KORAN MERAPI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman terus memperkuat implementasi program Calon Pengantin Peduli Lingkungan (Caping). Program inovatif ini merupakan langkah nyata dalam mendukung penguatan ekoteologi yang menjadi salah satu poin dalam program prioritas Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia.
Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Depok Sleman, Sunhaji, menegaskan bahwa melalui program ini, nilai-nilai spiritualitas tidak hanya berhenti pada ibadah ritual, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan menjaga alam.
“Melalui pendekatan Caping, calon pengantin tidak hanya memperoleh pembekalan membangun keluarga sakinah, tetapi juga didorong memiliki tanggung jawab sosial terhadap kelestarian lingkungan,” ungkap Sunhaji saat ditemui di Kantor KUA Depok, Rabu siang (8/4).
Program Caping mengintegrasikan layanan bimbingan perkawinan (Binwin) dengan aksi nyata pelestarian alam. Beberapa poin utama dalam pelaksanaan program ini meliputi; Edukasi Ekoteologi, dimana memberikan pemahaman bahwa menjaga alam adalah bagian dari tanggung jawab iman, kemudian Wakaf Bibit Tanaman, para calon pengantin diajak berkontribusi secara sukarela melalui wakaf bibit pohon/tanaman, selanjutnya Jejaring Kolaborasi, pengadaan bibit yang terkumpul didistribusikan kepada pihak yang membutuhkan atau ditanam di lahan kritis untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
Sunhaji menambahkan bahwa penguatan ekoteologi merupakan fokus kebijakan pusat untuk membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat. Kemenag Sleman menerjemahkan kebijakan tersebut menjadi aksi konkret yang menyentuh langsung unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.
“Kami ingin nilai-nilai kepedulian lingkungan ini tumbuh sejak awal rumah tangga dibentuk. Keluarga yang harmonis seharusnya juga selaras dengan alam sekitarnya,” tambahnya.
Untuk menjangkau partisipasi yang lebih luas, Kemenag Sleman gencar melakukan sosialisasi, yaitu melalui kegiatan bimbingan tatap muka di setiap KUA, publikasi kreatif melalui kanal media sosial resmi dan endekatan persuasif oleh para penyuluh agama di lapangan.
Dengan penguatan program Caping, Kemenag Sleman berkomitmen menghadirkan layanan publik yang tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga memberikan manfaat ekologis jangka panjang bagi Bumi Sembada. (Rls)



















