Jumat, 19 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Sistem Among dan Merdeka Belajar

Oleh: Ki Bambang Widodo, S.Pd., M.Pd. (Ketua Bidang Kebudayaan Ikatan Alumni Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (Ikasata))

admin by admin
30 Agustus 2025
in News
0
0
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Pendidikan merupakan faktor yang penting dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa serta menjadi wahana menanamkan dan menyebarkan benih jiwa hidup merdeka. Dalam mendidik para siswanya sejak mendirikan Perguruan Tamansiswa Tahun 1922, Ki Hadjar Dewantara menggunakan Sistem Among yang menurut cara berlakunya disebut sistem Tutwuri Handayani.

Dalam perkembangannya, Tutwuri Handayani tidak hanya sebagai sistem belajar mengajar di Tamansiswa, tetapi menjadi perwujudan suatu sistem pendidikan nasional. Hal ini diteguhkan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0398/M/1977 tanggal 6 September 1977 tentang penetapan Lambang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan semboyan : “Tutwuri Handayani”.

Sistem Among yaitu sistem pendidikan yang berjiwa kekeluargaan dan bersedikan dua dasar, yaitu: Kodrat Alam dan Kemerdekaan. Sistem Among menurut cara berlakunya disebut sistem “Tutwuri handayani”, yaitu mengikuti dari belakang tetapi tidak melepaskan peserta didik dari pengawasan. Guru mengikuti di belakang dengan memberi kebebasan anak didik untuk aktif, kreatf, inovatif berlatih menemukan diri sendiri, namun guru berkewajiban memberi pengaruh, petunjuk, bimbingan dan pengarahan bila diperlukan.

Dengan Sistem Among, guru memberi tuntunan, bimbingan, menyokong dan memotivasi, sehingga di dalam diri anak didik bertumbuh dan berkembang karena kodrat iradatnya sendiri, melenyapkan segala hal yang merintangi pertumbuhan dan perkembangan anak. Sistem Among bermakna mengembangkan potensi daya cipta, rasa dan karsa secara seimbang sesuai garis kodrat (bakat dan minat), sehingga anak didik menjadi manusia makarya secara merdeka (cipta, rasa, karsa), serta bermanfaat dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sistem Among menempatkan peserta didik sebagai subyek dan juga sebagai obyek sekaligus dalam proses pendidikan. Peserta didik sebagai figur sentral diberi kemerdekaan sepenuhnya untuk berkembang sesuai potensi kodrati yang dimilikinya. Interaksi antara pamong dan peserta didik bersifat dialogis. Mereka diberi kesempatan untuk aktif dan kreatif dalam proses belajar mengajar. Guru tidak hanya memberi pengajaran dan pendidikan, tetapi juga menanamkan kemampuan kepada peserta didik agar bisa mencari sendiri ilmu pengertahuan yang diperlukan..

Guru dalam melaksanakan “Merdeka Belajar” sebaiknya mengembangkan konsep belajar mandiri pada peserta didik melalui penugasan proyek atau sejenisnya yang dilaksanakan pada Tri Pusat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, serta melalui pendekatan Niteni – Niroke- Nambahi. Dengan demikian peserta didik dapat mengembangkan nilai-nilai karakter, di antaranya: Ngandel (Percaya Diri). Kendel (berani karena benar), Bandel (Tahan banting/tidak mudah putus asa) dan Kandel (Tebal keilmuannya/Religius). Pengelolaan pendidikan di sekolah harus melibatkan unsur dari Tri Pusat Pendidikan. Sekolah dalam menentukan kebijakan harus berkoordinasi melalui musyawarah mufakat dengan mengikutsertakan orangtua /Komite Sekolah dan masyarakat. Kerjasama antar pusat pendidikan penting dilaksanakan, karena pendidikan merupakan tanggungjawab bersama, dengan menggunakan cara Tri-Ko: Koperatif, Konsultatif dan Korektif, sehingga pengelolaan pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Sistem Among yang berdasarkan Kemerdekaan, menjadi syarat untuk menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir dan batin anak, agar dapat memiliki pribadi yang tangguh dan dapat berpikir serta bertindak merdeka. Pendidikan harus mengembangkan kemerdekaan berpikir dan bertindaknya manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Kemerdekaan itu diwujudkan dengan swadisiplin dan keseimbangan antara hak dan kewajiban asasi.

Agar tujuan merdeka belajar di sekolah dapat tercapai, maka kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus dapat memerdekakan peserta didik (merdeka batinnya, merdeka tenaganya dan merdeka pikiranya) yaitu dengan menerapkan Sistem Among. Sekolah dapat merdeka dengan diberi otoritas untuk menentukan proses pengajaran dan pendidikan, serta dapat menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas, terutama dalam pengembangkan karakter mulia, literasi, dan numerasi berdasarkan jati diri bangsa Indonesia: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. (*)

Tags: Bambang WidodoBhinneka Tunggal IkaKi Hadjar DewantaraKoranmerapi.idMerdeka Belajar

Related Posts

BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM
News

BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

19 Juni 2026
Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026
News

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026

19 Juni 2026
Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas
News

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

17 Juni 2026
Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code
News

Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

17 Juni 2026
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram
News

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

14 Juni 2026
DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul
News

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

12 Juni 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

19 Juni 2026
Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026

19 Juni 2026
Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

17 Juni 2026
Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

17 Juni 2026
BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

19 Juni 2026
Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026

19 Juni 2026
Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

17 Juni 2026
Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

17 Juni 2026
Penyelenggaraan workshop Penyusunan dan Evaluasi SOP serta Penyusunan Standar Pelayanan FISIP UPN Veteran Yogyakarta. (Foto : Dokumentasi FISIP UPN Veteran Yogyakarta)

Pimpinan FISIP UPN Veteran Yogyakarta Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan

16 Juni 2026
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

14 Juni 2026