KORAN MERAPI – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi potensi kecelakaan dan kondisi darurat di kawasan wisata alam. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan dan pelatihan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Rescue Istimewa oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti kuntariningsih yang digelar di Office Cave Goa Jomblang, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Jumat (30/10/2026).
Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis personel dalam melakukan penyelamatan di medan ekstrem, khususnya kawasan goa dan tebing.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gunungkidul, Arisandy Purba, menyampaikan bahwa Satlinmas Rescue Istimewa merupakan satuan khusus yang dibentuk Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 4 Tahun 2019 tentang Satlinmas Rescue Istimewa.
Di Kabupaten Gunungkidul, jumlah personel Satlinmas Rescue Istimewa mencapai 99 orang. Mereka terbagi dalam dua wilayah koordinasi, yakni Korwil I sebanyak 35 orang dan Korwil II sebanyak 64 orang.
Menurut Arisandy, kegiatan peningkatan kapasitas SDM kali ini merupakan pelaksanaan kedua sepanjang 2026 yang diselenggarakan oleh Satpol PP Kabupaten Gunungkidul.
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP menggandeng Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia (HIKESPI) dan Asosiasi Wisata Goa Indonesia (ASTAGA) DIY sebagai mitra dalam memberikan pembekalan teknis kepada peserta.
Ia menambahkan, kondisi geografis Gunungkidul yang didominasi kawasan pegunungan, pantai, tebing, dan goa membutuhkan personel penyelamat dengan kemampuan khusus. Karena itu, anggota Satlinmas Rescue Istimewa perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan sesuai karakteristik medan tugas.
Materi pelatihan kali ini meliputi coaching clinic vertical cave rescue, pengenalan teknik ascending dan descending, serta teknik rigging. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting dalam pelaksanaan operasi penyelamatan di kawasan goa vertikal maupun medan dengan tingkat kesulitan tinggi.
Program peningkatan kapasitas tersebut juga direncanakan berlanjut pada 2027. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah merencanakan pelatihan vertical rescue bagi 20 anggota Satlinmas Rescue Istimewa di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Basarnas Bogor, Jawa Barat, dengan anggaran APBD sebesar Rp160,8 juta.
Selain itu, sebanyak 20 personel juga direncanakan mengikuti pelatihan selam di Provinsi Bali dengan alokasi anggaran sebesar Rp181,2 juta. Satpol PP juga akan melakukan analisis kebutuhan peralatan vertical rescue untuk mendukung pelaksanaan tugas personel di lapangan.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dan keselamatan wisatawan, terutama di destinasi wisata minat khusus seperti goa dan kawasan pegunungan.
Menurutnya, potensi wisata Gunungkidul tidak hanya bertumpu pada kawasan pantai. Destinasi wisata alam lainnya, termasuk goa dan kawasan pegunungan, juga perlu dikembangkan dengan memperhatikan aspek keamanan, kesiapan personel penyelamat, serta ketersediaan fasilitas pendukung.
Pemerintah daerah, lanjutnya, mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan sektor swasta, untuk memperkuat fasilitas serta kemampuan penyelamatan di kawasan wisata.
Pengembangan destinasi tersebut juga perlu diimbangi dengan pembenahan infrastruktur dasar dan fasilitas akomodasi, seperti homestay. Ketersediaan fasilitas pendukung diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendorong mereka tinggal lebih lama di Gunungkidul, termasuk wisatawan mancanegara.
Melalui pengembangan sektor pariwisata yang diiringi peningkatan standar keselamatan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap potensi wisata daerah dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat setempat. (Rls)




















