Minggu, 26 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Diskusi Forum Wartawan Kebangsaan: Saatnya Pemerintah Prabowo Membenahi Dunia Pendidikan

admin by admin
17 Oktober 2025
in News
0
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Pemerintah pimpinan Presiden Prabowo Subianto sudah saatnya memperhatikan perbaikan dunia pendidikan dari berbagai sisi secara komprehensif.

Pendidikan merupakan sektor penting yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam mencerdaskan keluarga. Pemerintah sekarang saatnya memperbaiki dunia pendidikan supaya para pendidik juga punya wibawa.

“Apa yang terjadi kalau guru tidak lagi tidak punya wibawa, dan tidak dipercaya oleh murid-muridnya. Ini masalah besar,” kata salah seorang pendiri Forum Wartawan Kebangsaan (FWK), Hendry Ch. Bangun dalam diskusi mingguan FWK, Jumat sore (17/10/2025) di kantor media VOI, Jakarta Pusat.

Hasil diskusi yang dipimpin Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane, mendesak agar pemerintah pimpinan Prabowo Subianto melakukan perbaikan dunia pendidikan secara menyeluruh.

Alarm sebagai tanda peringatan kerusakan dunia pendidikan sudah berbunyi di mana-mana. Terakhir mogoknya peserta didik berjumlah 630 pelajar SMAN 1 Cimarga, Lebak, Provinsi Banten.

Pemogokan kabarnya dipucu oleh guru yang menempeleng seorang siswa yang merokok di sekolah tersebut. Hingga Rabu (15/10/2025), menurut pihak sekolah, semua peserta didik sudah kembali belajar.

Diskusi mingguan FWK ini seperti biasanya dihadiri wartawan senior. Turut hadir wartawan senior peduli kebangsaan selain Hendry Ch. Bangun, antara lain M. Iqbal Irsyad, Berman Nainggolan L. Radja, Dr Budi Nugraha, Herwan Pebriansyah, M. Herry Sinamarata, dan AR Loebis.

“Alarm sudah berbunyi, sebagai tanda pemerintah harus bangkit secara sungguh-sungguh memperbaiki dunia pendidikan,” kata Hendry dalam diskusi tersebut.

“Apa yang terjadi kalau guru-guru juga mogok, murid mogok di mana-mana. Di sini pemerintah yang berwenang harus melakukan pemeriksaan yang menyeluruh. Mana yang kurang tepat harus diperbaiki,” tambah Hendry.

Sementara Raja Parlindungan Pane menambahkan, cara kerja guru juga harus dilihat kembali, apakah sudah benar cara mengajar, apa sudah sesuai cara memberi hukuman pada anak didik? “Ini semua perlu dilihat,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh AR Loebis, wartawan senior yang turut hadir dalam diskusi. Menurut Loebis, apa yang dirasakan oleh peserta didik harus didengar oleh pemerintah untuk memperbaiki proses belajar-mengajar yang belakangan ini sering menimbulkan konflik antara guru dan murid.

Menurut M. Iqbal Irsyad, Pemimpin Redaksi VOI yang berasal dari keluarga pendidik, guru yang baik, tentu tahu bagaimana mengajar yang baik.

Guru yang berpendidikan guru pasti punya kompetensi untuk mengajar dan mendidik. Mereka bahkan tahu bagaimanan menanamkan karakter baik pada anak didik. Mereka sudah dibekali ilmu pedagogy. “Masalahnya bagaimana guru-guru yang tidak dibekali ilmu pendidikan. Ini yang perlu dilihat juga,” tutur Iqbal.

Tidak kalah penting, kata Nasir mantan Harian Kompas, ikut memberikan masukan, para orangtua pelajar juga harus turut memberikan bimbingan pada anak-anak-anaknya, agar patuh pada guru, dan melaksanakan tugas-tugas sekolah yang diberikan oleh guru.

Konflik guru-murid belakangan ini adalah contoh yang buruk. Beberapa di antaranyq, seorang guru di Pekanbaru, Riau, menjadi korban penganiayaan oleh siswa yang tidak terima dengan nilai yang diberikan.

Kemudian seorang guru di Bandung, Jawa Barat, dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan tindakan asusila terhadap siswanya. Namun, penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa tuduhan tersebut tidak terbukti.

Lalu, seorang siswa di Jakarta terlibat dalam perkelahian dengan gurunya di sekolah. Kejadian tersebut terekam video dan viral di media sosial. (Rls)

Tags: FWKKoranmerapi.idPresiden Prabowo SubiantoRaja Parlindungan Pane

Related Posts

Perkuat Legalisasi dan Ekspansi Usaha, Koperasi Jasa Pena Kencana Mulia PWI DIY Gelar RAT Tutup Buku 2025
News

Perkuat Legalisasi dan Ekspansi Usaha, Koperasi Jasa Pena Kencana Mulia PWI DIY Gelar RAT Tutup Buku 2025

25 Juli 2026
DePA-RI dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Tandatangani Nota Kesepahaman Pendidikan Khusus Profesi Advokat
News

DePA-RI dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Tandatangani Nota Kesepahaman Pendidikan Khusus Profesi Advokat

25 Juli 2026
Peringati Hari Sungai Nasional: Wali Kota Yogyakarta Siapkan Arung Jeram Pemula dan Code Night Safari di Kali Code
News

Peringati Hari Sungai Nasional: Wali Kota Yogyakarta Siapkan Arung Jeram Pemula dan Code Night Safari di Kali Code

24 Juli 2026
Wali Kota Yogya Ajak Mahasiswa Asah Soft Skill dan Terjun Bersihkan Kali Code
News

Wali Kota Yogya Ajak Mahasiswa Asah Soft Skill dan Terjun Bersihkan Kali Code

24 Juli 2026
Bupati Gunungkidul Ajak Siswa SMK Negeri 1 Nglipar Perangi Narkoba dan Judi Online Demi Masa Depan
News

Bupati Gunungkidul Ajak Siswa SMK Negeri 1 Nglipar Perangi Narkoba dan Judi Online Demi Masa Depan

24 Juli 2026
Bupati Gunungkidul Serahkan SK Alih Tugas 96 Guru, Upaya Perkuat Kualitas Pendidikan Melalui Program “Bocah Pinter”
News

Bupati Gunungkidul Serahkan SK Alih Tugas 96 Guru, Upaya Perkuat Kualitas Pendidikan Melalui Program “Bocah Pinter”

24 Juli 2026