Selasa, 28 April 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

Oleh: Maya Veri Oktavia, M.Pd

admin by admin
28 April 2026
in Opini
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Tidak ada orang tua yang menitipkan anaknya dengan harapan anak itu terluka, secara fisik maupun batin. Setiap keputusan untuk mempercayakan anak pada layanan daycare atau TPA yang meruapakan salah satu bentuk layanan Pendidikan anak Usia Dini (PAUD) lahir dari keyakinan bahwa tempat tersebut aman, hangat, dan mendukung tumbuh kembang anak. Namun, ketika rasa aman itu justru dipertaruhkan, kita dihadapkan pada pertanyaan besar: seberapa akuntabel layanan pendidikan anak usia dini saat ini?

Baru-baru ini, kasus kekerasan terhadap anak di Lembaga PAUD, khususnya layanan daycare, kembali mencuat dan menyita perhatian publik. Fenomena ini tidak bisa dipandang sebagai kasus individual semata, melainkan cerminan bahwa sistem yang ada belum sepenuhnya berpihak pada perlindungan anak. Dalam semangat pendidikan untuk semua, akses terhadap layanan PAUD memang semakin terbuka. Namun, akses tanpa disertai jaminan kualitas dan perlindungan justru membuka celah risiko baru, terutama bagi anak-anak yang belum mampu menyuarakan apa yang mereka alami.

Anak usia dini berada pada fase paling rentan; mereka belum mampu membela diri, belum sepenuhnya dapat membedakan perlakuan yang benar dan salah, serta sangat bergantung pada orang dewasa di sekitarnya. Karena itu, setiap layanan PAUD seharusnya menempatkan keamanan sebagai fondasi utama, bukan sekadar pelengkap.

Akuntabilitas layanan PAUD tidak hanya tentang kelengkapan administrasi. Yang lebih penting adalah bagaimana praktiknya di lapangan: bagaimana anak diperlakukan dengan baik, bagaimana pendidik berinteraksi secara positif, serta bagaimana lembaga merespons setiap potensi masalah yang muncul. Oleh karena itu, pengelolaan layanan PAUD perlu didukung oleh standar yang jelas, pengawasan yang rutin, serta sistem pelaporan yang terbuka dan berpihak pada anak.

Keterhubungan lembaga dengan organisasi profesi seperti HIMPAUDI, IGTKI dan organisasi profesi lainnya juga menjadi indikator penting. Di dalamnya, pendidik dan tenaga kependidikan memiliki ruang untuk terus belajar, berjejaring, serta menguatkan kapasitas diri. Budaya profesional yang tumbuh dari organisasi akan mengikis praktik eksklusif dan tertutup, sekaligus menghadirkan pengawasan berlapis, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari komunitas profesi itu sendiri.

Peran Pemerintah Kota menjadi sangat krusial untuk memastikan seluruh layanan PAUD, termasuk daycare, tertata dan terpantau dengan baik hingga ke tingkat kelurahan. Kota Yogyakarta yang strategis sebagai pusat berbagai aktivitas pendidikan, ekonomi, dan layanan publik mendorong semakin banyaknya daycare bermunculan, seiring dengan tingginya kebutuhan orang tua, khususnya keluarga bekerja, terhadap layanan penitipan anak.

Namun, pesatnya pertumbuhan ini belum diimbangi dengan regulasi yang jelas dan menyeluruh dalam mengatur tata kelolanya, sehingga menimbulkan kondisi yang cukup emergensi karena berpotensi menghadirkan risiko terhadap keselamatan, kenyamanan, dan tumbuh kembang anak.

Kebebasan masyarakat dalam menyelenggarakan layanan pendidikan dan pengasuhan memang perlu dihargai, tetapi tanpa regulasi dan pengawasan yang memadai justru dapat membuka ruang bagi praktik yang tidak berpihak pada perlindungan anak. Oleh sebab itu, izin operasional harus menjadi standar dasar yang tidak bisa ditawar, sekaligus menjadi pintu masuk bagi sistem pengawasan yang lebih kuat.

Legalitas bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat atas layanan yang diberikan kepada anak. Dengan adanya legalitas, lembaga akan lebih mudah dipantau sehingga praktik yang tidak sesuai dapat dicegah atau segera ditangani. Lebih jauh, Pemerintah Kota Yogyakarta perlu segera merumuskan Peraturan Daerah (Perda) yang komprehensif sebagai landasan dalam penataan, pengawasan, dan pembinaan layanan PAUD dan daycare, agar setiap lembaga yang hadir benar-benar menjamin kualitas layanan serta kepentingan terbaik bagi anak.

