Senin, 12 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Dampak PPN 12% untuk Pelaku UMKM di Yogyakarta

Penulis: H. Tetra Budiarto, S.H., M.M. (Plt. Ketua DPC HIPPI Kab. Sleman, DIY)

admin by admin
21 November 2024
in Opini
0
0
SHARES
150
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Belum genap 30 hari era kepemimpinan presiden baru, Indonesia sudah mengalami banyak perubahan. Salah satunya dalam bidang ekonomi. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut tarif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN akan naik menjadi 12 persen dari sebelumnya 11 persen mulai 1 Januari 2025. Menurutnya, aturan itu tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Perubahan tersebut tentu akan memberikan dampak signifikan bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Yogyakarta, baik dari sisi beban operasional maupun daya saing mereka di pasar. Yogyakarta, sebagai salah satu kota dengan banyak pelaku UMKM yang bergerak di sektor pariwisata, kuliner, kerajinan, dan perdagangan akan merasakan dampak yang cukup besar.

Dampak positifnya, yaitu peningkatan pendapatan negara. Kenaikan ini, meskipun menambah beban bagi para pelaku UMKM, dapat menjadi sumber pendapatan negara yang lebih besar. Hal ini seharusnya bisa dialokasikan untuk program-program yang mendukung pengembangan UMKM seperti pelatihan, bantuan modal, atau akses pasar yang lebih luas dan terbuka.

Selanjutnya dampak positifnya adalah penyempurnaan infrastruktur dan layanan. Jika dana hasil pajak digunakan dengan baik, peningkatan infrastruktur dan layanan publik di Yogyakarta dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi para pelaku UMKM. Mulai dari transportasi yang lebih baik atau sistem digital yang semakin memudahkan transaksi.

Kendati demikian, kenaikan PPN juga memiliki beberapa dampak negatif. Pertama, beban ekonomi bertambah. UMKM di Yogyakarta, yang banyak bergantung pada omzet harian atau musiman mungkin akan merasa kesulitan untuk menanggung tambahan beban pajak tersebut, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Kenaikan PPN menjadi 12% dapat menyebabkan biaya produksi atau harga jual barang dan jasa meningkat sehingga pada akhirnya bisa mengurangi daya beli konsumen.

Kedua, dampak pada daya saing. UMKM sering kali beroperasi dengan margin keuntungan yang tipis. Kenaikan tarif PPN ini berpotensi membuat harga produk atau layanan mereka menjadi kurang kompetitif dibandingkan dengan produk serupa yang dijual oleh usaha besar atau impor yang mungkin lebih efisien dalam menghadapi kenaikan biaya.

Ketiga, kesulitan pengelolaan pajak. Banyak pelaku UMKM yang masih menghadapi kendala dalam hal administrasi pajak, baik dari sisi pemahaman aturan ataupun kemampuan untuk mematuhi kewajiban perpajakan yang baru. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan bahkan risiko denda atau sanksi bagi pelaku usaha yang tidak siap.

Solusi yang bisa diterapkan untuk menghadapi hal tersebut dapat berupa penyuluhan dan pendampingan. Dalam hal ini pemerintah daerah dan instansi terkait perlu menyediakan lebih banyak program penyuluhan dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar mereka dapat memahami dan mengelola kewajiban pajak dengan baik. Pelatihan tentang cara efisien mencatat pengeluaran dan pemasukan usaha juga dapat membantu pelaku UMKM mengatasi dampak perubahan ketentuan tarif pajak.

Selain itu, perlu adanya fasilitas pembiayaan atau insentif. Pemerintah dapat menawarkan insentif pajak atau fasilitas pembiayaan dengan bunga rendah untuk UMKM yang terdampak langsung oleh perubahan tarif pajak. Ini bisa membantu mereka beradaptasi tanpa mengorbankan kelangsungan usaha.

Secara keseluruhan, PPN 12% mungkin akan memberikan tekanan finansial bagi pelaku UMKM di Yogyakarta. Namun, jika diimbangi dengan kebijakan pendukung dan peningkatan fasilitas serta akses pasar, dampak negatifnya bisa diminimalisir. Bahkan hal ini berpotensi mendorong UMKM untuk lebih berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan ekonomi yang lebih luas. (***)

Penulis: H. Tetra Budiarto, S.H., M.M.
(Plt. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPC HIPPI Kab. Sleman) DIY.

Tags: DPC HIPPI SlemanKoranmerapi.idPajak 12%Tetra Budiarto

Related Posts

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?
Opini

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?

7 Oktober 2026
Dengan Olahraga Kita Bersatu
Opini

Dengan Olahraga Kita Bersatu

6 Oktober 2026
Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan
Opini

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

3 Oktober 2026
Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045
Opini

Kesaktian Pancasila dalam Ancaman Ekonomi Konglomerasi dan Oligarki

2 Oktober 2026
Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda
Opini

Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

30 September 2026
Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Opini

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

11 Oktober 2026
Dukung Veda Ega Pratama di Mandalika, Pemkab Gunungkidul Gelar Nonton Bareng

Dukung Veda Ega Pratama di Mandalika, Pemkab Gunungkidul Gelar Nonton Bareng

11 Oktober 2026
G-Olympiad #4 “Rise of Brilliance”: 280 Pelajar DIY Berkompetisi di SMAN 1 Teladan Yogyakarta

G-Olympiad #4 “Rise of Brilliance”: 280 Pelajar DIY Berkompetisi di SMAN 1 Teladan Yogyakarta

11 Oktober 2026
Rayakan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Edisi Ke-15 KUSTOMFEST: Ratusan Pengendara Gelar Aksiriding “Ride For YK” Hingga Aksi Sosial Rp1 Miliar Lebih

Rayakan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Edisi Ke-15 KUSTOMFEST: Ratusan Pengendara Gelar Aksiriding “Ride For YK” Hingga Aksi Sosial Rp1 Miliar Lebih

11 Oktober 2026
Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

11 Oktober 2026
Dukung Veda Ega Pratama di Mandalika, Pemkab Gunungkidul Gelar Nonton Bareng

Dukung Veda Ega Pratama di Mandalika, Pemkab Gunungkidul Gelar Nonton Bareng

11 Oktober 2026
G-Olympiad #4 “Rise of Brilliance”: 280 Pelajar DIY Berkompetisi di SMAN 1 Teladan Yogyakarta

G-Olympiad #4 “Rise of Brilliance”: 280 Pelajar DIY Berkompetisi di SMAN 1 Teladan Yogyakarta

11 Oktober 2026
Rayakan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Edisi Ke-15 KUSTOMFEST: Ratusan Pengendara Gelar Aksiriding “Ride For YK” Hingga Aksi Sosial Rp1 Miliar Lebih

Rayakan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Edisi Ke-15 KUSTOMFEST: Ratusan Pengendara Gelar Aksiriding “Ride For YK” Hingga Aksi Sosial Rp1 Miliar Lebih

11 Oktober 2026
Wujud Kepedulian Sesama: Aksi Sosial Donor Darah #18 Sukses Digelar di Ponpes MULDOMA Yogyakarta

Wujud Kepedulian Sesama: Aksi Sosial Donor Darah #18 Sukses Digelar di Ponpes MULDOMA Yogyakarta

11 Oktober 2026
Tiga Soal Utama Papua, Percepatan Pembangunan, Pemberantasan Korupsi, dan Penanganan Kekerasan KKB

Tiga Soal Utama Papua, Percepatan Pembangunan, Pemberantasan Korupsi, dan Penanganan Kekerasan KKB

10 Oktober 2026