KORAN MERAPI – Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Siwo PWI DIY) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2025 di Loman Park Hotel Yogyakarta pada 10 Desember 2025. Mengusung tema “Menjaga Marwah Wartawan Olahraga di Tengah Arus Informasi yang Cepat”, forum tersebut menjadi momentum penting bagi Siwo DIY untuk menyusun program kerja yang lebih terukur, produktif, dan berdaya guna.
“Ada delapan (8) rencana kerja yang jadi prioritas di tahun mendatang. Untuk jangka pendek seperti Pengukuhan Pengurus Siwo DIY Masa Bakti 2025-2030. Kemudian Rakernas Siwo di Banten dan menuntaskan pembentukan Siwo Kabupaten/Kota,” ujar Ketua Siwo PWI DIY Drs. Widyo Suprayogi saat memberikan keterangan seusai kegiatan.
Kemudian untuk jangka menengah di antaranya persiapan menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Tahun 2027, pelaksanaan Siwo Award, dan penyelenggaraan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) 2027, yang direncanakan akan digelar enam (6) bulan sebelum Porwanas. Sedangkan untuk jangka panjang yakni persiapan Porwanas Tahun 2030 dan Suksesi Pengurus Siwo PWI DIY Masa Bakti 2030-2035.
“Melalui Rakerda ini saya juga ingin memastikan, yang pertama bahwa Siwo (DIY) ini solid, kompak, dan tetap dalam satu garis kebijakan organisasi. Kedua bahwa Siwo itu rumah besar bagi para wartawan olahraga yang memiliki misi sama, yakni bagaimana memajukan olahraga di daerah, termasuk di DIY,” jelas Ketua PWI DIY Drs. H. Hudono, S.H.
Ketiga, lanjut dia, Siwo DIY juga didorong untuk dapat menghadirkan jurnalisme yang sehat dan bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Hudono juga mengingatkan Siwo Kabupaten/Kota bahwa Siwo itu merupakan satu garis komando, satu arah gerakan, dan satu kebijakan yang termaktub dalam Peraturan Dasar / Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI. Artinya Siwo Kabupaten/Kota dan Siwo DIY diharapkan dapat saling berkoordinasi dan bekerja sama satu sama lain, lebih kompak dan solid, serta tidak terkesan berjalan sendiri-sendiri. Sama halnya Siwo DIY dengan Siwo Pusat yang harus berjalan selaras.
“Ada dua (2) hal di KONI DIY yang dipakai sebagai tolak ukur cabang olahraga / badan fungsional dikatakan aktif atau tidak. Yang pertama dari sisi organisasi setiap tahunnya minimal satu (1) kali harus melaksanakan rakerda. Yang kedua minimal 1 kali dalam setahun harus melaksanakan kejuaraan daerah (kejurda), kegiatan ini bisa menjadi salah satu ajang seleksi menuju Porwanas,” kata Wakil Ketua Umum (WKU) II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY Nolik Maryono, B.Sc.
Dirinya juga menekankan pentingnya sinergi antara Siwo Kabupaten/Kota dengan KONI di masing-masing daerah maupun KONI DIY. Menurutnya, kolaborasi tersebut sangatlah diperlukan terutama dalam hal memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat terkait perkembangan olahraga prestasi maupun kendala yang ada di DIY.
“Jadikan Rakerda hari ini sebagai momentum untuk menyusun program kerja yang lebih efisien dan produktif serta menghasilkan keputusan strategis bagi pembangunan Siwo DIY,” imbuh dia.
Turut hadir dalam kegiatan Ketua Dewan Kehormatan PWI DIY Anton Wahyu Prihartono dan Anggota Octo Lampito. Pengurus Harian PWI DIY, perwakilan Siwo Kabupaten Sleman, Siwo Kota Yogyakarta, Kelompok Kerja (Pokja) Kabupaten Kulon Progo, hingga Pengurus Siwo PWI DIY. (Rls)



















