Selasa, 17 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Peken Klangenan Kotagede, Sebuah Ekosistem Budaya di Tengah Kota Tua, Kotagede Yogyakarta

“Ini bukan event besar-besaran, bukan tempat untuk orang hanya datang lalu pergi. Kami ingin orang betah di sini, bisa ngobrol, bisa duduk santai. Kami ingin bangun ekosistem yang menyambut siapa pun: anak-anak, orang tua, pecinta seni, ibu-ibu, bahkan anak muda,” ujar Awang.

admin by admin
6 Juli 2025
in News
0
0
SHARES
398
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI — Di tengah hiruk pikuk perkembangan pasar tematik di Yogyakarta, hadir satu ruang baru yang mengedepankan nilai-nilai budaya, sejarah, dan spiritualitas lokal, namanya “Peken Klangenan Kotagede”. Terletak di Kelurahan Purbayan, Kotagede, Kota Yogyakarta, tempat ini resmi mulai beraktivitas sejak akhir Mei 2025 dan hanya buka setiap Sabtu dan Minggu, pukul 08.00–17.00 Wib (khusus akhir bulan buka hingga pukul 21.00 Wib).

Berbeda dari konsep pasar pada umumnya, Peken Klangenan mengusung nama yang unik dan sarat makna.

“Kami menyebutnya Peken, yang dalam Bahasa Jawa artinya pasar. Tapi kami ingin membedakannya dari pasar-pasar lain yang sudah banyak ada. Di sini bukan sekadar jual beli, tapi ruang hidup dan interaksi budaya,” jelas Awang Kagunan, Founder Peken Klangenan Kotagede, saat berbincang dengan koranmerapi.id, Sabtu (5/7/25).

Awang menyampaikan, meski konsep dasarnya mirip pasar, tujuan utama Peken Klangenan adalah membangun sebuah ekosistem baru di Kotagede, tempat masyarakat bisa terhubung dengan seni, tradisi, sejarah, dan spiritualitas lokal dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, buktinya setiap pekannya lebih kurang 500 orang mengunjungi lokasi ini.

Saat ini, Peken Klangenan menaungi 18 tenan kuliner dan 13 tenan souvenir, ditambah dengan area khusus pameran lukisan, kerajinan kulit, wayang kontemporer, dan berbagai workshop. Tersedia pula area bermain anak, kolam ikan dan entok, serta tempat bercocok tanam yang menyediakan bibit-bibit tanaman yang dapat dibeli.

“Ini bukan event besar-besaran, bukan tempat untuk orang hanya datang lalu pergi. Kami ingin orang betah di sini, bisa ngobrol, bisa duduk santai. Kami ingin bangun ekosistem yang menyambut siapa pun: anak-anak, orang tua, pecinta seni, ibu-ibu, bahkan anak muda,” ujar Awang.

Anak-anak bisa menikmati wahana edukatif seperti mewarnai gambar secara gratis, bermain sepeda, hingga memberi makan ikan. Sementara para orang tua bisa menikmati sajian kuliner khas, belanja hasil kerajinan lokal, atau sekadar melepas penat di ruang yang teduh dan bersahaja.

Peken Klangenan juga mendorong pengunjung dan pelaku pasar untuk mengenakan busana tradisional seperti kebaya, kain, atau pakaian adat daerah masing-masing.

“Kami ingin ini jadi kebiasaan baru. Dan sekarang sudah mulai banyak pengunjung yang datang pakai kebaya atau kain. Ini bukan sekadar gaya, tapi cara kami membangun kesadaran dan kecintaan terhadap budaya, untuk nguri-uri budaya leluhur kita,” imbuh Awang.

Suasana khas Kotagede semakin terasa karena lokasi Peken Klangenan berada di kawasan historis, di dalam kompleks bekas Keraton Mataram Islam, dekat Benteng Cepuri yang menjadi saksi sejarah kejayaan Kotagede.

Salah satu tenan yang konsisten hadir sejak edisi pertama hingga kini adalah Miedes PakRi, milik Riyanto. Hidangan khas Pundong ini jadi favorit banyak pengunjung berkat rasa otentik dan harga yang terjangkau. Selain itu, pengunjung juga bisa menemukan jajanan tempo dulu seperti bajigur, dawet, tengkleng, aneka menu telur, dan minuman khas daerah.

Tak hanya itu, panggung kecil juga disediakan bagi siapa saja yang ingin tampil bermusik atau mengekspresikan diri melalui seni pertunjukan.

Peken Klangenan Kotagede bukan sekadar pasar akhir pekan. Ia adalah ruang hidup untuk siapa saja yang rindu akan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Sebuah tempat untuk belajar, berbagi, dan berkumpul, menjadi bagian dari perjalanan panjang Kotagede dalam menjaga jati dirinya. (Ags)

Tags: Awang KagunanBeteng CepuriKoranmerapi.idPeken Klangenan Kotagede

Related Posts

Satu Hilal, Dua Tanggal? Menguji Kedewasaan Umat Menyambut Ramadan 1447 H
News

Satu Hilal, Dua Tanggal? Menguji Kedewasaan Umat Menyambut Ramadan 1447 H

16 Februari 2026
PMII DIY Resmi Dilantik, Meneguhkan Arah Kaderisasi dan Gerakan Eko-Sosial
News

PMII DIY Resmi Dilantik, Meneguhkan Arah Kaderisasi dan Gerakan Eko-Sosial

16 Februari 2026
Pasangan Firli Bahuri-M. Ahsan Juara Piala Gong Xi Fa Chai 2026
News

Pasangan Firli Bahuri-M. Ahsan Juara Piala Gong Xi Fa Chai 2026

16 Februari 2026
Gelaran Bangunharjo Sehat Pusat Budaya Sukses, Perkuat Ekosistem Budaya dan Ekonomi Kreatif Desa
News

Gelaran Bangunharjo Sehat Pusat Budaya Sukses, Perkuat Ekosistem Budaya dan Ekonomi Kreatif Desa

