KORAN MERAPI — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Forum Komunikasi Komunitas Informasi Masyarakat (FK KIM) DIY di Aula PKK DIY, Rabu (16/9/2026). Pelatihan ini bertujuan mempertajam kemampuan public speaking serta kreativitas pembuatan konten seluruh anggota KIM.
Dosen Manajemen Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS), Brian Gregory Adhihendra, menegaskan pentingnya public speaking untuk membagikan gagasan sekaligus memengaruhi masyarakat secara positif. Menurutnya, penyampaian informasi publik membutuhkan narasi yang jelas agar tidak memicu bias.
“Semua tentang mindset. Kenali lokasi dan practice makes perfect,” ujar Brian. Ia menyarankan penggunaan teknik storytelling, humor, data, dan interaksi audiens, dengan tetap memegang prinsip clarity, brevity, serta engagement.
Di sisi lain, Founder dan CEO Pandangan Jogja, Eko Sugiarto Putro, mengajak anggota KIM lebih peka mengolah potensi cerita lokal. Konten menarik tidak harus berangkat dari peristiwa besar, melainkan dari nilai-nilai kemanusiaan di sekitar lingkungan harian.
“Masalahnya bukan tidak punya konten. Kita sering merasa kehidupan di sekitar kita tidak menarik, padahal bahan konten ada di mana-mana. Jangan ceritakan acaranya, ceritakan orangnya,” jelas Eko. Ia menekankan bahwa gawai sederhana sudah cukup untuk merangkai cerita berbobot melalui rasa penasaran dan pertanyaan mendasar.
Melalui agenda penguatan kapasitas ini, KIM DIY diharapkan mampu menyajikan informasi publik secara komunikatif, kreatif, dan relevan bagi masyarakat luas. (Rls)



















