Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Gunungkidul jadi Tuan Rumah Apel Besar Hari Pramuka ke-65 DIY, Sri Sultan HB X Ingatkan Pesan Swasembada Pangan

admin by admin
22 Agustus 2026
in News
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Kabupaten Gunungkidul sukses menjadi tuan rumah Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-65 se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2026. Sebanyak 6.610 peserta memadati lokasi acara yang dipimpin langsung oleh Gubernur DIY selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan tertib.

Acara dibuka dengan Pawai Budaya Pramuka Gunungkidul dari 18 kapanewon atau kwartir ranting serta peresmian Bazar Pramuka Kreatif Pramuka Gunungkidul. Bazar tersebut menghadirkan Stan Kwarran yang menjual produk UMKM binaan, makanan khas Gunungkidul seperti gatot, tiwul, dan keripik, hingga kerajinan tangan. Selain itu, terdapat Stan Saka/Sako yang memberikan edukasi interaktif serta pameran khas sesuai bidang kesakaan, serta Stan Kreatif (open tenant) yang menampilkan hasil karya kewirausahaan dan teknologi tepat guna.

Acara ini dihadiri oleh 5.000 peserta didik, 540 perwakilan kwartir ranting, jajaran kwarda dan kwarcab se-DIY, hingga peserta Jambore Nasional yang turut membaur dalam apel besar tersebut.

Suasana semakin meriah melalui pertunjukan Drumband Gita Buana Smakadano dan penampilan dari 420 penari Pentul Tembem.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan bantuan simbolis 500 bibit tanaman nangka dan sengon untuk lima kabupaten dan kota se-DIY, serta alokasi khusus untuk wilayah Kapanewon Rongkop, Wonosari, dan Panggang. Selain itu, diserahkan pula 40 Penghargaan Anggota Gerakan Pramuka Tahun 2026 berupa Lencana Melati, Lencana Dharma Bakti, dan Lencana Teladan. Gunungkidul memboyong 27 penghargaan termasuk untuk Bupati Gunungkidul disusul Bantul dengan 5 penghargaan, Kulon Progo 4 penghargaan, dan Kwartir Daerah sebanyak 2 penghargaan.

Dalam amanatnya, Sri Sultan HB X menyoroti ketangguhan alam Gunungkidul yang mengajarkan daya tahan hidup dari keterbatasan.

“Kita berhimpun hari ini, di bumi Gunungkidul. Tanah yang mengajarkan keteguhan. Batu karst, musim kemarau panjang, keterbatasan air, telah menjadi guru bagi masyarakatnya. Dari tanah seperti inilah manusia belajar, bahwa daya tahan tidak lahir dari kelimpahan, melainkan dari ketekunan mengubah keterbatasan menjadi kekuatan,” ujar Sri Sultan HB X.

Sri Sultan juga mengajak Pramuka DIY mengambil peran nyata dalam penguatan Lumbung Mataraman sesuai dengan ajaran leluhur.

“Leluhur kita di tanah Mataram, hidup dengan laku yang sederhana: mangan apa sing ditandur, nandur apa sing dipangan. Makan apa yang ditanam, menanam apa yang dimakan. Bukan semboyan kosong. Itu adalah tata hidup yang membuat keluarga tidak bergantung pada apa yang jauh, dan tidak resah oleh apa yang tak pasti,” lanjut Sri Sultan.

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Gunungkidul menyampaikan rasa syukur atas suksesnya gelaran apel besar ini.

“Alhamdulillah, apel besar bisa dilaksanakan dengan sukses. Semua berkat kerja keras bersama,” ungkap Bupati Gunungkidul.

Bupati juga menekankan pesan Gubernur terkait ketangguhan warga Gunungkidul dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Sultan menyampaikan tadi sebelum beliau berpidato bahwa ketangguhan itu memang berawal dari ujian-ujian yang berat. Sekolah atau universitas kehidupan. Nah, contoh untuk menjadi manusia yang tangguh, itu warga Kabupaten Gunungkidul sudah terlatih,” kata Bupati Gunungkidul.

“Dalam posisi sekarang ada musibah kekeringan hidrometeorologi, bencana hidrometeorologi, maka sudah selayaknya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama seluruh warga ini untuk bersatu padu. Tadi beliau mempesankan jangan sampai ada satu puntung rokok pun jatuh di area hutan yang ada di Kabupaten Gunungkidul karena itu bisa menyebabkan kebakaran,” tutupnya. (Rls)

Tags: Endah Subekti KuntariningsihGubernur DIYGunungkidulKoranmerapi.idPramukaSri Sultan Hamengku Buwono X

Related Posts

Hadapi Puncak Musim Kering di Cilacap, Solusi Bangun Indonesia Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak
News

Hadapi Puncak Musim Kering di Cilacap, Solusi Bangun Indonesia Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak

22 Agustus 2026
Menjaga Bhinneka Tunggal Ika di Tengah Derasnya Arus Informasi Menjadi Tanggung Jawab Bersama
News

Menjaga Bhinneka Tunggal Ika di Tengah Derasnya Arus Informasi Menjadi Tanggung Jawab Bersama

22 Agustus 2026
63 Tahun Wisnu Murti SMAN 1 Sleman: Gelar Kick Off Lustrum XIII di Lapangan Denggung dan Sambut Reuni Akbar 2028
News

63 Tahun Wisnu Murti SMAN 1 Sleman: Gelar Kick Off Lustrum XIII di Lapangan Denggung dan Sambut Reuni Akbar 2028

22 Agustus 2026
Cegah “Bencana Informasi”, FPRB Kota Jogja Usulkan Media Crisis Center dan FPRB Kampung di Raperda PB 2026
News

Cegah “Bencana Informasi”, FPRB Kota Jogja Usulkan Media Crisis Center dan FPRB Kampung di Raperda PB 2026

21 Agustus 2026
PWI DIY Usulkan Keselamatan Wartawan Masuk Raperda Penanggulangan Bencana
News

PWI DIY Usulkan Keselamatan Wartawan Masuk Raperda Penanggulangan Bencana

21 Agustus 2026
Bupati Gunungkidul Lantik 80 Pejabat Baru, Tegaskan Meritokrasi dan Budaya “Pamong Ngelayani”
News

Bupati Gunungkidul Lantik 80 Pejabat Baru, Tegaskan Meritokrasi dan Budaya “Pamong Ngelayani”

21 Agustus 2026