Jumat, 6 November 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Sistem Among dan Merdeka Belajar

Oleh: Ki Bambang Widodo, S.Pd., M.Pd. (Ketua Bidang Kebudayaan Ikatan Alumni Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (Ikasata))

admin by admin
30 Agustus 2025
in News
0
0
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Pendidikan merupakan faktor yang penting dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa serta menjadi wahana menanamkan dan menyebarkan benih jiwa hidup merdeka. Dalam mendidik para siswanya sejak mendirikan Perguruan Tamansiswa Tahun 1922, Ki Hadjar Dewantara menggunakan Sistem Among yang menurut cara berlakunya disebut sistem Tutwuri Handayani.

Dalam perkembangannya, Tutwuri Handayani tidak hanya sebagai sistem belajar mengajar di Tamansiswa, tetapi menjadi perwujudan suatu sistem pendidikan nasional. Hal ini diteguhkan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0398/M/1977 tanggal 6 September 1977 tentang penetapan Lambang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan semboyan : “Tutwuri Handayani”.

Sistem Among yaitu sistem pendidikan yang berjiwa kekeluargaan dan bersedikan dua dasar, yaitu: Kodrat Alam dan Kemerdekaan. Sistem Among menurut cara berlakunya disebut sistem “Tutwuri handayani”, yaitu mengikuti dari belakang tetapi tidak melepaskan peserta didik dari pengawasan. Guru mengikuti di belakang dengan memberi kebebasan anak didik untuk aktif, kreatf, inovatif berlatih menemukan diri sendiri, namun guru berkewajiban memberi pengaruh, petunjuk, bimbingan dan pengarahan bila diperlukan.

Dengan Sistem Among, guru memberi tuntunan, bimbingan, menyokong dan memotivasi, sehingga di dalam diri anak didik bertumbuh dan berkembang karena kodrat iradatnya sendiri, melenyapkan segala hal yang merintangi pertumbuhan dan perkembangan anak. Sistem Among bermakna mengembangkan potensi daya cipta, rasa dan karsa secara seimbang sesuai garis kodrat (bakat dan minat), sehingga anak didik menjadi manusia makarya secara merdeka (cipta, rasa, karsa), serta bermanfaat dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sistem Among menempatkan peserta didik sebagai subyek dan juga sebagai obyek sekaligus dalam proses pendidikan. Peserta didik sebagai figur sentral diberi kemerdekaan sepenuhnya untuk berkembang sesuai potensi kodrati yang dimilikinya. Interaksi antara pamong dan peserta didik bersifat dialogis. Mereka diberi kesempatan untuk aktif dan kreatif dalam proses belajar mengajar. Guru tidak hanya memberi pengajaran dan pendidikan, tetapi juga menanamkan kemampuan kepada peserta didik agar bisa mencari sendiri ilmu pengertahuan yang diperlukan..

Guru dalam melaksanakan “Merdeka Belajar” sebaiknya mengembangkan konsep belajar mandiri pada peserta didik melalui penugasan proyek atau sejenisnya yang dilaksanakan pada Tri Pusat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, serta melalui pendekatan Niteni – Niroke- Nambahi. Dengan demikian peserta didik dapat mengembangkan nilai-nilai karakter, di antaranya: Ngandel (Percaya Diri). Kendel (berani karena benar), Bandel (Tahan banting/tidak mudah putus asa) dan Kandel (Tebal keilmuannya/Religius). Pengelolaan pendidikan di sekolah harus melibatkan unsur dari Tri Pusat Pendidikan. Sekolah dalam menentukan kebijakan harus berkoordinasi melalui musyawarah mufakat dengan mengikutsertakan orangtua /Komite Sekolah dan masyarakat. Kerjasama antar pusat pendidikan penting dilaksanakan, karena pendidikan merupakan tanggungjawab bersama, dengan menggunakan cara Tri-Ko: Koperatif, Konsultatif dan Korektif, sehingga pengelolaan pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Sistem Among yang berdasarkan Kemerdekaan, menjadi syarat untuk menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir dan batin anak, agar dapat memiliki pribadi yang tangguh dan dapat berpikir serta bertindak merdeka. Pendidikan harus mengembangkan kemerdekaan berpikir dan bertindaknya manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Kemerdekaan itu diwujudkan dengan swadisiplin dan keseimbangan antara hak dan kewajiban asasi.

Agar tujuan merdeka belajar di sekolah dapat tercapai, maka kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus dapat memerdekakan peserta didik (merdeka batinnya, merdeka tenaganya dan merdeka pikiranya) yaitu dengan menerapkan Sistem Among. Sekolah dapat merdeka dengan diberi otoritas untuk menentukan proses pengajaran dan pendidikan, serta dapat menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas, terutama dalam pengembangkan karakter mulia, literasi, dan numerasi berdasarkan jati diri bangsa Indonesia: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. (*)

Tags: Bambang WidodoBhinneka Tunggal IkaKi Hadjar DewantaraKoranmerapi.idMerdeka Belajar

Related Posts

Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia
News

Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

5 November 2026
Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai
News

Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai

5 November 2026
Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital
News

Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital

5 November 2026
Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat
News

Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat

5 November 2026
Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi
News

Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi

4 November 2026
Dosen Senior FISIP UI Tekankan Urgensi RUU Anti-Spionase Asing demi Kedaulatan Nasional
News

Dosen Senior FISIP UI Tekankan Urgensi RUU Anti-Spionase Asing demi Kedaulatan Nasional

4 November 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

5 November 2026
Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai

Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai

5 November 2026
Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital

Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital

5 November 2026
Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat

Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat

5 November 2026
Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

5 November 2026
Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai

Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai

5 November 2026
Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital

Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital

5 November 2026
Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat

Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat

5 November 2026
Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi

Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi

4 November 2026
Dosen Senior FISIP UI Tekankan Urgensi RUU Anti-Spionase Asing demi Kedaulatan Nasional

Dosen Senior FISIP UI Tekankan Urgensi RUU Anti-Spionase Asing demi Kedaulatan Nasional

4 November 2026