KORAN MERAPI — Siner Ekonomi Pesantren (SEP) berkolaborasi dengan PT Danone-AQUA secara resmi menyerahkan bantuan fasilitas thoharoh (bersuci) kepada empat pondok pesantren yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Program ini digelar sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sanitasi pesantren sekaligus menciptakan lingkungan belajar dan beribadah yang bersih, sehat, serta nyaman bagi para santri.
Penyerahan bantuan secara simbolis dipusatkan di Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti (Alpansa), Klaten, pada Jumat (30/10/2026). Empat pesantren yang menerima manfaat dari program ini meliputi: Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti (Alpansa), Klaten, Jawa Tengah, Pondok Pesantren Safiinatunnaja, Wonosobo, Jawa Tengah, Pondok Pesantren Al Madina, Wonosobo, Jawa Tengah dan Pondok Pesantren Nur Thoha, Gunungkidul, DIY.
Acara penyerahan bantuan dihadiri langsung oleh Ketua SEP Ahmad Tazakka, perwakilan manajemen Danone Indonesia Arif Wahyudin dan Lucy Nawaningtyas, Ketua RMI Klaten HM. Yusron, M.Si., serta para pengasuh pesantren penerima manfaat, yakni KH. Saifuddin Zuhri (Ponpes Alpansa), Ustaz Yahya (mewakili Ponpes Safiinatunnaja dan Al Madina), serta KH. Nur Hidayat (Ponpes Nur Thoha).
Ketua SEP, Ahmad Tazakka, menyatakan bahwa ketersediaan sarana bersuci yang memadai merupakan kebutuhan mendasar yang sangat vital bagi kehidupan para santri. Menurutnya, pengembangan pesantren tidak hanya berfokus pada kualitas pendidikan dan kemandirian ekonomi, tetapi juga harus disokong oleh infrastruktur sanitasi yang baik.
“Kami mengapresiasi dukungan dari Danone-AQUA yang tidak hanya menyediakan sarana fisik sanitasi, tetapi juga menyertakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sinergi ini penting agar pembangunan fisik berbanding lurus dengan kebiasaan hidup bersih yang berkelanjutan,” ujar Ahmad Tazakka.

Senior Manager Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, Arif Wahyudin, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan komitmen keberlanjutan perusahaan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Penentuan penerima manfaat pun didasarkan pada asesmen kebutuhan langsung di lapangan.
“Program ini mencakup pembangunan serta renovasi fasilitas tempat wudu dan toilet. Selain perbaikan fisik, kami juga membagikan sanitary kit kepada para santri di Ponpes Alpansa untuk melengkapi edukasi kesehatan diri dan remaja,” jelas Arif.
Pengasuh Ponpes Al Muttaqien Pancasila Sakti (Alpansa), KH. Saifuddin Zuhri, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepedulian SEP dan Danone-AQUA. Ia menekankan bahwa kebersihan dan keabsahan fasilitas thoharoh berbanding lurus dengan kelancaran ibadah harian santri.
“Fasilitas ini sangat berarti bagi kami. Kami berharap seluruh warga pesantren dapat memanfaatkan dan merawat sarana ini dengan baik, sekaligus menjadikannya pengingat untuk senantiasa hidup bersih, disiplin, dan tertib,” tutur KH. Saifuddin Zuhri.
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua RMI Klaten, HM. Yusron, M.Si. Ia menilai kolaborasi lintas sektor ini dapat menjadi contoh bagi pemberdayaan lembaga pendidikan berbasis asrama. Sanitasi yang layak menjadi salah satu pondasi penting untuk menjaga kesehatan lingkungan pesantren secara menyeluruh.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tahap pasca-penyerahan akan dilanjutkan dengan pemantauan dan evaluasi berkala guna memastikan fasilitas dirawat dan dipergunakan secara optimal. Kolaborasi antara SEP, Danone-AQUA, serta pengelola pesantren diharapkan terus berlanjut sebagai investasi sosial jangka panjang demi mendukung terciptanya pesantren yang bersih dan sehat. (Ags)




















