KORAN MERAPI — Guna memperingati Bulan Juni sebagai bulan lahirnya Pancasila, Koperasi Seniman Nusantara (KOSETA) kembali menggelar Serial Diskusi Bulanan yang akan diselenggarakan pada Sabtu sore, 28 Juni 2025 mendatang di Jamur Jawon Resto, Jl. Wonosari Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai gotong royong sebagai inti dari gerakan koperasi, khususnya dalam konteks kehidupan dan perjuangan seniman.
Hal ini disampaikan oleh Sigit Sugito, Ketua KOSETA, kepada koranmerapi.id pada Rabu sore (25/6/2025). “Masih dalam semangat bulan Pancasila, kami ingin mengangkat kembali nilai gotong royong sebagai fondasi gerakan koperasi. Koperasi Seniman bukan hanya wadah ekonomi, tetapi juga sebuah gerakan sosial yang peduli terhadap keadilan dan kesejahteraan,” jelas Sigit.

Untuk memperdalam diskusi, KOSETA menghadirkan narasumber utama Prof. Zuli Qodir, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus Ketua Gerakan Membumikan Pancasila DIY. Dikenal sebagai mantan aktivis LSM, Prof. Zuli diharapkan dapat memberikan perspektif kritis tentang pentingnya menjadikan koperasi seniman sebagai gerakan sosial yang berempati dan responsif terhadap isu-isu masyarakat.
Diskusi ini juga akan diisi oleh Timotyus Apriyanto, aktivis sosial, anggota KADIN, dan Dewan Pengawas KOSETA. Ia menegaskan bahwa KOSETA harus tetap berada pada jalur mandat koperasi, yakni: meningkatkan kesejahteraan seniman, menyediakan sarana dan prasarana untuk kegiatan seni, dan membangun jaringan dan komunitas seniman.
Berbagai kegiatan telah dan akan terus dijalankan oleh KOSETA, antara lain: Pameran seni, Workshop dan pelatihan seni, Penyediaan studio dan ruang kerja bagi seniman dan Promosi dan pemasaran karya seni.
Dari diskusi ini, KOSETA berharap akan tumbuh jaringan dan sinergi yang memperkuat ekosistem seni, serta memperluas akses para seniman terhadap dukungan, sumber daya, dan peluang karir.
“Koperasi Seniman adalah wadah penting untuk berbagi pengalaman, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kapasitas serta karya para anggota,” tutup Sigit.
KOSETA mengajak seluruh pelaku seni, pegiat budaya, dan masyarakat untuk hadir dan terlibat dalam diskusi ini, demi membangun komunitas seni yang solid, berdaya, dan bermartabat. (Ags)



















