KORAN MERAPI – Nuansa budaya yang adiluhung menyelimuti Ruang VIP Museum Benteng Vredeburg, Jl. Margomulyo, Yogyakarta, pada Jumat (22/5/2026). Menjadi salah satu agenda budaya penting tahun ini, upacara pembukaan pameran batik tulis karya R Jatinurcahyo, ST, MM resmi dibuka. Pameran bertajuk “Harmoni Tradisi dan Alam” ini merupakan buah karya Jatinurcahyo sebagai penerima Dana Indonesiana 2025 untuk kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif.
Dalam pembukaan tersebut, GKBRAA Paku Alam melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kurator Pameran, Dr. KRMT Hajar Pamadhi, MA (Hons), menegaskan bahwa batik bukan sekadar selembar kain biasa.
“Batik adalah manifestasi nilai, filosofi, dan perjalanan panjang peradaban bangsa. Motif-motif larangan dari Keraton Yogyakarta mengandung ajaran tentang kepemimpinan, keseimbangan hidup, serta kebijaksanaan dalam bertindak. Demikian pula motif-motif sakral dari Bali yang sarat makna spiritual, menggambarkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta,” urai Gusti Putri dalam sambutan tertulisnya.
Lebih lanjut, GKBRAA Paku Alam berharap agar kegiatan eksibisi seperti ini terus dikembangkan ke depan. Bukan hanya sebagai ruang apresiasi estetika, melainkan juga sebagai media edukasi, wadah dialog budaya, serta sarana penguatan identitas bangsa.

“Kolaborasi antara tradisi dan inovasi menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan budaya di tengah dinamika zaman,” pesan Gusti Putri menutup sambutannya.
Pameran yang berlangsung selama tiga hari ini berlokasi di Gedung D Museum Benteng Vredeburg. Prosesi pembukaan pameran ditandai secara simbolis dengan pemotongan buntal yang dilakukan bersama oleh Dr. Diah Puspitasari, M.Kom (Ketua Panitia Pameran), R Jatinurcahyo, ST, MM (Penerima Dana Indonesiana 2025) dan Ery Sustiadi, ST, MA (Kepala Museum Negeri Sonobudoyo)
Setelah prosesi pengguntingan buntal, para tamu undangan langsung diarahkan untuk melakukan peninjauan karya di ruang pameran dengan dipandu langsung oleh Kurator Dr. KRMT Hajar Pamadhi, MA (Hons).
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh deretan pejabat, tokoh pariwisata, serta pakar batik Yogyakarta, di antaranya Dr. Antun Susanto, SE, MTI (Kepala BLSDMP Komdigi DIY) Tazbir Abdullah, SH, MHum (Tokoh Pariwisata DIY), Ki R Bambang Widodo, SPd, MPd. (Anggota Dewan Penasehat PWI DIY), V Agus Sulistyo, SPd, MA (Kepala Museum Benteng Vredeburg) dan Hani Winotosastro (Pakar Batik Yogyakarta).
Pameran ini menjadi bukti nyata bagaimana dana stimulan kebudayaan seperti Dana Indonesiana mampu melahirkan karya kreatif inovatif yang tetap berpijak erat pada akar tradisi Nusantara sekaligus menjaga keselarasan dengan alam. (Rls)



















