KORAN MERAPI – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) alih tugas bagi 96 guru yang sebelumnya diperbantukan di sekolah swasta (Guru DPK) untuk kini bertugas di sekolah negeri. Acara yang berlangsung di Ruang Handayani, Kantor Setda Kabupaten Gunungkidul, Jumat (24/7/2026) ini, dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati dalam laporannya menyampaikan bahwa pengalihan tugas ini dilakukan karena adanya perubahan aturan serta untuk memenuhi kebutuhan guru di sekolah negeri. Dari total 96 guru TK DPK tersebut, sebanyak 17 guru ditempatkan di jenjang TK Negeri dan 79 guru ditempatkan di SD Negeri.
“Meskipun SK Bupati ini berlaku Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juni 2026, para guru tersebut sebenarnya telah melaksanakan tugas di tempat baru sejak 1 April 2026 berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) dari Kepala Dinas Pendidikan.” ungkap Kepala Dinas Pendidikan.

Dalam laporannya, Nunuk Setyowati memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang telah beradaptasi dengan cepat. Ia menyebut para guru TK yang pindah ke jenjang SD telah membawa “virus kebaikan” berupa budaya kebersihan dan kerapihan yang selama ini menjadi ciri khas di jenjang TK. Kehadiran mereka dilaporkan membuat suasana kelas menjadi lebih bersih dan asri, bahkan memotivasi guru-guru lain di sekolah tujuan untuk meningkatkan standar kebersihan lingkungan mereka.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam arahannya menekankan bahwa langkah alih tugas ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian dari komitmen pemerintah untuk menyelesaikan disparitas data jabatan dan mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan guru.
Program ini secara strategis mendukung visi “Bocah Pinter”, sebuah inisiatif Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan merata. Bupati juga menyinggung program “Geni Seko Gunung” (Gerakan Berani Sekolah Gunungkidul) yang bertujuan membantu anak-anak putus sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan melalui beasiswa maupun program kejar paket.

Bupati mengajak seluruh guru untuk mengimplementasikan budaya pemerintahan “SATRIYA” sesuai arahan Gubernur DIY, yang mencakup nilai-nilai keteladanan, rela melayani, inovatif, dan profesional. Bupati mengingatkan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono dan trilogi kepemimpinan Ki Hajar Dewantara: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.
“Guru adalah sosok yang membentuk karakter dan membuka jalan bagi masa depan anak-anak Gunung Kidul. Di tangan Bapak dan Ibu sekalian, masa depan daerah ini dipertaruhkan,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Acara ditutup dengan penyerahan SK secara simbolis kepada perwakilan guru dari jenjang TK dan SD, didampingi oleh Sekretaris Daerah Sri Suhartanta dan pejabat terkait lainnya. Dengan adanya penempatan baru ini, diharapkan kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul akan semakin meningkat dan merata di seluruh wilayah. (Rls)



















