Minggu, 18 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

Oleh: Maya Veri Oktavia, M.Pd

admin by admin
28 April 2026
in Opini
0
0
SHARES
350
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Tidak ada orang tua yang menitipkan anaknya dengan harapan anak itu terluka, secara fisik maupun batin. Setiap keputusan untuk mempercayakan anak pada layanan daycare atau TPA yang meruapakan salah satu bentuk layanan Pendidikan anak Usia Dini (PAUD) lahir dari keyakinan bahwa tempat tersebut aman, hangat, dan mendukung tumbuh kembang anak. Namun, ketika rasa aman itu justru dipertaruhkan, kita dihadapkan pada pertanyaan besar: seberapa akuntabel layanan pendidikan anak usia dini saat ini?

Baru-baru ini, kasus kekerasan terhadap anak di Lembaga PAUD, khususnya layanan daycare, kembali mencuat dan menyita perhatian publik. Fenomena ini tidak bisa dipandang sebagai kasus individual semata, melainkan cerminan bahwa sistem yang ada belum sepenuhnya berpihak pada perlindungan anak. Dalam semangat pendidikan untuk semua, akses terhadap layanan PAUD memang semakin terbuka. Namun, akses tanpa disertai jaminan kualitas dan perlindungan justru membuka celah risiko baru, terutama bagi anak-anak yang belum mampu menyuarakan apa yang mereka alami.

Anak usia dini berada pada fase paling rentan; mereka belum mampu membela diri, belum sepenuhnya dapat membedakan perlakuan yang benar dan salah, serta sangat bergantung pada orang dewasa di sekitarnya. Karena itu, setiap layanan PAUD seharusnya menempatkan keamanan sebagai fondasi utama, bukan sekadar pelengkap.

Akuntabilitas layanan PAUD tidak hanya tentang kelengkapan administrasi. Yang lebih penting adalah bagaimana praktiknya di lapangan: bagaimana anak diperlakukan dengan baik, bagaimana pendidik berinteraksi secara positif, serta bagaimana lembaga merespons setiap potensi masalah yang muncul. Oleh karena itu, pengelolaan layanan PAUD perlu didukung oleh standar yang jelas, pengawasan yang rutin, serta sistem pelaporan yang terbuka dan berpihak pada anak.

Keterhubungan lembaga dengan organisasi profesi seperti HIMPAUDI, IGTKI dan organisasi profesi lainnya juga menjadi indikator penting. Di dalamnya, pendidik dan tenaga kependidikan memiliki ruang untuk terus belajar, berjejaring, serta menguatkan kapasitas diri. Budaya profesional yang tumbuh dari organisasi akan mengikis praktik eksklusif dan tertutup, sekaligus menghadirkan pengawasan berlapis, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari komunitas profesi itu sendiri.

Peran Pemerintah Kota menjadi sangat krusial untuk memastikan seluruh layanan PAUD, termasuk daycare, tertata dan terpantau dengan baik hingga ke tingkat kelurahan. Kota Yogyakarta yang strategis sebagai pusat berbagai aktivitas pendidikan, ekonomi, dan layanan publik mendorong semakin banyaknya daycare bermunculan, seiring dengan tingginya kebutuhan orang tua, khususnya keluarga bekerja, terhadap layanan penitipan anak.

Namun, pesatnya pertumbuhan ini belum diimbangi dengan regulasi yang jelas dan menyeluruh dalam mengatur tata kelolanya, sehingga menimbulkan kondisi yang cukup emergensi karena berpotensi menghadirkan risiko terhadap keselamatan, kenyamanan, dan tumbuh kembang anak.

Kebebasan masyarakat dalam menyelenggarakan layanan pendidikan dan pengasuhan memang perlu dihargai, tetapi tanpa regulasi dan pengawasan yang memadai justru dapat membuka ruang bagi praktik yang tidak berpihak pada perlindungan anak. Oleh sebab itu, izin operasional harus menjadi standar dasar yang tidak bisa ditawar, sekaligus menjadi pintu masuk bagi sistem pengawasan yang lebih kuat.

Legalitas bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat atas layanan yang diberikan kepada anak. Dengan adanya legalitas, lembaga akan lebih mudah dipantau sehingga praktik yang tidak sesuai dapat dicegah atau segera ditangani. Lebih jauh, Pemerintah Kota Yogyakarta perlu segera merumuskan Peraturan Daerah (Perda) yang komprehensif sebagai landasan dalam penataan, pengawasan, dan pembinaan layanan PAUD dan daycare, agar setiap lembaga yang hadir benar-benar menjamin kualitas layanan serta kepentingan terbaik bagi anak.

Di tengah berbagai upaya sistemik tersebut, orang tua tetap memegang peran penting. Memilih layanan PAUD tidak cukup didasarkan pada faktor praktis seperti biaya, fasilitas, atau fleksibilitas waktu. Orang tua perlu mengenali profil dan rekam jejak lembaga, mulai dari siapa pengelolanya, latar belakang pendidik dan tenaga kependidikannya, hingga bagaimana sistem pengasuhan diterapkan dalam keseharian. Lembaga yang sehat biasanya membuka ruang komunikasi dua arah, menerima kunjungan orang tua, dan bersedia melakukan evaluasi bersama.

