KORAN MERAPI – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tengah mematangkan seluruh persiapan untuk menjadi tuan rumah Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dijadwalkan hadir langsung memimpin kegiatan yang akan digelar di Alun-alun Pemkab Gunungkidul tersebut.
Guna memastikan kesiapan di lapangan, panitia menggelar gladi bersih di kompleks Pemkab Gunungkidul pada Jumat (21/8/2026). Ketua Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-65, Agus Mantara, menyatakan koordinasi teknis dan logistik terus diperketat mengingat besarnya jumlah massa yang terlibat.
“Persiapan terus dilakukan, terutama terkait koordinasi teknis dan kebutuhan logistik agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujar Agus.
Sebanyak 6.610 peserta dari berbagai wilayah di DIY akan memadati lokasi acara. Komposisinya mencakup 5.000 peserta didik asal Gunungkidul, 540 pembina Pramuka dan pengurus kwartir ranting, serta jajaran tamu undangan dari unsur kwartir cabang se-DIY.
Kemeriahan peringatan ini bahkan sudah memikat mata sejak dari jalur utama. Ribuan bendera Gerakan Pramuka telah terpasang membentang sepanjang rute jalan protokol, mulai dari Kapanewon Patuk hingga pusat kota di Wonosari.

Rangkaian acara dipastikan berlangsung meriah dari awal hingga akhir. Sebagai pembuka (opening), panitia menghadirkan parade atau defile dari kawasan Jembatan Tamkul menuju alun-alun yang melibatkan 540 peserta, diserta pembukaan bazar UMKM binaan Satuan Karya (Saka) dan Desa Prima untuk menggeliatkan ekonomi lokal.
Drumband Gita Buana Smakadano turut hadir menyemarakkan prosesi acara. Agenda penganugerahan penghargaan kepada tokoh-tokoh Pramuka serta penyerahan bantuan aksi lingkungan berupa 100 bibit nangka dan 400 bibit sengon juga masuk dalam deretanacara.
Sebagai penutup (closing), penonton bakal disuguhkan pertunjukan tari kolosal megah yang melibatkan 420 penari pentul tembem.
Agus menegaskan, pengaturan teknis lalu lintas dan keamanan massa menjadi fokus utama panitia agar acara berjalan aman dan kondusif.
”Yang paling penting adalah koordinasi seluruh pihak. Harapannya, kegiatan dapat berlangsung tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat Gunungkidul,” pungkasnya. (Rls)



