Di tengah berbagai upaya sistemik tersebut, orang tua tetap memegang peran penting. Memilih layanan PAUD tidak cukup didasarkan pada faktor praktis seperti biaya, fasilitas, atau fleksibilitas waktu. Orang tua perlu mengenali profil dan rekam jejak lembaga, mulai dari siapa pengelolanya, latar belakang pendidik dan tenaga kependidikannya, hingga bagaimana sistem pengasuhan diterapkan dalam keseharian. Lembaga yang sehat biasanya membuka ruang komunikasi dua arah, menerima kunjungan orang tua, dan bersedia melakukan evaluasi bersama.

Selain itu, kepekaan terhadap perubahan perilaku anak menjadi kunci utama dalam pengawasan. Saat anak mulai menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman, seperti takut, murung, atau enggan datang ke sekolah, orang tua perlu segera merespons dengan cepat dan tegas. Tidak ada alasan untuk mentoleransi segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.

Pada akhirnya, menghadirkan ruang yang aman bagi anak bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama. Peran ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada satu lembaga. Ketika seorang anak mengalami kekerasan, hal itu bukan hanya kegagalan lembaga, tetapi juga menjadi cerminan bahwa kita semua masih lalai dalam menjaga. Sudah saatnya kita memaknai kembali pendidikan untuk semua, bukan sekadar membuka akses, tetapi juga memastikan adanya perlindungan.

Pemerintah, lembaga penyelenggara, organisasi profesi, masyarakat, dan orang tua, semuanya memiliki peran yang saling terhubung dan tidak terpisahkan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan anak.

Anak-anak tidak sekedar membutuhkan tempat untuk belajar. Mereka membutuhkan ruang yang aman untuk tumbuh, rasa nyaman untuk berkembang, dan kehadiran orang dewasa yang benar-benar melindungi. Ketika rasa aman itu mulai dipertaruhkan, maka yang harus bangkit bukan hanya kepedulian, tetapi juga keberanian bersama untuk memastikan bahwa tak satu pun anak yang tumbuh dalam ketakutan, dan berkembang dalam bayang-bayang kekerasan.

Semoga kita tidak hanya sadar ketika luka terjadi, tetapi lebih dulu hadir menjaga, agar setiap anak tumbuh dalam aman, dan setiap masa depan lahir dari rasa yang terlindungi.

~~~~~~~●●●●●●●~~~~~~~

*) Maya Veri Oktavia, M.Pd, Ketua HIMPAUDI Kota Yogyakarta dan Anggota Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta.
Alamat Lembaga : TPA-PG_TK IT Mekar Insani. Suryodiningratan MJ 2/726 i Mantrijeron Yogyakarta (0821-3440-0101)

Tags: DaycareHIMPAUDIIGTKIKoranmerapi.idPAUDTPA

Related Posts

Hari Kemenangan atau Sekadar Tradisi? Saatnya Idulfitri Menjadi Titik Balik yang Sesungguhnya
Opini

Hari Kemenangan atau Sekadar Tradisi? Saatnya Idulfitri Menjadi Titik Balik yang Sesungguhnya

20 Maret 2026
Kemenangan untuk Memulihkan Keberanian
Opini

Kemenangan untuk Memulihkan Keberanian

20 Maret 2026
Ramadhan dan Kondisi Pers Kita
Opini

Ramadhan dan Kondisi Pers Kita

16 Maret 2026
​Pendidikan Khas Kejogjaan: Investasi Karakter di Tengah Arus Modernitas
Opini

​Pendidikan Khas Kejogjaan: Investasi Karakter di Tengah Arus Modernitas

8 Maret 2026
Mengapa Meminta Maaf ?
Opini

Bagaimana Puasanya Kawan?

28 Februari 2026
Mengapa Meminta Maaf ?
Opini

Mengapa Meminta Maaf ?

22 Februari 2026
Koran Merapi

PT Merapi Media Utama
Jl Gambiran No 45 Yogyakarta 55163

0812 2712 7251
harianmerapi@gmail.com

Topik Berita

  • Bedah buku
  • Budaya
  • Cerpen
  • Ekbis
  • Hukum
  • Kearifan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Lelang
  • Lifestyle
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Profil
  • Wisata

Berita Terbaru

Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

28 April 2026
Kapolda DIY, Ketua DPRD DIY dan Walikota Lepas Jalan Sehat PWI

Kapolda DIY, Ketua DPRD DIY dan Walikota Lepas Jalan Sehat PWI

27 April 2026
  • Aturan Pengguna
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Aturan Pengguna
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error code: 522