Senin, 5 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

38 Tahun Menjaga Batik: Dedikasi Sodikin Merawat Warisan Budaya dan Asa Regenerasi di Sudut Kraton Jogja

admin by admin
10 Agustus 2026
in News
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Di sebuah sudut tenang kawasan Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta, lokasinya disebelah timur Alun-Alun Kidul itu, aroma khas malam yang dilelehkan menyeruak pelan dari dalam toko Batik Pramugari di Jalan Langenastran Lor No. 11 Panembahan Kraton Kota Yogyakarta. Di sinilah Sodikin, pria yang telah mendedikasikan 38 tahun hidupnya untuk helai demi helai kain batik, membagikan rekam jejak panjang perjalanannya merawat warisan budaya bangsa.

Bagi Sodikin, batik bukan sekadar komoditas dagang, melainkan mahakarya bernyawa yang mampu melintasi zaman. Kain batik berusia puluhan tahun pun tak lantas ia anggap tua.

“Saya punya batik lama, umurnya 20 tahun, tidak saya jual. Menurut saya 20 tahun itu belum lama. Batik itu bisa hidup sampai 50 tahun lebih, sudah lintas generasi,” tutur Sodikin saat ditemui pada Senin (10/8/2026) siang.

Jalan panjang itu bermula pada 1988 ketika ia merantau ke Yogyakarta. Berbekal niat menimba ilmu di perguruan tinggi dengan kondisi ekonomi yang terbatas, Sodikin membulatkan tekad untuk bekerja di sebuah perusahaan batik demi membiayai kuliahnya. Pengalaman berharga tersebut menjadi gerbang awal yang menuntun seluruh hidupnya melebur ke dalam dunia batik.

Usai mengantongi ijazah sarjana pada 1994 dan sempat mencoba dua kali peruntungan di jalur birokrasi untuk menjadi ASN, panggilannya terhadap batik justru makin menguat. Ia kembali menyelami industri ini sebagai manajer perusahaan batik di kawasan Malioboro, hingga akhirnya memberanikan diri membangun usaha mandiri pada 2001 lewat brand Taruntum. Seiring berjalannya waktu, pada 2010 ia mendirikan Batik Pramugari untuk menjangkau segmen pasar menengah ke atas dengan produk-produk eksklusif.

Dedikasi tanpa kompromi membawanya mengukir dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Rekor pertama ia raih berkat mahakarya batik bernuansa 1.001 motif dalam satu kain, disusul rekor kedua lewat kain sepanjang empat meter yang memadukan 500 variasi warna. Namun baginya, pencapaian tersebut bukan sekadar untuk prestise.

“Saya tidak ingin rekor MURI hanya gagah-gagahan. Kain itu tetap harus punya fungsi, tetap bisa dipakai,” tegasnya.

Meski begitu, gelombang krisis kerap datang menerjang. Pandemi COVID-19 menjadi salah satu fase terberat yang memukul keras ekosistem perajin batik. Banyak pembuat batik tulis, terutama yang berusia lanjut di kawasan Bantul, terpaksa beralih profesi dan tak kembali. Realitas ini melahirkan kecemasan tersendiri bagi Sodikin terkait masa depan dan regenerasi batik tulis Yogyakarta.

“Keprihatinan saya sekarang adalah regenerasi. Batik Jogja sudah terkenal, tetapi pembatiknya semakin sedikit. Saya ingin anak saya nanti tetap menjaga batik Jogja,” ungkapnya penuh harap.

Di tengah gempuran tren modern dan maraknya batik printing, Sodikin justru memilih bersikap bijak. Ia tak memandang teknik cetak sebagai musuh batik tulis, melainkan sarana agar masyarakat luas dapat mengenakan batik dalam keseharian dengan harga yang lebih terjangkau.

Guna menanamkan rasa cinta batik sejak dini, ia juga membuka ruang marketing experience di toko Batik Pramugari. Para pengunjung, khususnya anak-anak, diperbolehkan belajar membatik secara gratis menggunakan kain dan alat sederhana.

“Biar mereka merasakan sendiri susahnya membatik. Nanti ketika melihat harga batik, mereka tidak langsung bilang mahal. Hari ini mereka mungkin masih kecil, tapi suatu saat kalau sudah besar, mereka akan ingat pernah belajar batik di sini,” selorohnya diiringi senyum hangat.

Sodikin percaya pada konsep global paradox, semakin dunia bergerak menuju keseragaman, makin banyak orang yang akan mencari keunikan dan identitas lokal. Di situlah ia meyakini masa depan batik tulis akan terus membumbung.

Di akhir percakapan, ia menunjukkan salah satu motif favorit pengunjung bernama Pramugari. Nama itu sering disalahartikan berkaitan dengan profesi istrinya yang pernah menjadi pramugari.

“Bukan karena istri saya. Itu memang nama motif batik,” katanya sambil tertawa.

“Pelestarian itu bukan hanya menyimpan batik di lemari. Batik harus dipakai, dihargai, dan pembatiknya juga harus bisa hidup dengan layak,” pungkas Sodikin. (Ags)

Tags: BatikBatik PramugariKoranmerapi.idMURIPembatikPrintingSodikin

Related Posts

Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta
News

Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

4 Oktober 2026
Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama
News

Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

4 Oktober 2026
KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030
News

KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

3 Oktober 2026
Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196
News

Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

3 Oktober 2026
Kemeriahan Senam Sehat Sak Obahe dan Gelar UMKM: Rangkaian HARKOP ke-79 dan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Bertabur Doorprize
News

Kemeriahan Senam Sehat Sak Obahe dan Gelar UMKM: Rangkaian HARKOP ke-79 dan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Bertabur Doorprize

3 Oktober 2026
Dharma Wanita Persatuan Dinas Kominfo DIY Dapati Pengolahan Pangan Unggas Higienis dan Modern di Salatiga
News

Dharma Wanita Persatuan Dinas Kominfo DIY Dapati Pengolahan Pangan Unggas Higienis dan Modern di Salatiga

2 Oktober 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

4 Oktober 2026
Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

4 Oktober 2026
KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

3 Oktober 2026
Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

3 Oktober 2026
Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

4 Oktober 2026
Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

4 Oktober 2026
KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

3 Oktober 2026
Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

3 Oktober 2026
Kemeriahan Senam Sehat Sak Obahe dan Gelar UMKM: Rangkaian HARKOP ke-79 dan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Bertabur Doorprize

Kemeriahan Senam Sehat Sak Obahe dan Gelar UMKM: Rangkaian HARKOP ke-79 dan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Bertabur Doorprize

3 Oktober 2026
Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

3 Oktober 2026