KORAN MERAPI – Seorang balita, Zayn Suprapto (4) warga Gemawang RT 2/RW 43, Kelurahan Sinduadi, Mlati, Sleman ditemukan tewas di aliran Kali Code Gemawang Mlati Sleman, Senin (11/3/2024) petang.
Korban sudah dilaporkan hilang pada Minggu (10/3) petang saat bermain di sekitar Selokan Mataram dekat rumahnya dan Tim SAR melakukan penyisiran sepanjang malam.
Kabar ditemukannya korban diunggah di akun instagram Merapi Uncover. “Update anak kecil yang hilang di Monjali, ternyata beneran tenggelam di aliran selokan Mataram. Tapi ketemunya di aliran sungai code Gemawang dalam keadaan MD (meninggal dunia),” bunyi caption di unggahan itu.
Dalam unggahan tersebut ditampilkan video proses evakuasi oleh anggota SAR dari sungai. Tubuh korban pun dimasukkan dalam kantong jenazah.
Proses pencarian korban diunggah dalam akun instagram Basarnas Yogya. “Operasi SAR kondisi membahayakan manusia 1 orang anak tenggelam di Selokan Mataram tepatnya Sinduadi Mlati Sleman,” ujar pernyataan resmi Basarnas.
Menurut keterangan, tubuh korban ditemukan dalam posisi mengapung oleh warga di Dam Gajah Ulo pada, Senin (11/3) sore sekira pukul 15.10 WIB. Temuan itu lalu dilaporkan ke tim SAR gabungan yang sedang melakukan operasi pencarian.
“Jarak penemuan korban kurang lebih Sekitar 550 meter dari lokasi kejadian,” kata Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, saat dikonfirmasi.
Dijelaskan, operasi pencarian telah dilakukan semenjak korban dilaporkan hilang sejak Minggu (10/3) sore. Karena tidak ditemukan, pencarian kembali dilakukan Senin kemarin dilakukan dengan membagi petugas dalam beberapa regu.
Masing-masing regu melakukan penyisiran di area yang telah dipetakan. Upaya pencarian juga melibatkan drone thermal dan net. Hasilnya, petugas berhasil menemukan korban mengapung di Dam Gajah Ulo pada Senin sore.
Sebelum dilaporkan hilang, korban awalnya pada Minggu (10/3) keluar dari rumah saat ayah bekerja dan sang Ibu sedang berbelanja di warung.
Pihak keluarga kemudian berusaha mencari korban karena biasanya korban hanya bermain di Pos Ronda Rusunawa Gemawang. Namun pihak keluarga tidak menemukan korban di pos ronda tempat biasanya bermain.
Saat pihak keluarga mencari korban, ternyata ada warga yang melihat kalau korban sudah berjalan hingga di depan Gapura Gemawang. Saat itu korban sudah diperingatkan oleh warga yang hendak memancing.
Kemudian sepedanya sudah di tengah jalan dan sandalnya berada di bibir selokan. “Setelah dicari tidak ketemu, warga akhirnya melaporkan kejadian itu kepada pihak-pihak terkait termasuk diteruskan ke Basarnas Yogya untuk dilakukan pencarian,” tandasnya. (Shn)




















