KORAN MERAPI – Sore menjelang malam di kawasan Perum Sidoarum, Godean, Sleman, Selasa (23/6/2026) terasa hangat saat Yoganita Wahyu Artanti mulai berkisah. Di pusat produksi Mahioka, perempuan enerjik ini mengenang kembali rekam jejak panjang usahanya yang telah bertahan belasan tahun. Sebuah perjalanan bisnis yang dibangun dengan ketekunan, hingga kini sukses menembus pasar modern.
“Intinya, sejak tahun 2011 brand Mahioka itu sudah ada dan mulai meniti jalan,” kenang Yoganita membuka perbincangan hangat dengan Koranmerapi.id
Lebih dari sedekade lalu, Mahioka Frozen mengawali langkahnya dengan fokus yang sangat spesifik,yaitu memproduksi dan memasok singkong frozen berkualitas. Alih-alih menyasar pasar sembarangan, sejak awal berdiri Mahioka langsung membidik standar tinggi. Produk singkong bekunya dipercaya menyuplai berbagai hotel berbintang, kafe, hingga jaringan reseller di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Komitmen menjaga kualitas produk, konsistensi rasa, dan ketepatan pelayanan menjadi modal utama Yoganita. Tak heran jika perlahan namun pasti, nama Mahioka tumbuh menjadi mitra penyedia makanan beku yang sangat tepercaya di mata para pelaku industri kuliner dan perhotelan.
Ujian terberat sekaligus peluang emas datang saat pandemi Covid-19 menghantam dunia beberapa tahun lalu. Sektor perhotelan dan kafe yang menjadi pilar utama pasar Mahioka sempat lesu. Namun, Yoganita tidak tinggal diam. Ia jeli melihat adanya pergeseran kebutuhan pasar, di mana masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan membutuhkan stok pangan yang praktis namun tetap lezat.
Mahioka Frozen langsung tancap gas melakukan diversifikasi produk. Tidak lagi hanya mengandalkan singkong, Yoganita meluncurkan berbagai varian frozen food baru yang akrab di lidah masyarakat, antara lain Cireng, Tahu Aci, Cheese Roll dan Lumpia Pisang Coklat.

Langkah inovatif ini terbukti ampuh. Diversifikasi tersebut tidak hanya menjadi sekoci penyelamat yang membantu perusahaan bertahan di tengah hantaman badai ekonomi pandemi, tetapi justru menjadi batu loncatan untuk berkembang jauh lebih besar.
Kini, seiring berjalannya waktu, kepercayaan pelanggan terhadap Mahioka Frozen justru semakin berlipat ganda. Sayap distribusi Mahioka tidak lagi terbatas pada hotel dan kafe. Produk-produk higienis dan praktis buatan Sidoarum Godean Sleman ini telah sukses memperluas jaringan ke berbagai supermarket besar di Yogyakarta, toko sayur modern, tanpa meninggalkan akar mereka di pasar-pasar tradisional.
“Kami menghadirkan produk yang berkualitas, higienis, dan memiliki cita rasa yang dicintai masyarakat tetap menjadi harga mati bagi Mahioka. Semangat inovasi ini terus menyala”, kata Yoganita.
Di balik ketangguhan Mahioka, ada motivasi dan energi luar biasa yang mendampingi langkah Yoganita. Kehadiran putri semata wayangnya, Firdausya Dewi Fatihah, menjadi bahan bakar semangat tersendiri. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswi yang tengah menempuh studi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Fakultas Fisipol Jurusan PSDK, yang sekarang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini.
Firdausya juga ikut mendampingi sang ibu dan menunjukkan semangat yang tinggi dalam membesarkan bisnis Mahioka. Kolaborasi antara pengalaman sang ibu dan semangat muda sang anak menjadi kombinasi apik yang membuat Mahioka Frozen siap untuk terus tumbuh, berinovasi, dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pelaku usaha frozen food paling terpercaya di Bumi Sembada dan Yogyakarta. (Ags)




















