Sabtu, 13 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Bagunharjo Gumregah : Sinerji Hexahelix di Kalurahan Bangunharjo

admin by admin
25 Mei 2024
in Opini
0
0
SHARES
258
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Kalurahan Bangunharjo merupakan Desa yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta. Bangunharjo kaya akan potensi alam dan budaya tetapi masih belum dapat melakukan optimalisasi media informasi sebagai pengembangan branding desa.

Berdasarkan kondisi yang ada Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melakukan pendampingan kepada Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal Bangkit Karya Bangunharjo) untuk meningkatkan usaha yang ada dengan melibatkan tim media lokal dan tim koranmerapi.id untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan pengembangan ekonomi lokal yang telah dilakukan di Kalurahan Bangunharjo.

Dasar pertimbangan dari kegiatan pengembangan ekonomi lokal yang dilakukan di Kalurahan Bangunharjo adalah membangun sebuah ekosistem ekonomi kreatif melibatkan para pemangku kepentingan yang terdiri atas unsur hexahelix, yaitu: Akademisi, Pelaku Bisnis, Komunitas Kreatif, Pemerintah, Media dan Lembaga Keuangan.

Potensi kolaborasi hexahelix di Kalurahan Bangunharjo membutuhkan sinergi keenam pemangku kepentingan ini. Kolaborasi yang dikelola dengan baik diharapkan mampu membentuk jejaring kerja kolaboratif berdampak baik dari hulu hingga hilirisasi produk dan giat aktivitas program ekonomi kreatif.

Jejaring kerja kolaboratif berdampak dalam ekosistem ekonomi kreatif meliputi segala aktivitas dimulai dari proses kreasi produk, proses produksi, distribusi, konsumsi, hingga proses konservasi.

Kalurahan Bangunharjo saat ini memiliki Taman Kuliner Bangunharjo yang merupakan salah satu icon pengembangan ekonomi lokal di Kalurahan Bangunharjo yang telah bekerjasama dengan UMBY, BUMKal dan Pelaku Kuliner di Taman Kuliner Bangunharjo, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dan Komunitas lokal, Pemerintah Kalurahan Bangunharjo, Bank Bantul dan Tim Media dalam menumbuhkan branding pengembangan ekonomi lokal melalui BUMKal sebagai lokomotifnya.

Dengan sinerji yang ada diharapkan akan mampu menumbuhkan, menguatkan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis kebutuhan dan berbagai potensi lainnya yang ada di Kalurahan Bangunharjo.

Selain Taman Kuliner Bangunharjo terdapat Monumen Ngoto, Piramid (History of Java), Belik Sumilir, Kali Code, Joglo sejarah Ngoto, dan beberapa destinasi wisata desa lainnya yang dapat lebih ditingkatkan brandingnya dengan dukungan Jurnalis Desa untuk lebih meningkatkan branding Bangunharjo salah satu sebagai gerbang Kabupaten Bantul.

Harapannya dengan adanya sinerji Hexahelix ini, dapat menjadi model inspiratif bagi banyak desa lainnya, sekaligus menunjukkan bahwa dengan kolaborasi dan komitmen, perubahan yang signifikan dapat tercapai. (***)

Tags: Desa WisataHexahelixJurnalisKalurahan Bangunharjo

Related Posts

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Opini

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

10 Juni 2026
Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)
Opini

Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)

6 Juni 2026
Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua
Opini

Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua

14 Mei 2026
Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini
Opini

Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

28 April 2026
Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
Opini

Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

3 Mei 2026
Hari Kemenangan atau Sekadar Tradisi? Saatnya Idulfitri Menjadi Titik Balik yang Sesungguhnya
Opini

Hari Kemenangan atau Sekadar Tradisi? Saatnya Idulfitri Menjadi Titik Balik yang Sesungguhnya

20 Maret 2026