KORAN MERAPI — Mengusung semangat “Karang Taruna Bergerak Berdampak”, Karang Taruna Kota Jogjakarta menggelar aksi sosial lingkungan berupa kegiatan Reresik Sungai di Bendung Tanjung, Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta, pada Minggu (18/10/2026). Aksi kolaboratif ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari anggota Karang Taruna, perwakilan Dinsosnakertrans, Satgas Sungai, relawan, komunitas, hingga warga setempat.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Forkopimtren Wirobrajan (Mantri Pamong Praja, Danramil, Kapolsek), Kabid Pemberdayaan Dinsosnakertrans, Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tokoh masyarakat Tuwanggono, serta para ketua RT dan RW setempat.

Ketua Karang Taruna Kota Jogja, Yuliantono, S.Si., M.Sc., menyampaikan bahwa aksi Reresik Kali Winongo ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) 2026. Kegiatan ini difokuskan sebagai wujud kepedulian terhadap tiga sungai besar di Yogyakarta, yaitu Sungai Winongo, Code, dan Gajahwong.
“Sungai-sungai ini adalah urat nadi kehidupan warga Jogja, sehingga keberadaannya harus terus dijaga agar tetap bersih. Masyarakat perlu memupuk rasa cinta lingkungan dan turut aktif mendukung program Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah) demi terciptanya keberlanjutan lingkungan yang lestari,” ujar Yuliantono.
Lebih lanjut, Yuliantono mengungkapkan rangkaian agenda Bulan Bakti Karang Taruna 2026 lainnya, meliputi: Karang Taruna Bersholawat dan Doa Bersama, Ziarah Taman Makam Pahlawan (TMP), Donasi Air Bersih sebanyak 30 tangki ke Kabupaten Gunungkidul dan Pekan Inovasi Sosial serta Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (BBNKT) di Royal Ambarukmo pada 23–24 Oktober 2026
Selain Reresik Kali Winongo, aksi berdampak nyata juga diwujudkan melalui pengecatan Jembatan Merah, struktur penghubung vital antara Kemantren Pakualaman dan Gondomanan.
Bendahara Karang Taruna Kota Jogja sekaligus Ketua RW 07 Ngupasan (lokasi keberadaan Jembatan Merah), Nur Oriza Argo, menjelaskan bahwa pengecatan ini bertujuan mempercantik dan merawat fasilitas publik yang sangat dibutuhkan warga sehari-hari. Aksi ini menjadi bukti hadirnya Karang Taruna yang memberi dampak langsung di tengah masyarakat.
Aksi ini mendapat apresiasi hangat dari warga lokal. Wirantono, Ketua RW 10 Sindurejan Patangpuluhan, berharap aksi ini menjadi pemicu kesadaran pemuda untuk terus menjaga kelestarian sungai-sungai di Jogja. Harapan senada disampaikan oleh peserta kegiatan, Agra Zulfanuddin, S.T.P. dan Pradypta Sevenandy Cahya Nugraha, yang menginginkan sungai-sungai di Yogyakarta semakin bersih serta bebas dari limbah dan sampah.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh H. Harris Syarif Usman, S.H., M.Kn., Ketua Forum Komunikasi Sungai Jogjakarta yang juga mantan Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna Kota Jogja. Ia mendorong Karang Taruna untuk menjadi organisasi kepemudaan yang melahirkan kader tangguh, kreatif, dan berdaya saing.
“Karang Taruna harus terus mengambil peran dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang lingkungan. Mari kita semarakkan agenda ‘Jumat Bersih Reresik Kali’ secara berkelanjutan untuk mewujudkan sungai yang lestari, sehat, dan hijau menuju wisata sungai unggulan di Kota Jogja,” tegas Harris. (Rls)




















