KORAN MERAPI – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar acara pembekalan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan memasuki masa purna tugas periode Agustus dan September 2026. Berlangsung di Ruang Handayani, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Senin pagi, (27/6/2026) kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para ASN secara mental, psikologis, dan administratif agar dapat menikmati masa pensiun dengan bahagia dan tetap produktif di tengah masyarakat.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Gunungkidul, Iskandar, melaporkan bahwa terdapat total 66 ASN yang memasuki masa purna tugas pada periode tersebut. Rinciannya terdiri dari 32 PNS yang pensiun pada bulan Agustus dan 34 PNS pada bulan September.

“Dilihat dari komposisi jabatan, para calon purna tugas ini meliputi 4 orang pejabat eselon 3 (Sekretaris dan Kepala Bidang), 4 orang pejabat eselon 4, 48 orang pejabat fungsional (didominasi oleh guru), 10 orang pelaksana.” papar Iskandar.
Iskandar menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah “wisuda kehidupan kerja”. Ia menyampaikan apresiasi tinggi karena seluruh peserta pembekalan ini dinyatakan lulus dengan predikat baik dalam hal penegakan disiplin selama masa kerja mereka.
Dalam laporannya, Kepala BKPPD menjelaskan bahwa acara ini membawa dua misi utama bagi para calon purna tugas, yakni mengubah pola pikir dari power syndrome menjadi powerful, sehingga para pensiunan siap menyongsong hari esok dengan senyuman. Untuk mendukung hal ini, penyelenggara menghadirkan praktisi motivasi, Pak Haji Jamari, guna memberikan nutrisi otak dan jiwa.
“BKPPD juga bekerja sama dengan Bank BPD DIY cabang Wonosari untuk memastikan seluruh berkas administrasi siap 100%. Targetnya, hak-hak pensiun dapat langsung dibayarkan tepat pada tanggal satu saat memasuki masa purna tugas.” ujar Kepala BKPPD.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih, yang hadir didampingi Asisten Administrasi Umum, Saptoyo, secara simbolis menyerahkan SK Pensiun kepada perwakilan peserta. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya atas loyalitas dan dedikasi para ASN yang telah puluhan tahun mengabdi.
“Pembangunan yang kita rasakan di Gunung Kidul saat ini adalah akumulasi dari tetesan keringat dan pemikiran Ibu dan Bapak sekalian,” ujar Bupati. Ia menekankan bahwa pensiun hanyalah perpindahan status administratif, sementara jiwa pengabdian dan kemandirian harus tetap menyala.
Setelah lepas dari jam kerja dan etika jabatan yang kaku, Bupati menyampaikan, para purnatugas kini memiliki kebebasan 100% untuk menyalurkan bakat terpendam, baik di bidang ekonomi kreatif, sosial, budaya, maupun hobi lainnya seperti berkebun atau berbisnis.
“Meski sudah purna tugas, pengalaman sebagai mantan birokrat merupakan modal sosial yang berharga untuk mendukung program pemerintah di tingkat kelurahan hingga kapanewon.” kata Bupati Endah.

Bupati mengingatkan agar para pensiunan tetap aktif dan bahagia, seraya bersyukur karena telah menyelesaikan tugas negara dengan selamat tanpa persoalan hukum.
Di sisi lain, Bupati Endah mengakui adanya rasa kehilangan bagi Pemerintah Daerah karena berkurangnya personel berpengalaman. Mengatasi kekurangan ASN di berbagai dinas, Pemkab Gunungkidul saat ini juga tengah menggalakkan program “Gunungkidul Memanggil”. Program ini mempermudah proses mutasi bagi putra-putri daerah yang menjadi ASN di luar daerah untuk kembali dan membangun tanah kelahiran mereka.
Acara pembekalan ini diakhiri dengan harapan agar para purna tugas dapat menikmati masa emas mereka bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan dan tetap menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar. (Rls)



