15 Februari 2026
Alumni Inggris Raya Harus Berdampak Bagi Negeri
News

Alumni Inggris Raya Harus Berdampak Bagi Negeri

15 Februari 2026
​Sinergi Demokrasi: DPRD DIY Buka Ruang Kritik, PWI DIY Bentuk Panitia Ad Hoc Perjuangkan Udin Pahlawan Nasional 
News

​Sinergi Demokrasi: DPRD DIY Buka Ruang Kritik, PWI DIY Bentuk Panitia Ad Hoc Perjuangkan Udin Pahlawan Nasional 

15 Februari 2026

Stay Connected

    • Trending
    • Comments
    • Latest
    Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

    Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

    15 Maret 2025
    Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

    Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

    15 Maret 2025
    Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

    Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

    18 April 2024
    Riwayat Singkat Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati Pujimulyani, M.P. Terkait Kunir Putih.

    Riwayat Singkat Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati Pujimulyani, M.P. Terkait Kunir Putih.

    2 Juli 2024
    Satu Hilal, Dua Tanggal? Menguji Kedewasaan Umat Menyambut Ramadan 1447 H

    Satu Hilal, Dua Tanggal? Menguji Kedewasaan Umat Menyambut Ramadan 1447 H

    0
    Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

    Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

    0
    Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

    Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

    0
    Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

    Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

    0
    Satu Hilal, Dua Tanggal? Menguji Kedewasaan Umat Menyambut Ramadan 1447 H

    Satu Hilal, Dua Tanggal? Menguji Kedewasaan Umat Menyambut Ramadan 1447 H

    16 Februari 2026
    ​Memasuki Gerbang Ramadhan 2026: Merawat Ikhlas, Memanen Bahagia

    ​Memasuki Gerbang Ramadhan 2026: Merawat Ikhlas, Memanen Bahagia

    16 Februari 2026
    PMII DIY Resmi Dilantik, Meneguhkan Arah Kaderisasi dan Gerakan Eko-Sosial

    PMII DIY Resmi Dilantik, Meneguhkan Arah Kaderisasi dan Gerakan Eko-Sosial

    16 Februari 2026
    Pasangan Firli Bahuri-M. Ahsan Juara Piala Gong Xi Fa Chai 2026

    Pasangan Firli Bahuri-M. Ahsan Juara Piala Gong Xi Fa Chai 2026

    16 Februari 2026
    Satu Hilal, Dua Tanggal? Menguji Kedewasaan Umat Menyambut Ramadan 1447 H

    Satu Hilal, Dua Tanggal? Menguji Kedewasaan Umat Menyambut Ramadan 1447 H

    16 Februari 2026
    ​Memasuki Gerbang Ramadhan 2026: Merawat Ikhlas, Memanen Bahagia

    ​Memasuki Gerbang Ramadhan 2026: Merawat Ikhlas, Memanen Bahagia

    16 Februari 2026
    PMII DIY Resmi Dilantik, Meneguhkan Arah Kaderisasi dan Gerakan Eko-Sosial

    PMII DIY Resmi Dilantik, Meneguhkan Arah Kaderisasi dan Gerakan Eko-Sosial

    16 Februari 2026
    Pasangan Firli Bahuri-M. Ahsan Juara Piala Gong Xi Fa Chai 2026

    Pasangan Firli Bahuri-M. Ahsan Juara Piala Gong Xi Fa Chai 2026

    16 Februari 2026
    Gelaran Bangunharjo Sehat Pusat Budaya Sukses, Perkuat Ekosistem Budaya dan Ekonomi Kreatif Desa

    Gelaran Bangunharjo Sehat Pusat Budaya Sukses, Perkuat Ekosistem Budaya dan Ekonomi Kreatif Desa

    15 Februari 2026
    Alumni Inggris Raya Harus Berdampak Bagi Negeri

    Alumni Inggris Raya Harus Berdampak Bagi Negeri

    15 Februari 2026
    Koran Merapi

    PT Merapi Media Utama
    Jl Gambiran No 45 Yogyakarta 55163

    0812 2712 7251
    harianmerapi@gmail.com

    Topik Berita

    • Bedah buku
    • Budaya
    • Cerpen
    • Ekbis
    • Hukum
    • Kearifan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lain-lain
    • Lelang
    • Lifestyle
    • News
    • Olahraga
    • Opini
    • Pendidikan
    • Profil
    • Wisata

    Berita Terbaru

    Satu Hilal, Dua Tanggal? Menguji Kedewasaan Umat Menyambut Ramadan 1447 H

    Satu Hilal, Dua Tanggal? Menguji Kedewasaan Umat Menyambut Ramadan 1447 H

    16 Februari 2026
    ​Memasuki Gerbang Ramadhan 2026: Merawat Ikhlas, Memanen Bahagia

    ​Memasuki Gerbang Ramadhan 2026: Merawat Ikhlas, Memanen Bahagia

    16 Februari 2026
    • Aturan Pengguna
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber

    © 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

    No Result
    View All Result
    • Aturan Pengguna
    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pasang Iklan
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    © 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    error code: 522