KORAN MERAPI – YAYAYA FEST 2026 sukses digelar di Stadion Kridosono,Kota Yogyakarta. Dibintangi oleh deretan musisi papan atas lintas genre seperti MALIQ & D’Essentials, Lomba Sihir, Rebellion Rose, Guyon Waton, dan Jumat Gombrong, gelaran ini berhasil memukau lebih dari 10 ribu pengunjung.
Tidak sekadar menyuguhkan panggung hiburan, YAYAYA FEST 2026 juga menjadi wadah kolaborasi bagi berbagai komunitas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Beberapa diantaranya yakni Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB), Yayasan Sadar Belajar, Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI), serta Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

R.A. Yashinta Sekarwangi Mega selaku inisiator menyebutkan bahwa YAYAYA FEST merupakan konser musik yang sengaja dirancang agar ramah bagi pengunjung difabel. Ketika ditanya alasannya, politisi yang akrab disapa Yashinta tersebut menyebutkan bahwa konser ini merupakan ikhtiarnya selaku anggota Dewan Perwakilan Daerah dari DIY untuk menjalankan amanat Pasal 16 UU No. 8 Tahun 2016 yang menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam menikmati kebudayaan dan pariwisata.
“Musik itu bahasa yang universal. Karena itu, menurut saya, cukup sedih ketika sebuah pertunjukan musik justru belum mengakomodasi kebutuhan teman-teman difabel agar mereka bisa menikmati konser sebagaimana pengunjung lain. Misalnya, saya mendengar keluhan teman-teman pengguna kursi roda bahwa mereka masih kerap terhalang pandangannya oleh kerumunan yang berdiri. Teman-teman Tuli pun mengalami kesulitan untuk benar-benar menikmati konser ketika tidak tersedia juru bahasa isyarat (JBI).” Ujar Yashinta di sela-sela acara.
“Puji syukur, YAYAYA FEST hari ini sudah mengupayakan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Kami menyediakan pemandu mobilitas yang selalu standby membantu teman difabel masuk ke dalam venue konser, anjungan khusus teman-teman difabel (elevated platform), toilet difabel, dan JBI.” lanjutnya.

Tidak hanya ramah difabel, Yashinta juga mendesain YAYAYA FEST 2026 agar menjadi konser yang ramah lingkungan. Menurut keterangannya, sampah organik dari acara ini akan dimanfaatkan sebagai pakan maggot untuk menghasilkan kompos. Sementara itu, sampah anorganik akan didaur ulang lewat kolaborasi dengan Komunitas Sibhumiasri. YAYAYA FEST juga menerapkan mekanisme perhitungan dan pemulihan jejak karbon (carbon offsetting) dengan mengonversi emisi setiap pengunjung menjadi bibit mangrove untuk ditanam di pesisir Temon, Kulon Progo.
“Keinginan saya untuk menjadikan YAYAYA FEST sebagai konser yang ramah lingkungan berawal dari pengalaman saya selama ini dalam melayani masyarakat. Di lapangan, saya melihat langsung bagaimana jumlah permohonan Bantuan Air Bersih Mbak Yashinta pada tahun 2026 ini menjadi yang paling tinggi selama dua tahun program berjalan. Saya yakin bahwa lonjakan ini tidak terlepas dari kombinasi antara fenomena Super El Niño terparah dalam satu abad terakhir dan pemanasan global yang berdampak pada kekeringan panjang dan peningkatan suhu ekstrem di Indonesia, khususnya di DIY.’ tutur Alumni HI UGM tersebut.
Yashinta menutup keterangannya dengan mengakui bahwa konser ini belum sepenuhnya sempurna dan komprehensif dalam mengakomodasi kebutuhan teman-teman difabel yang datang ke festival. Dia pun tidak menampik bahwa kehadiran acaranya tidak dapat dalam satu malam menyelesaikan seluruh permasalahan inklusi sosial dan lingkungan di DIY.

‘Bagaimanapun, saya yakin bahwa YAYAYA FEST hari ini merupakan batu pijakan selanjutnya dari berbagai upaya kolektif yang sudah dilakukan pemerintah dan masyarakat sipil sebelumnya untuk semakin mendekatkan DIY sebagai provinsi yang inklusif dan berkelanjutan. Saya pun benar-benar berharap bahwa ke depannya seluruh warga DIY, khususnya para pengunjung YAYAYA FEST hari ini, dapat meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya hak-hak warga difabel dan kelestarian lingkungan.’ Tutup Yashinta
YAYAYA FEST 2026 yang mengusung nilai inklusivitas dan keberlanjutan lingkungan dapat terselenggara dengan sukses berkat dukungan dari PT Pertamina (Persero) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan berbagi pihak pendukung lainnya. (Rls)



















