KORAN MERAPI – Suasana khidmat sekaligus ceria mewarnai perjalanan keluarga besar Majelis Taklim Al-Hidayah RW 2 Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. Sebanyak 53 anggota majelis melaksanakan agenda Syawalan tahun 1447 H dengan konsep unik, yakni melangsungkan prosesi inti di dalam bus pariwisata dalam perjalanan menuju Objek Wisata Edukasi Religi (OWER) Qolbu, Boyolali, Sabtu (11/4/26).

Mengusung tema “Seneng Bareng-bareng dan Tetap Langgeng”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ikatan persaudaraan antaranggota sekaligus menambah wawasan keagamaan melalui simulasi ibadah haji dan umrah.
Meski dilakukan di tengah perjalanan, agenda syawalan tetap berjalan khusyuk. Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Asmaul Husna dan Sholawat Nabi secara berjamaah, dilanjutkan dengan ikrar Syawalan sebagai simbol saling memaafkan antar pengurus dan anggota.
Tausiah inti disampaikan oleh Ustadz Joko Sugiharto. Dalam ceramahnya yang menyitir QS. Ali Imran ayat 133, ia menekankan pentingnya menyegerakan ampunan.
“Orang beriman harus segera mohon ampunan ketika berbuat salah, baik kepada Allah SWT maupun sesama. Tidak perlu menunggu bulan Syawal; begitu sadar khilaf, langsung beristighfar dan meminta maaf,” pesan Ustadz Joko.
Ia juga membagikan tiga kunci utama agar umat Muslim tetap istiqamah dalam menjalankan perintah Allah SWT, yaitu: Doa, merujuk QS. Al-Mu’min ayat 60, doa adalah senjata orang mukmin yang harus dipanjatkan baik dalam kondisi susah maupun senang.

Ikhtiar, usaha yang sungguh-sungguh dan ikhlas untuk mencapai tujuan, dan terakhir adalah Tawakal, berserah diri sepenuhnya kepada kehendak Allah SWT setelah usaha dan doa maksimal dilakukan.
Sebelum sampai ke tujuan utama, rombongan menyempatkan diri bersimpuh di Masjid Agung Al Aqsha Klaten untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Perjalanan spiritual ini kemudian memuncak di OWER Qolbu Boyolali.
Setibanya di Wisata Religi Qolbu Boyolali, peserta langsung dipandu oleh Ustadz Joko Sugiharto untuk melaksanakan manasik haji dan umrah di miniatur Ka’bah. Edukasi ini memberikan pengalaman visual dan spiritual bagi para anggota majelis.
Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan sesi rekreasi dan berbagai permainan seru di kawasan Wisata Waduk Cengklik, Boyolali. Keceriaan peserta semakin lengkap dengan hiburan karaoke selama perjalanan pulang-pergi yang menambah suasana akrab sesuai tema “Seneng Bareng-bareng dan Tetap Langgeng”.

Ketua Majelis Taklim Al-Hidayah, Hj. Etik Astuti, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kesuksesan acara ini. “Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah antusias bergabung, serta kepada panitia yang telah bekerja keras. Apresiasi khusus untuk Ustadz Joko atas ilmu dan bimbingan manasiknya. Semoga semangat kebersamaan ini tetap langgeng ke depannya,” ujar Hj. Etik Astuti.
Syawalan tahun ini menjadi bukti bahwa jarak dan tempat bukanlah penghalang untuk menyambung silaturahmi. Di atas bus itulah, Majelis Al-Hidayah membuktikan bahwa beribadah dan berbahagia bisa dilakukan dalam satu tarikan napas. (Ags)



















