KORAN MERAPI – Agenda memperingati 15 tahun peristiwa Lahar Dingin Gunung Merapi 2010, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama komunitas Pemerti Kali Code menyelenggarakan kegiatan reflektif dan edukatif bertema “Elinging Lahar, Karsaning Karya: Mengenang 15 Tahun Lahar Dingin, Merangkai Karya untuk Sungai Lestari”. Acara ini sekaligus menjadi penutupan Program Kerja PKM-PM (Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat UNY) yang telah berlangsung selama tiga bulan di Sekolah Sungai Code.
Kegiatan yang digelar di Ruang Sidang 3 Fakultas MIPA UNY, Jumat (31/10/2015) ini dihadiri oleh berbagai unsur akademisi, komunitas, dan instansi terkait, di antaranya Dr. Iis Prasetyo, M.M. (Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNY), Dr. Ali Mahmudi, M.Pd. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA UNY), Pemerti Kali Code, BBWS Serayu Opak, Pusdalops DIY, Dispetaru DIY, DLH Kota Yogyakarta, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, MPP Jetis, Lurah Cokrodiningratan, Bank Sampah Bumi Lestari, Kebun Sayur Teras Hijau, serta tim PKM-PM UNY (Hasna dkk) bersama dosen pendamping Heru Sukoco, M.Pd.
Sementara itu dalam sambutannya, Dr. Iis Prasetyo, M.M. menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan pembelajaran dari peristiwa tragis lahar dingin Merapi tahun 2010.
“Saat Merapi meletus pada 2010, terjadi letusan wedhus gembel yang memicu aliran lahar dingin hingga meluap di Kali Code. Kejadian itu menimbulkan banjir besar dan kerugian yang tidak sedikit. Karenanya, penting bagi kita untuk memperkuat mitigasi bencana bagi warga bantaran Kali Code,” ujarnya.

Sementara itu, Drs. Totok Pratopo, pegiat Pemerti Kali Code, turut memberikan penjelasan rinci mengenai dampak banjir lahar dingin kala itu.
“Pada tahun 2010, Kali Code penuh dengan material pasir dan lahar dingin dari Merapi. Kondisi ini menyebabkan banjir besar yang merusak pemukiman serta menimbulkan kerugian materiil dalam jumlah besar. Dari pengalaman itu, kita belajar pentingnya kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan akademisi dalam menjaga sungai dan kesiapsiagaan bencana,” ungkapnya.
Forum sarasehan ini menjadi bagian dari acara, para peserta dan tamu undangan menyatakan komitmen bersama untuk mendukung kegiatan Pemerti Kali Code dalam melestarikan ekosistem sungai serta memperkuat kelembagaan Sekolah Sungai.
Sebagai langkah nyata keberlanjutan, dilaksanakan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerti Kali Code dan Fakultas MIPA UNY. Kerja sama ini menitikberatkan pada program digitalisasi data Sungai Code serta penguatan kapasitas kelembagaan Sekolah Sungai sebagai pusat edukasi mitigasi bencana dan konservasi lingkungan.
Harris Syarif Usman, S.H., M.Kn., pengelola Sekolah Bencana Code, menegaskan pentingnya mitigasi di wilayah bantaran Kali Code yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
“Mitigasi bencana di Kali Code adalah investasi penting untuk menciptakan masyarakat yang tangguh. Tujuannya bukan hanya mengurangi kerugian ekonomi dan material, tetapi yang utama adalah melindungi nyawa manusia,” jelasnya.
Harris juga menekankan perlunya peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat melalui sosialisasi, pelatihan kebencanaan, serta pemberdayaan warga agar mampu merespons cepat sebelum bantuan datang.
“Selain kesiapsiagaan, mitigasi juga bagian dari konservasi lingkungan seperti penghijauan dan reresik sungai. Upaya ini menjaga keseimbangan alam sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan,” tambahnya.
Kegiatan “Elinging Lahar, Karsaning Karya” ini menjadi momentum penting bagi UNY dan Pemerti Kali Code untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun Jogja yang tangguh, sadar risiko, dan berkelanjutan. Melalui sinergi akademisi, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan semangat gotong royong dalam mitigasi bencana dan pelestarian sungai terus tumbuh sebagai warisan bagi generasi mendatang. (Rls)



















