Senin, 22 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Peken Klangenan Kotagede, Sebuah Ekosistem Budaya di Tengah Kota Tua, Kotagede Yogyakarta

“Ini bukan event besar-besaran, bukan tempat untuk orang hanya datang lalu pergi. Kami ingin orang betah di sini, bisa ngobrol, bisa duduk santai. Kami ingin bangun ekosistem yang menyambut siapa pun: anak-anak, orang tua, pecinta seni, ibu-ibu, bahkan anak muda,” ujar Awang.

admin by admin
6 Juli 2025
in News
0
0
SHARES
466
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI — Di tengah hiruk pikuk perkembangan pasar tematik di Yogyakarta, hadir satu ruang baru yang mengedepankan nilai-nilai budaya, sejarah, dan spiritualitas lokal, namanya “Peken Klangenan Kotagede”. Terletak di Kelurahan Purbayan, Kotagede, Kota Yogyakarta, tempat ini resmi mulai beraktivitas sejak akhir Mei 2025 dan hanya buka setiap Sabtu dan Minggu, pukul 08.00–17.00 Wib (khusus akhir bulan buka hingga pukul 21.00 Wib).

Berbeda dari konsep pasar pada umumnya, Peken Klangenan mengusung nama yang unik dan sarat makna.

“Kami menyebutnya Peken, yang dalam Bahasa Jawa artinya pasar. Tapi kami ingin membedakannya dari pasar-pasar lain yang sudah banyak ada. Di sini bukan sekadar jual beli, tapi ruang hidup dan interaksi budaya,” jelas Awang Kagunan, Founder Peken Klangenan Kotagede, saat berbincang dengan koranmerapi.id, Sabtu (5/7/25).

Awang menyampaikan, meski konsep dasarnya mirip pasar, tujuan utama Peken Klangenan adalah membangun sebuah ekosistem baru di Kotagede, tempat masyarakat bisa terhubung dengan seni, tradisi, sejarah, dan spiritualitas lokal dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, buktinya setiap pekannya lebih kurang 500 orang mengunjungi lokasi ini.

Saat ini, Peken Klangenan menaungi 18 tenan kuliner dan 13 tenan souvenir, ditambah dengan area khusus pameran lukisan, kerajinan kulit, wayang kontemporer, dan berbagai workshop. Tersedia pula area bermain anak, kolam ikan dan entok, serta tempat bercocok tanam yang menyediakan bibit-bibit tanaman yang dapat dibeli.

“Ini bukan event besar-besaran, bukan tempat untuk orang hanya datang lalu pergi. Kami ingin orang betah di sini, bisa ngobrol, bisa duduk santai. Kami ingin bangun ekosistem yang menyambut siapa pun: anak-anak, orang tua, pecinta seni, ibu-ibu, bahkan anak muda,” ujar Awang.

Anak-anak bisa menikmati wahana edukatif seperti mewarnai gambar secara gratis, bermain sepeda, hingga memberi makan ikan. Sementara para orang tua bisa menikmati sajian kuliner khas, belanja hasil kerajinan lokal, atau sekadar melepas penat di ruang yang teduh dan bersahaja.

Peken Klangenan juga mendorong pengunjung dan pelaku pasar untuk mengenakan busana tradisional seperti kebaya, kain, atau pakaian adat daerah masing-masing.

“Kami ingin ini jadi kebiasaan baru. Dan sekarang sudah mulai banyak pengunjung yang datang pakai kebaya atau kain. Ini bukan sekadar gaya, tapi cara kami membangun kesadaran dan kecintaan terhadap budaya, untuk nguri-uri budaya leluhur kita,” imbuh Awang.

Suasana khas Kotagede semakin terasa karena lokasi Peken Klangenan berada di kawasan historis, di dalam kompleks bekas Keraton Mataram Islam, dekat Benteng Cepuri yang menjadi saksi sejarah kejayaan Kotagede.

Salah satu tenan yang konsisten hadir sejak edisi pertama hingga kini adalah Miedes PakRi, milik Riyanto. Hidangan khas Pundong ini jadi favorit banyak pengunjung berkat rasa otentik dan harga yang terjangkau. Selain itu, pengunjung juga bisa menemukan jajanan tempo dulu seperti bajigur, dawet, tengkleng, aneka menu telur, dan minuman khas daerah.

Tak hanya itu, panggung kecil juga disediakan bagi siapa saja yang ingin tampil bermusik atau mengekspresikan diri melalui seni pertunjukan.

Peken Klangenan Kotagede bukan sekadar pasar akhir pekan. Ia adalah ruang hidup untuk siapa saja yang rindu akan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Sebuah tempat untuk belajar, berbagi, dan berkumpul, menjadi bagian dari perjalanan panjang Kotagede dalam menjaga jati dirinya. (Ags)

Tags: Awang KagunanBeteng CepuriKoranmerapi.idPeken Klangenan Kotagede

Related Posts

Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto
News

Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

22 Juni 2026
Langkah Sehat MOM Berkolaborasi dengan Stakeholder di Kelurahan Kadipaten
News

Langkah Sehat MOM Berkolaborasi dengan Stakeholder di Kelurahan Kadipaten

20 Juni 2026
BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM
News

BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

19 Juni 2026
Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026
News

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026

19 Juni 2026
Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas
News

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

17 Juni 2026
Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code
News

Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

17 Juni 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

22 Juni 2026
Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa

21 Juni 2026
AXA Mandiri menggelar Shake Out Run Mandiri Jogja Marathon 2026, Sabtu (20/6). Foto: Dok. Istimewa

AXA Mandiri Gelar Shake Out Run, Komitmen Lindungi Pelari Mandiri Jogja Marathon 2026

20 Juni 2026
Langkah Sehat MOM Berkolaborasi dengan Stakeholder di Kelurahan Kadipaten

Langkah Sehat MOM Berkolaborasi dengan Stakeholder di Kelurahan Kadipaten

20 Juni 2026
Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

22 Juni 2026
Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa

21 Juni 2026
AXA Mandiri menggelar Shake Out Run Mandiri Jogja Marathon 2026, Sabtu (20/6). Foto: Dok. Istimewa

AXA Mandiri Gelar Shake Out Run, Komitmen Lindungi Pelari Mandiri Jogja Marathon 2026

20 Juni 2026
Langkah Sehat MOM Berkolaborasi dengan Stakeholder di Kelurahan Kadipaten

Langkah Sehat MOM Berkolaborasi dengan Stakeholder di Kelurahan Kadipaten

20 Juni 2026
BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

19 Juni 2026
Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026

19 Juni 2026