KORAN MERAPI – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Buton Tengah menggelar dua program pelatihan strategis bertema “Go Digital Go Global” dan “Desain Keren, Penjualan Ngebut” pada Senin hingga Kamis (28–31/7/25) di Hotel Findi, Lakudo. Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas melalui penguasaan strategi digital marketing dan peningkatan kualitas kemasan produk.
Pelatihan “Go Digital Go Global” ditujukan untuk membekali pelaku UMKM dengan kemampuan memanfaatkan berbagai platform digital seperti media sosial, marketplace, WhatsApp Business, dan Google Business Profile. Tujuannya agar mereka mampu memperluas jangkauan pasar, tidak hanya secara lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.
Sementara itu, pelatihan “Desain Keren, Penjualan Ngebut” fokus pada peningkatan daya tarik visual produk. Peserta diajak memahami pentingnya desain kemasan yang menarik, informatif, dan sesuai tren pasar, sebagai salah satu faktor penting dalam memenangkan hati konsumen di era digital.
Acara dibuka oleh Ahmad Sabir, Asisten 1 Pemerintahan Kabupaten Buton Tengah. Turut hadir Sirudin, S.Pd., M.Pd, Kepala Dinas Koperasi dan UKM; Hasban Mukmin, ST, Kepala Bidang UMKM; Yuliarti, SKM, Sekretaris Dinas; dan Selamet Supriyadi, praktisi industri kreatif dan narasumber utama dari Yogyakarta.

Selama empat hari, peserta yang berasal dari berbagai kecamatan mengikuti rangkaian sesi teori, diskusi interaktif, hingga praktik langsung. Mereka belajar menyusun strategi pemasaran digital, membuat konten, menganalisis audiens, hingga merancang desain kemasan berbasis prinsip visual branding. Semua materi disusun aplikatif dan disesuaikan dengan kondisi riil UMKM di lapangan.
Dalam sambutannya, Sirudin menegaskan bahwa pelaku UMKM Buton Tengah harus berani bertransformasi. “Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus perdagangan digital. Produk kita harus tampil dan bersaing,” ujarnya.
Ahmad Sabir menambahkan bahwa langkah awal untuk bersaing secara global adalah memiliki kemasan produk yang baik serta strategi pemasaran digital yang tepat sasaran. “UMKM kita punya potensi besar, tinggal bagaimana kita memolesnya,” katanya.
Narasumber utama, Selamet Supriyadi, mengingatkan bahwa desain kemasan bukan hanya soal estetika, melainkan tentang komunikasi produk. “Kemasan adalah wajah pertama yang dilihat konsumen. Sementara di ruang digital, konten adalah jembatan utama antara produk dan pasar,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya branding dan konsistensi dalam menjaga kualitas produk.
Pelatihan ini ditutup secara resmi oleh Hasban Mukmin dan Yuliarti. Dalam sambutannya, Hasban menekankan pentingnya tindak lanjut berupa pendampingan dan kolaborasi antar pelaku UMKM. “Pelatihan ini adalah awal, bukan akhir. Implementasi di lapangan dan kerja sama antar UMKM menjadi kunci keberhasilan,” tutupnya.(*)



















