, Jalan Wonosari Km 9, Sekarsuli, Yogyakarta, dan dihadiri lebih dari separuh total anggota angkatan 1983.
Meski empat puluh tahun perjalanan hidup telah mengubah fisik dan kesibukan para alumni hingga memasuki masa purna tugas, kehangatan persahabatan tak lekang dimakan usia. Acara diisi dengan sesi sambung rasa yang dipandu oleh Ketua Panitia sekaligus Ketua Alumni, Ramea Agus Purnama. Suasana semakin akrab dan nostalgia makin terasa kental ketika lagu-lagu kenangan masa remaja mengalun diiringi musik elektone, mengiringi cerita perjalanan hidup para alumni dari karier hingga keluarga.
Reuni di usia senja ini terasa memiliki makna yang jauh berbeda dibandingkan masa muda. Jika dahulu pencapaian karier dan keberhasilan ekonomi kerap menjadi topik utama, kini kehadiran, kesehatan, dan kebahagiaan sederhana justru terasa paling berharga. Latar belakang profesi maupun status sosial tak lagi menjadi sekat; semua kembali sebagai kawan seperjuangan yang pernah duduk di ruang kelas yang sama.

Selain menjadi ajang nostalgia, momen ini menjadi kesempatan berharga untuk mengusir kesepian serta merawat kesejahteraan psikologis para alumni, khususnya mereka yang telah pensiun. Interaksi sosial, canda tawa, dan berbagi cerita bersama sahabat lama terbukti mampu membangkitkan emosi positif, mengurangi tekanan batin, sekaligus menjadi penopang kualitas hidup yang penting di masa tua.
Lebih lanjut, pertemuan ini menjadi wadah refleksi dan saling menguatkan dalam menghadapi dinamika kehidupan, seperti masalah kesehatan maupun perubahan peran pascapensiun. Dari sekadar silaturahmi sederhana, kepedulian antarsesama alumni ini diharapkan terus bertumbuh menjadi aksi nyata dan kegiatan sosial yang saling mendukung satu sama lain.
Kebersamaan selama empat jam tersebut menegaskan bahwa persahabatan sejati tidak berhenti ketika masa sekolah usai, karier berakhir, atau usia bertambah. Melalui reuni ini, para alumni membuktikan bahwa kekayaan hidup yang sesungguhnya bukanlah apa yang berhasil dikumpulkan, melainkan tentang siapa saja yang tetap bersedia berjalan bersama. (Rls)




