Selain itu, kepekaan terhadap perubahan perilaku anak menjadi kunci utama dalam pengawasan. Saat anak mulai menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman, seperti takut, murung, atau enggan datang ke sekolah, orang tua perlu segera merespons dengan cepat dan tegas. Tidak ada alasan untuk mentoleransi segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.

Pada akhirnya, menghadirkan ruang yang aman bagi anak bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama. Peran ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada satu lembaga. Ketika seorang anak mengalami kekerasan, hal itu bukan hanya kegagalan lembaga, tetapi juga menjadi cerminan bahwa kita semua masih lalai dalam menjaga. Sudah saatnya kita memaknai kembali pendidikan untuk semua, bukan sekadar membuka akses, tetapi juga memastikan adanya perlindungan.

Pemerintah, lembaga penyelenggara, organisasi profesi, masyarakat, dan orang tua, semuanya memiliki peran yang saling terhubung dan tidak terpisahkan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan anak.

Anak-anak tidak sekedar membutuhkan tempat untuk belajar. Mereka membutuhkan ruang yang aman untuk tumbuh, rasa nyaman untuk berkembang, dan kehadiran orang dewasa yang benar-benar melindungi. Ketika rasa aman itu mulai dipertaruhkan, maka yang harus bangkit bukan hanya kepedulian, tetapi juga keberanian bersama untuk memastikan bahwa tak satu pun anak yang tumbuh dalam ketakutan, dan berkembang dalam bayang-bayang kekerasan.

Semoga kita tidak hanya sadar ketika luka terjadi, tetapi lebih dulu hadir menjaga, agar setiap anak tumbuh dalam aman, dan setiap masa depan lahir dari rasa yang terlindungi.

~~~~~~~●●●●●●●~~~~~~~

*) Maya Veri Oktavia, M.Pd, Ketua HIMPAUDI Kota Yogyakarta dan Anggota Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta.
Alamat Lembaga : TPA-PG_TK IT Mekar Insani. Suryodiningratan MJ 2/726 i Mantrijeron Yogyakarta (0821-3440-0101)

Tags: DaycareHIMPAUDIIGTKIKoranmerapi.idPAUDTPA

Related Posts

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?
Opini

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?

7 Oktober 2026
Dengan Olahraga Kita Bersatu
Opini

Dengan Olahraga Kita Bersatu

6 Oktober 2026
Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan
Opini

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

3 Oktober 2026
Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045
Opini

Kesaktian Pancasila dalam Ancaman Ekonomi Konglomerasi dan Oligarki

2 Oktober 2026
Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda
Opini

Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

30 September 2026
Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Opini

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Aklamasi, Drs. Nuri Hartana, M.S. Kembali Pimpin Korman Mergangsan Periode 2026–2030

Aklamasi, Drs. Nuri Hartana, M.S. Kembali Pimpin Korman Mergangsan Periode 2026–2030

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Aklamasi, Drs. Nuri Hartana, M.S. Kembali Pimpin Korman Mergangsan Periode 2026–2030

Aklamasi, Drs. Nuri Hartana, M.S. Kembali Pimpin Korman Mergangsan Periode 2026–2030

17 Oktober 2026
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih Raih ILMA 2026. Ini Buktinya!

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih Raih ILMA 2026. Ini Buktinya!

17 Oktober 2026
Jabat Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan Gelar Salat Subuh Keliling dan Bersilaturahmi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Jabat Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan Gelar Salat Subuh Keliling dan Bersilaturahmi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

17 Oktober 2026
Miftahudin Nur Ihsan Kenalkan Peluang Usaha Wastra Berbasis Perkebunan kepada Mahasiswa FEB UGM

Miftahudin Nur Ihsan Kenalkan Peluang Usaha Wastra Berbasis Perkebunan kepada Mahasiswa FEB UGM

16 Oktober 2026
Aklamasi, Drs. Nuri Hartana, M.S. Kembali Pimpin Korman Mergangsan Periode 2026–2030

Aklamasi, Drs. Nuri Hartana, M.S. Kembali Pimpin Korman Mergangsan Periode 2026–2030

17 Oktober 2026
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih Raih ILMA 2026. Ini Buktinya!

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih Raih ILMA 2026. Ini Buktinya!

17 Oktober 2026
Jabat Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan Gelar Salat Subuh Keliling dan Bersilaturahmi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Jabat Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan Gelar Salat Subuh Keliling dan Bersilaturahmi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

17 Oktober 2026
Miftahudin Nur Ihsan Kenalkan Peluang Usaha Wastra Berbasis Perkebunan kepada Mahasiswa FEB UGM

Miftahudin Nur Ihsan Kenalkan Peluang Usaha Wastra Berbasis Perkebunan kepada Mahasiswa FEB UGM

16 Oktober 2026
Smart Batik Indonesia Kenalkan Inovasi Wastra Berbasis Sawit dan Kakao kepada Menteri Perdagangan RI pada Gelaran Trade Expo Indonesia 2026

Smart Batik Indonesia Kenalkan Inovasi Wastra Berbasis Sawit dan Kakao kepada Menteri Perdagangan RI pada Gelaran Trade Expo Indonesia 2026

16 Oktober 2026
Peringati Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Jogja “Nyemplung” Sungai Bersihkan Kali Code

Peringati Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Jogja “Nyemplung” Sungai Bersihkan Kali Code

16 Oktober 2026