KORANMERAPI.ID – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin mengubah cara masyarakat menggunakan perangkat komputer. Teknologi AI tidak lagi hanya hadir melalui layanan berbasis cloud, tetapi mulai terintegrasi langsung ke dalam perangkat PC dan laptop untuk mendukung produktivitas, kreativitas hingga hiburan.
Melihat tren tersebut, AMD terus memperluas inovasi pada jajaran prosesor AMD Ryzen™ AI dan AMD Ryzen™ AI Max Series. Teknologi tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman komputasi berbasis AI yang lebih responsif sekaligus efisien, termasuk bagi pengguna yang membutuhkan mobilitas tinggi.
Hal itu disampaikan AMD dalam kegiatan Media Briefing AMD di Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, AMD memberikan edukasi mengenai perkembangan AI, manfaat pemrosesan AI secara lokal di perangkat, serta berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan pengguna melalui perangkat bertenaga prosesor Ryzen AI.
Perkembangan AI sendiri dinilai tidak hanya mengubah perangkat lunak, tetapi juga mendorong perubahan pada arsitektur hardware. Pengguna PC kini membutuhkan perangkat yang mampu menangani berbagai kebutuhan, mulai dari pekerjaan profesional, pembuatan konten, gaming, kolaborasi video hingga aktivitas sehari-hari.
AMD mengembangkan Ryzen AI dengan menggabungkan kemampuan CPU, GPU dan NPU dalam satu platform. Kehadiran NPU memungkinkan sejumlah beban kerja AI diproses secara khusus tanpa harus sepenuhnya membebani CPU maupun GPU.
Consumer Business Development Manager AMD Indonesia Armawati Cen mengatakan, masa depan PC bukan sekadar menghadirkan fitur AI, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan.
“Masa depan PC bukan lagi sekadar menghadirkan AI, tetapi membuat PC mampu menjalankan AI secara lebih powerful dan membantu pengguna menyelesaikan lebih banyak pekerjaan,” ujar Armawati.
Menurut dia, pemilihan perangkat berbasis AI juga tidak lagi hanya berkaitan dengan spesifikasi, tetapi bagaimana AI terintegrasi dengan perangkat dan memberikan pengalaman komputasi yang dapat dirasakan dalam penggunaan sehari-hari.
Ryzen AI Dorong Pemrosesan AI Secara Lokal
Salah satu perkembangan penting pada prosesor Ryzen AI adalah kemampuan menjalankan sejumlah beban kerja AI secara lokal atau on-device.
Dengan pemrosesan tersebut, aktivitas AI tertentu dapat dilakukan langsung di perangkat tanpa selalu bergantung pada server cloud. Hal ini dapat memberikan pengalaman yang lebih responsif sekaligus membuka peluang pemanfaatan AI ketika perangkat tidak terus-menerus terhubung ke layanan berbasis cloud.
Teknologi ini juga memungkinkan CPU dan GPU tetap fokus menangani tugas komputasi lainnya ketika beban kerja AI diproses melalui NPU.
Bagi pengguna, pemanfaatannya dapat mencakup berbagai aktivitas seperti kolaborasi video, pembuatan konten, produktivitas, gaming hingga sejumlah fitur keamanan berbasis AI.
AMD Ryzen AI 400 Series Hadir untuk PC Copilot+
AMD juga memperkenalkan AMD Ryzen™ AI 400 Series yang ditujukan untuk perangkat PC Copilot+.
Prosesor ini dibangun menggunakan arsitektur AMD “Zen 5” dan didukung NPU berbasis arsitektur AMD XDNA™ 2 generasi kedua. Ryzen AI 400 Series menawarkan kemampuan komputasi AI hingga 60 TOPS pada NPU, melampaui persyaratan kemampuan NPU untuk PC Copilot+.
Kehadiran Ryzen AI 400 Series ditujukan untuk menghadirkan kemampuan AI pada perangkat dengan desain yang tetap mengedepankan mobilitas dan efisiensi daya.
AMD juga mengumumkan dukungan software ROCm™ 7.2 untuk seluruh prosesor Ryzen AI 400 Series. Selain itu, terdapat bundel fitur AI baru untuk AMD Software: Adrenalin™ Edition.
Dukungan tersebut ditujukan untuk mempermudah pengguna maupun pengembang dalam mengadopsi, mengembangkan dan menjalankan berbagai aplikasi berbasis AI.
Ryzen AI Max+ 392 dan Ryzen AI Max+ 388 untuk Beban Kerja Berat
Selain Ryzen AI 400 Series, AMD memperluas portofolio Ryzen™ AI Max+ Series melalui Ryzen AI Max+ 392 dan Ryzen AI Max+ 388.
Keduanya dirancang untuk perangkat seperti laptop ultra-tipis premium, workstation serta mini PC berukuran ringkas.
Ryzen AI Max+ Series menggabungkan core AMD Zen 5, grafis terintegrasi AMD Radeon™ 8060S Series serta NPU berbasis arsitektur AMD XDNA™ generasi kedua.
Kombinasi tersebut ditujukan untuk menangani berbagai kebutuhan komputasi yang membutuhkan performa tinggi, termasuk menjalankan model bahasa berukuran besar, rendering media beresolusi tinggi hingga gaming dengan pengaturan grafis tinggi.
Arsitektur memori terpadu yang digunakan juga memungkinkan CPU dan GPU mengakses sumber daya memori secara lebih fleksibel untuk mendukung berbagai jenis beban kerja.
Kemampuan tersebut membuat Ryzen AI Max+ Series menyasar pengguna yang membutuhkan performa komputasi tinggi, tetapi tetap menginginkan perangkat yang ringkas dan mudah dibawa.
Ryzen AI Mulai Hadir di Berbagai Laptop Indonesia
Di pasar Indonesia, prosesor AMD Ryzen AI Series telah digunakan pada berbagai lini laptop untuk kebutuhan gaming, content creation dan produktivitas.
Sejumlah mitra OEM AMD yang menghadirkan perangkat berbasis Ryzen AI di Indonesia antara lain ASUS, Acer, Lenovo, GIGABYTE, HP dan MSI.
Sementara itu, laptop yang menggunakan prosesor Ryzen AI 400 Series saat ini telah tersedia dari sejumlah brand, termasuk ASUS, Lenovo dan HP. Brand lainnya juga disebut akan segera menyusul.
Melalui pengembangan Ryzen AI, AMD menempatkan kemampuan pemrosesan AI sebagai bagian integral dari pengalaman penggunaan PC. Bukan sekadar fitur tambahan, teknologi tersebut diarahkan untuk membantu pengguna menyelesaikan lebih banyak pekerjaan secara lokal di perangkat dengan tetap mempertahankan efisiensi daya dan mobilitas. (Aja)




















